Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Mengajarkan anak untuk mengelola emosinya sedari dini adalah hal yang penting dilakukan orangtua. Jika anak dibekali kemampuan mengelola emosi, maka nantinya ia akan mudah menjalin hubungan sosial dengan teman sebayanya atau pun lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Hal apa saja yang perlu dilakukan orangtua:

  1. Tahap awal yang penting adalah mengajarkan anak untuk mengenal beragam jenis emosi dasar seperti marah, sedih, senang, bahagia, takut, dan lain sebagainya. Gunakan gambar visual untuk membantu anak mengenai beragam jenis emosi tersebut, misalnya dengan kartu bergambar atau buku cerita.

  2. Mengajarkan anak untuk mengenali dan menyebutkan emosi yang sedang ia rasakan. Misalnya saja dengan mengatakan, “Mama lihat, Adik terlihat sedih sekarang," atau "Mama lihat, adik sedang gembira hari ini." Orangtua juga bisa memulai percakapan tentang perasaan dengan berbicara tentang karakter dalam buku atau acara TV yang pernah dilihat anak. Sesekali ajukan pertanyaan seperti, "Menurutmu, apa ya yang dirasakan si karakter Kakek ini?" Dengan sering melatihnya, kemampuan anak untuk melabeli emosinya akan meningkat.

  3. Ajarkan anak untuk belajar bagaimana mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sesuai secara sosial. Misalnya, melarang mereka untuk berteriak keras di tengah-tengah toko kelontong atau mengamuk di sekolah, karena akan mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya. Informasikan pada anak bahwa ia dapat merasakan emosi apa pun yang ia rasakan dan boleh-boleh saja merasa sangat marah atau sangat takut. Tetapi, jelaskan bahwa dia memiliki pilihan dalam bagaimana dia menanggapi perasaan tidak nyaman itu.

  4. Ajarkan anak-anak memahami bahwa emosi yang sedang ia rasakan dapat cepat berlalu dan perasaan anak itu sekarang tidak akan bertahan selamanya atau bahkan lebih dari beberapa menit. Menyadari bahwa perasaan mereka seperti tangisan air mata, bisa datang dan pergi dengan cepat. Hal ini dapat membantu anak lebih tenang menghadapi situasi yang emosional.

  5. Latih mengelola rasa yang tidak nyaman dengan latihan pernafasan sederhana. Ajari anak untuk bernapas dengan pelan melalui hidungnya dan kemudian keluar melalui mulutnya. Ulangi beberapa kali lagi, sampai ia merasa tenang.

  6. Berlatih kelola emosi dengan menghitung. Ajari anak untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu atau mengurangi kesedihan dengan menghitung. Misalnya menghitung sampai 10, atau menghitung mundur dari 10.

  7. Berikan waktu pada anak untuk beristirahat. Orangtua atau guru di kelas dapat memberikan waktu singkat anak agar ia bisa menenangkan diri.

  8. Siapkan kotak penenang yang akan membantu anak untuk tenang dan ceria kembali. Isi kotak tersebut dengan beragam alat untuk mengalihkan perasaan anak misalnya buku mewarnai dan krayon, gambar-gambar yang disukai anak atau musik yang menenangkan adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan indranya dan membantunya mengelola emosinya.

  9. Jadilah teladan bagi anak karena anak senantiasa meniru perilaku orang dewasa yang ada di sekitarnya. Apabila ia sering melihat ayah atau ibu menampilkan ekspresi emosi yang negatif dengan marah-marah yang tidak beralasan, menggunakan kekerasan atau mengamuk di tempat umum, anak akan memahami bahwa hal tersebut adalah cara tepat atasi masalah. Namun sebaliknya, jika orangtua menunjukkan cara yang positif dan mampu kelola emosi dengan baik, maka anak pun akan belajar tentang memaknai emosinya dengan positif.