dr. Caessar Pronocitro, Sp.A (redaksi Klikdokter)

Anak demam? Jangan buru-buru panik! Lakukan ini sebagai upaya pertolongan pertama untuknya!

Hampir semua anak pernah mengalami demam. Keadaan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh ini dapat terjadi secara mendadak maupun perlahan. Apabila terjadi pertama kali, orangtua mungkin akan merasa khawatir dan kebingungan. Apalagi, demam seringkali dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti penyakit dan infeksi.

Perlu diketahui, secara medis demam adalah kondisi tubuh dengan suhu 38⁰ Celsius atau lebih. Untuk memastikan bahwa anak mengalami demam, maka orangtua perlu mengukur suhu tubuhnya menggunakan termometer.

Demam itu sendiri sebenarnya bukanlah suatu hal yang berbahaya. Sebaliknya, demam bisa jadi merupakan suatu hal yang baik karena menandakan bahwa tubuh memiliki kemampuan untuk melawan infeksi.

Penyebab demam

Penyebab demam yang paling sering adalah adanya infeksi atau masuknya kuman ke dalam tubuh. Sebab, saat ada kuman asing yang berada di dalam tubuh, sistem kekebalan akan bereaksi dan berusaha membersihkannya.

Suhu yang tinggi bermanfaat untuk membantu proses tersebut dan mencegah kuman berkembang biak. Jadi, demam bukanlah suatu penyakit, melainkan mekanisme pertahanan tubuh yang bermanfaat melawan infeksi.

Selain itu, ada juga beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan meningkatnya suhu tubuh, yaitu:

·         Penggunaan pakaian yang berlebihan, terutama pada bayi yang masih berusia dini

·         Suhu lingkungan sekitar mengalami peningkatan

·         Imunisasi

·         Tumbuh gigi

Setelah mengetahui apa saja hal yang dapat menjadi penyebab demam, orangtua diharapkan bisa mengendalikan diri agar tidak panik berlebihan. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani demam pada anak, di antaranya:

1.      Hindari penggunaan pakaian yang berlebihan

Pastikan anak mengenakan baju yang ringan dan tipis. Lapisan pakaian yang terlalu banyak dan tebal dapat memerangkap panas tubuh dan membuat suhu tubuh semakin tinggi.

Meyakinkan anak bahwa dirinya berada dalam kondisi nyaman sehingga dapat beristirahat dengan baik sangat penting untuk membantunya melewati masa-masa demam.

2.      Berikan banyak cairan pada anak

Suhu yang tinggi membuat cairan tubuh menguap dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila kehilangan cairan terjadi secara berlebihan, maka anak dapat mengalami dehidrasi.

Untuk mencegah itu, bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif dapat disusui dengan lebih sering. Untuk anak yang lebih besar, air putih, kuah, susu, maupun jus buah dapat diberikan.

Cairan yang mengandung kafein seperti teh dan minuman bersoda sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga memperburuk dehidrasi.

3.      Mandikan anak dengan air hangat

Saat demam, anak tetap bisa dimandikan menggunakan air hangat. Namun, jangan sampai suhu air menjadi dingin, atau anak menjadi menggigil kedinginan setelah dimandikan.

Setelah mandi, segera keringkan dan kenakan pakaian anak agar tidak mengalami kedinginan. Apabila anak menggigil, maka suhu tubuhnya dapat meningkat kembali.

Hindari membasuh anak dengan alkohol, karena dapat memicu kedinginan yang lebih parah. Penggunaan obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen hanya dapat dilakukan sesuai petunjuk dari dokter.

Kapan harus ke dokter?

Ada beberapa kondisi di mana orangtua harus segera membawa anak ke dokter, yakni:

·         Demam dialami oleh bayi berusia 3 bulan atau kurang

·         Demam disertai dengan gejala lain, seperti ruam dan kejang

·         Demam berlangsung lebih dari 3 hari.

Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan tanda dehidrasi pada anak. Misalnya, mata yang tampak cekung, frekuensi buang air kecil yang berkurang, atau tidak adanya air mata saat anak menangis. Jika menemukan tanda-tanda ini, segera berikan si Kecil air minum supaya dehidrasi bisa segera teratasi.

Selalu ingat bahwa demam adalah kondisi yang sering dijumpai pada anak. Orangtua tidak perlu khawatir berlebihan, karena demam adalah tanda dari tubuh yang sedang melawan infeksi. Namun, apabila si Kecil mengalami demam disertai dengan gejala yang tidak biasa, orangtua perlu segera membawanya berobat ke dokter.