Kondisi pandemi Covid-19 membuat bidang pendidikan juga terkena dampaknya. Sudah beberapa bulan terakhir ini pmbelajaran dilakukan dirumah masing-masing secara daring. Dari mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, sekolah menjadi tempat yang diharapkan para orang tua agar anak – anaknya dapat mengembangkan keterampilan sosialnya. Anak – anak diharapkan menjadi lebih mandiri, percaya diri, pandai berinteraks dengan orang lain, belajar bekerja sama dan berdiskusi. Tetapi dikarenakan kondisi pandemi yang belum juga usai hal tersebut menjadi tidak memungkinkan untuk dilakukan di lingkungan sekolah. Terlebih ketika kita memiliki anak yang berusia 5 tahun, dimana sebagia besar waktunya dihabiskan untuk beraktivitas dirumah, dan tentu kita sebagai orang tua khawatir bagaimana perkembangan keterampilan sosial anak jika mereka harus masih beraktivitas dirumah saja. Oleh karena itu, orang tua perlu memaksimalkan keterampilan sosial anaknya dirumah pada saat kondisi pandemi Covid-19 ini, adapun cara – caranya adalah sebagai berikut :

1. Melatih perspektif anak

Melatih perspektif anak dapat dilakukan dengan menonton film bersama anak, hal dilakukan untuk mengidentifikasi perasaan dan pikiran anak ketika menonton sebuah film. Orang tua dapat menonton film bersama dengan anak, ditengah-tengah film berikan jeda pada tayangan dan tanyakan kepada anak “bagaimana menurutmu perasaannya dia sekarang? Apa yang mereka pikirkan?. Lalu biarkan anak merespon dan memberikan jawabannya sendiri. Menurut DR. Shlisky, hal ini sangat penting agar anak dapat berlatih mengidentifikasi pikiran dan perasaan orang lain. Adapun film yang bagus untuk berbicara melalui emosi dan perasaan seperti The Good Dinosaur, The Incridibles dan Insude Out.

2. Bermain karakter

Menemani anak bermain karakter menggunakan boneka, Barbie, bermain dokter – dokteran, pergi ke pesta ulang tahun teman, dll lalu meminta anak untuk berpura – pura berbicara satu sama lain juga dapat melatih keterampilan sosial anak. Bantu anak dengan memberikan kalimat – kalimat yang pas dibicarakan didalam setting tersebut, seperti ketika anak bermain peran sedang berada di pesta ulang tahun. Orang tua dapat bertanya kepada anak “apa yang harus dikatakan ketika temanmu berulang tahun?” dan biarkan anak menjawab dan berikan respon kepada anak “benar, kita akan mengatakan selamat ulang tahun!”.

3. Mendongeng

Mendongeng juga dapat dijadikan alternatif untuk melatih keterampilan anak. Anak akan belajar mendengarkan dan memberi pendapat. Keterampilan ini dapat dilakukan denga berbagai cara. Contohnya usahakan hal ini untuk dapat melatih anak memecahkan masalah yang ringan, orang tua dapat bertanya kepada anak bagaimana solusi atas masalah yang timbul di bacaan dongeng tersebut. hal ini dapat membantu anak untuk mau belajar berpikir.

4. Bertemu dengan teman secara virtual

Agar anak tidak bosen ketika terus – menerus berdiam diri dirumah, orang tua juga dapat memberikan kesempatan anak untuk bertemu teman – temannya secara virtual. Walaupun hanya sebatas melalui video call hal ini cukup relevan karena dapat membantu anak mengekspresikan segala emosi senang mapun sediih kepada teman – temannya. Bertemu dengan anak lainnya juga dapat dilakukan dengan mengikuti virtual playdate yang diadakan oleh banyak komunitas parenting.

5. Meminta anak bercerita mengenai kegiatannya

Mintalah anak untuk menceritakan kegiatannya selama satu hari. Hal ini dapat melatih anak untuk dapat mengungkapkan perasaan dan mengelola emosi. Keterampilan sosial perlu untuk diperhatikan oleh orang tua dan dapat dilatih sejak dini, jika tidak maka anak akan menjadi pribadi yang tertutup.

Referensi : Dr. Liz Matheis. (2019). 3 Ways to Teach Social Skills at Home. Shield Health Care.