Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Kecemasan akan terjadinya pemisahan sangat bervariasi antara anak-anak. Beberapa bayi menjadi histeris ketika ibunya tidak terlihat untuk waktu yang sangat singkat, sementara anak-anak lain menunjukkan kecemasan yang berkelanjutan pada perpisahan selama masa bayi, balita, dan prasekolah.

Kecemasan seringkali muncul saat anak akan berpisah dari orangtuanya, terutama terjadi pada anak yang baru pertama kali mengenal aktivitas bersekolah. Perilaku menangis, memeluk ibu, tidak mau lepas dari pelukan, menarik-narik tangan ibu bahkan histeris sering ditampilkan anak saat perpisahan sesaat terjadi. Perilaku tersebut adalah perilaku yang sepenuhnya normal dan merupakan pertanda dari keterikatan orangtua dan anak yang bermakna.  

Tips atasi kecemasan berpisah

  1. Buat ritual perpisahan yang cepat. Misalnya berikan ciuman tiga kali lipat atau mainan khusus saat orangtua akan pergi dan tetap terlihat tenang. Jika orangtua berlama-lama dalam proses perpisahaan sesaat, maka kecemasaan pun akan terjadi lebih lama.
  2. Bersikaplah konsisten. Cobalah untuk melakukan drop-off yang sama dengan ritual yang sama pada waktu yang sama setiap hari berpisah. Sebuah rutinitas dapat mengurangi sedih dan memungkinkan anak untuk membangun kepercayaan diri.
  3. Saat berpisah, beri perhatian pada anak, penuh kasih sayang, dan berikan kasih sayang. Kemudian ucapkan selamat tinggal dengan cepat.
  4. Komit terhadap sikap yang ditunjukkan. Orangtua akan membangun kepercayaan dan kemandirian ketika anak menjadi yakin akan kemampuannya untuk berpisah dengan orangtuanya.  Jangan sampai orangtua membuat kesalahan dengan mengunjungi anak kembali dikelasnya, setelah berpamitan.
  5. Lebih spesifik. Ketika orangtua mendiskusikan kedatangan, berikan secara spesifik sehingga dapat dimengerti anak. Jika orangtua akan kembali pulang ke rumah pada jam 5:00 sore, beri tahu kepada anak tentang persyaratannya; misalnya, dengan mengatakan katakan, "Mama akan kembali setelah Ade mandi sore ya." Tentukan waktu yang dia bisa mengerti.
  6. Berlatih berpisah. Antarkan anak-anak ke rumah nenek, jadwalkan teman bermain, izinkan teman dan keluarga terdekat untuk mengikutsertakan si kecil bersama mereka (misalnya hanya selama satu jam) pada akhir pekan. Sebelum memulai menitipkan anak atau mengikuti kegiatan prasekolah, nerlatih juga untuk pergi ke sekolah. Beri anak kesempatan untuk menyiapkan dirinya, mengalami, dan berkembang saat orangtua tidak ada disekitarnya.

Perlu diketahui, bahwa kecemasan berpisah hanya berlangsung beberapa saat saja, karena hal ini merupakan bagian dari proses adaptasi. Jika orangtua masih merasa khawatir terhadap perilaku anak yang sulit beradaptasi tanpa orangtuanya, maka sebaiknya cari bantuan kepada ahlinya misalnya psikolog anak. Ahli akan membantu mendukung keluarga, membantu menenangkan kegelisahan orangtua dan menentukan rencana untuk mendukung kesiapan anak berpisah sesaat dengan orangtua saat bersekolah.

 

Baca Juga