Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Mengajari anak mengenai keselamatan dan melindungi diri merupakan bagian penting dari pengasuhan. Bagaimanapun, anak-anak perlu diajari cara bicara, bertindak dan bahkan menghindari ancaman yang mungkin saja bisa terjadi di manapun ia berada. Keterampilan ini membantu mereka untuk bertahan dalam beragam situasi. Hal apa saja yang harus diajarkan orang tua terkait keselamatannya?

1. Sejak mengenalkan anak pada perangkat digital, maka bicaralah pada anak mengenai informasi apa yang boleh dan tidak boleh mereka bagikan - seperti sekolah mereka, alamat dan nomor telepon. Hal ini dapat membantu menjaga mereka tetap aman saat online.

2. Tidak menyimpan rahasia. Buatlah kesepakatan dengan anak, bahwa di dalam rumah setiap anggota keluarga tidak boleh ada yang menyimpan rahasia, bahkan ketika ada yang mengatakan kepada mereka untuk menyimpan rahasia, tetapi tidak ada rahasia dengan Ibu atau Ayah. Apapun itu anak harus menceritakan pada orang tuanya

3. Waspada bila di tempat umum. Anak perlu diberikan informasi mengenai orang asing yang mungkin saja mengintai mereka, saat disekolahan, playground atau tempat umum. Ajari anak untuk menolak semua pemberian atau ajakan oleh orang yang ia tidak kenal dan segera mencari orang dewasa yang ia percaya atau pergi segera ke tempat keramaian dan berteriak, untuk mengalihkan perhatian.

4. Ajari anak untuk memahami bahwa tubuhnya adalah miliknya sendiri. Mereka bertanggung jawab atas tubuh mereka sendiri dan tidak ada yang boleh menyentuh. Mengajari anak-anak sejak dini tentang bagian-bagian pribadi, sentuhan yang tepat dan kurang menyenangkan adalah pelajaran keselamatan yang harus mereka ketahui.

5. Ajarkan anak untuk menghafalkan atau mengingat nomor telepon kedua orang tua atau nomor penting/darurat jika ia membutuhkannya. Kelihatannya sepele, tetapi hal ini penting dilakukan.

6. Terkait dengan keselamatan diri lainnya, ia perlu diajari pula untuk menghindar dari hal yang membahayakan misalnya tidak bermain korek api, listrik, berada di kolam tanpa pengawasan orang tua dan lainnya. Informasikan resiko yang bisa dialami apalagi anak melanggar aturan yang telah disampaikan orang tua.

7. Berjalan di tempat yang telah disediakan dan memahami lampu lalu lintas, misalnya saja berjalan di trotoar jalan, selalu melihat arah ke kanan atau ke kiri dan selalu hati-hati.

 

Untuk mengajarkan anak mengenai cara melindungi dirinya dari beragam ancaman, maka ada beberapa metode yang bisa dilakukan orang tua :

1. Lakukan aktivitas dengan cara role play atau bermain peran bersama antara orang tua dan anak.

2. Mendongeng. Bacakan buku cerita mengenai keselamatan pada anak atau buku-buku tentang menjaga tubuhnya sendiri. Untuk membuat suasana semakin menyenangkan, orang tua bisa menggunakan boneka puppet dengan beragam karakter.

3. Menonton video animasi yang terkait dengan keselamatan dan cara melindungi diri dari ancaman orang asing yang tidak dikenal.

4. Menghafalkan lagu mengenai sentuhan baik dan sentuhan buruk yang liriknya sudah dapat diunduh melalui media internet.

5. Latihan dan praktekkan serta lakukan evaluasi secara berkala sehingga anak semakin terampil dalam melindungi dirinya sendiri.