dr. Andika Widyatama (Redaksi Klikdokter)

Anda menjalani puasa bersama si Kecil? Pastikan anak mengonsumsi asupan sahur yang sehat.

Selama bulan Ramadan, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Khusus anak-anak, ibadah puasa baru menjadi kewajiban bila mereka sudah akil baligh. Namun, meski tidak harus langsung menjalankan puasa penuh dalam sehari, tidak ada salahnya bila orang tua mulai membiasakan anak berpuasa secara bertahap, sehingga lebih siap ketika dewasa nanti.

Kapan anak boleh mulai berpuasa?

Secara medis, tidak ada ketentuan khusus kapan anak diperbolehkan berpuasa. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa dalam menjalankan ibadah puasa, kesehatan anak harus dalam kondisi baik. Sebelum anak bisa berpuasa, perhatikan terlebih dahulu status gizi, status tumbuh kembang, dan apakah anak mengalami penyakit tertentu. Konsultasikan lebih lanjut hal tersebut dengan dokter.

Asupan sahur untuk anak

Anak-anak masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang. Saat berpuasa, waktu anak untuk memperoleh asupan lebih terbatas dibandingkan ketika sedang tidak berpuasa.

Sangat penting untuk memaksimalkan nutrisi yang diberikan di luar waktu puasa, salah satunya ketika anak sedang sahur. Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan asupan sahur bagi anak:

  1. Berikan asupan karbohidrat kompleks Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuh. Pilih karbohidrat kompleks untuk menu makan sahur anak. Memberikan asupan yang mengandung karbohidrat kompleks dapat memperlambat pengeluaran energi dari tubuh, sehingga anak tidak mudah lemas selama berpuasa. Selain itu, karbohidrat kompleks juga dapat membuat anak tidak cepat merasa lapar.
  2. Berikan asupan protein Protein merupakan zat yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh. Pastikan sumber protein ada saat sahur, misalnya saja ikan, ayam, daging, tahu, dan lain-lain.
  3. Perbanyak asupan serat Serat sangat baik untuk kelancaran sistem pencernaan anak. Makanan kaya serat juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama bagi anak ketika berpuasa. Beberapa sumber serat di antaranya adalah nasi merah, roti gandum, sayur, dan buah.
  4. Cukupi asupan air putih Asupan air putih sangat diperlukan saat sahur. Dengan begitu, dapat menjaga kecukupan cadangan air dalam tubuh selama berpuasa dan mencegah terjadinya dehidrasi. Anak berusia 4-6 tahun dianjurkan minum air putih sebanyak 1500 ml per hari, anak berusia 7-9 tahun sebanyak 1900 ml per hari, dan anak berusia 10-18 tahun sebanyak 2000 ml per hari. Selain air, jus buah juga bisa menjadi sumber asupan cairan bagi anak ketika sahur.
  5. Sesuaikan kebutuhan kalori Upayakan agar anak tetap bisa memenuhi kebutuhan kalori hariannya, termasuk saat sedang makan sahur. Hitung jumlah kalori yang dibutuhkan sesuai usia dan aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing anak. Mencukupi kebutuhan kalori penting untuk keseimbangan metabolisme anak.

Selain itu, pastikan Anda menghindari beberapa hal ketika memberikan makan sahur kepada anak. Jangan berikan makan sahur dalam porsi yang terlalu banyak karena dapat menyebabkan anak sakit perut. Makanan sahur yang digoreng juga dapat menyebabkan anak sakit perut.

Kemudian, hindari menu makanan yang monoton. Paling tidak buat bentuk makanan yang bervariasi sehingga anak tidak bosan. Hindari juga konsumsi makanan manis ketika sahur karena dapat membuat anak cepat lapar ketika berpuasa.

Pada prinsipnya, setiap anak membutuhkan asupan dengan nutrisi yang seimbang, terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Dengan demikian, setiap orang tua harus memastikan anak tetap memperoleh nutrisi-nutrisi tersebut di luar waktu puasa, terutama saat sahur. Di samping itu, jangan paksakan anak berpuasa, apalagi jika kondisinya sedang tidak sehat. Ajarkan anak berpuasa dengan cara yang baik dan bertahap.