Penulis: dr. Atika (Redaksi Klikdokter.com)

Pengobatan teratur penting untuk dilakukan guna mengontrol gejala lupus pada anak. Terapkan berbagai kebiasaan berikut agar gejala lupusnya tak mudah kambuh.

Lupus merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Tak mengenal usia, anak-anak juga dapat terkena penyakit ini. Pada anak penderita lupus, sistem imun tubuhnya akan mengalami kelainan, sehingga menyerang jaringan normal tubuh. Dalam kondisi ini, antibodi sebagai zat pertahanan tubuh justru menyebabkan kerusakan di hampir semua organ, misalnya ginjal, kulit, sel darah, hingga sistem saraf.

Lupus Foundation of America memperkirakan ada sekitar 5 juta orang di dunia yang menderita penyakit lupus. Di Indonesia sendiri, Yayasan Lupus Indonesia menyebutkan bahwa terdapat 12.700 orang dengan lupus. Data tahun 2012 ini meningkat setelah satu tahun kemudian, hingga mencapai 13.300 jiwa penderita lupus.

Hal yang mengherankan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa 90 persen penduduk Amerika Serikat yang menderita penyakit lupus berjenis kelamin wanita. Usia yang banyak terdiagnosis lupus adalah usia remaja awal.

Jangan sampai terlambat mengenali gejalanya

Lupus termasuk sebagai penyakit yang paling sulit untuk diprediksi. Gambaran penyakitnya pun bisa memengaruhi hampir semua organ, sehingga menimbulkan gejala yang membingungkan. Bahkan, pada beberapa kasus penyakit lupus bisa menggerogoti tanpa gejala sama sekali. Namun saat gejala akut muncul, keluhan berat akan langsung muncul dan melemahkan kondisi anak.

Beberapa anak penderita lupus memiliki gejala yang jelas, misalnya demam, ruam wajah berbentuk kupu-kupu, nyeri di berbagai sendi, dan gangguan ginjal.

Namun, ada pula yang merasakan gejala yang sangat tidak khas seperti badan lemas, tidak bertenaga, terus menerus merasa lelah atau nyeri yang hilang kemudian timbul secara bergantian di tubuh. Selain itu, ada pula kasus penyakit lupus yang ditandai oleh adanya darah pada urine anak.

Untuk memastikan adanya penyakit lupus, pemeriksaan laboratorium akan sangat membantu. Apalagi, mengingat gejalanya yang sangat bervariasi. Bila Anda melihat si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter.

Karena cukup banyak kasus penyakit lupus terlambat diketahui, sehingga anak telah mengalami gangguan organ dalam yang berat.

Bila ternyata anak terbukti mengidap penyakit lupus, maka obat harus diberikan secara rutin. Dalam tahap ini orang tua berperan besar untuk memastikan anak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Sebab, lupus dapat menjadi penyakit yang berat hingga mengancam nyawa.

Ajak si Kecil melakukan kebiasaan ini

Meskipun lupus dapat membahayakan nyawa, jangan langsung berputus asa bila anak terdiagnosis lupus. Anak penderita lupus tetap dapat menjalani hidup yang normal dan bahagia. Selain dengan rutin mengonsumsi obat, menjaga kondisi tubuh secara umum juga penting untuk mencegah flare.

Flare adalah kondisi kekambuhan akut, di mana gejala lupus mendadak muncul dan langsung berat. Misalnya, secara mendadak anak merasa lebih sakit, lebih lemah, dan persendian terasa nyeri. Jika hal ini terjadi, pencegahan atas kambuhnya gejala tersebut harus diupayakan.

Lakukan berbagai kebiasaan berikut secara teratur untuk menghindari kekambuhan akut lupus pada anak:

1.       Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Kelengkapan nutrisi berupa sumber karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin dan mineral harus tercukupi untuk menjaga tubuh anak tetap fit. Sebab, sumber energi dan zat-zat pengganti sel tubuh yang rusak didapat dari makanan.

Sumber karbohidrat yang baik untuk dipilih misalnya karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan gandum. Hindari mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh. Konsumsilah banyak sayur dan buah-buahan.

Mengenai pilihan makanan, seorang anak penderita lupus dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan. Tidak ada pantangan khusus bagi penderita lupus.

Namun bila anak mengalami kerusakan ginjal yang berat, dokter akan menyarankan anak untuk membatasi konsumsi sumber protein guna mencegah timbulnya beban berlebihan bagi ginjal.      

       Cukup istirahat

Istirahat yang cukup akan mengembalikan energi anak yang terpakai selama seharian penuh. Hal ini penting bagi anak penderita lupus, karena kondisi kelelahan dan kurang tidur dapat menimbulkan munculnya gejala lupus yang mendadak dan berat.

3.       Olahraga rutin

Ajak si Kecil melakukan aktivitas fisik secara rutin, misalnya 2–3 kali seminggu. Dengan durasi minimal selama 30 menit, stamina anak penderita lupus akan meningkat.

Sesuaikan pilihan olahraga yang Anda tawarkan dengan usia dan kondisi anak. Konsultasikan juga hal ini dengan dokter. Hal yang terpenting, anak harus merasa aman dan nyaman saat berolahraga.

Berhati-hati jugalah dalam menentukan intensitasnya. Jangan lakukan olahraga yang terlalu berat, apalagi saat flare sedang muncul. Jenis olahraga yang dipilih dapat berupa olahraga aerobik seperti joging, bersepeda, dan berenang.

4.       Menjalankan gaya hidup sehat

Ajarkan anak untuk menerapkan gaya hidup sehat agar gejala lupus tidak mudah kambuh. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah menghindari asap rokok, minuman mengandung alkohol, serta obat-obatan terlarang.

5.       Hindari Stres

Stres dan beban pikiran yang berlebihan dan tidak dapat ditangani juga dapat menimbulkan flare. Untuk itu, kontrol emosi dan ketenangan pikiran juga dibutuhkan oleh penderita lupus. Kelola mood si Kecil dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang menyenangkan.

6.       Lindungi dari paparan sinar matahari secara langsung

Para ahli reumatologi menyarankan anak penderita lupus untuk menjauhi sinar matahari secara langsung dalam jumlah yang berlebihan. Sebab, sinar ultraviolet dicurigai dapat menimbulkan kekambuhan. Bila tidak terhindarkan, pemakaian tabir surya, topi, atau pakaian yang tertutup juga dapat menjadi pelindung.

 Memprediksi kondisi anak penderita lupus memang tak mudah. Namun, dengan melakukan pengobatan yang rutin dan perubahan gaya hidup untuk mencegah kekambuhan, kondisi anak penderita lupus dapat terkontrol. Dengan demikian, anak tetap dapat mengikuti sekolah, melakukan berbagai aktivitas dan bermain dengan teman-temannya dengan ceria.