Salah satu penyebab peningkatan kasus COVID-19 adalah penularan dari orang terdekat. Waspadai klaster keluarga, lindungi kesehatan anak Anda!

Sampai saat ini, dunia masih berperang melawan virus corona penyebab COVID-19. Salah satu hal yang membuat sulitnya penanganan penyakit mematikan tersebut adalah orang tanpa gejala (OTG), yang dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain, termasuk keluarganya.

Klaster keluarga terjadi ketika salah satu anggota keluarga menjadi sumber penularan virus corona.

Waspada, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Jangan abai, dan mulailah melakukan upaya untuk melindungi buah hati Anda sekarang juga!

Waspadai Klaster Keluarga, Anak Juga Bisa Terdampak

Merebaknya klaster keluarga di banyak tempat merupakan ancaman, tak terkecuali untuk anak.

Mereka yang belum masuk kategori orang dewasa sangat rentan terinfeksi ketika ada anggota keluarga yang bekerja di luar rumah dan pulang dengan membawa virus corona.

Salah satu gejala COVID-19 pada anak yang tergolong sering ditemukan berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, dan tidak enak badan. Gejala yang samar-samar ini membuat diagnosis menjadi lebih sulit ditegakkan.

Di Indonesia, angka kematian (case fatality rate) anak akibat COVID-19 masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan negara lain.

Case fatality rate anak akibat COVID-19 di Indonesia berada pada kisaran 0,9 persen, sedangkan di Amerika Serikat 0,02 persen.

Apakah Anak Butuh Proteksi Lebih?

Risiko anak tertular COVID-19 akibat klaster keluarga memang tergolong tinggi. Meski demikian, bukan berarti Anda hanya pasrah dan menerima keadaan begitu saja.

Akan lebih baik jika setiap orang di rumah termasuk anak melakukan berbagai upaya pencegahan. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda jadikan panduan.

  1. Bina Komunikasi yang Baik dan Berikan Penjelasan
    Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan virus corona di dalam rumah adalah dengan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota keluarga, termasuk anak.
    Berikan penjelasan akan pentingnya penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang baru, sesuai dengan protokol yang berlaku. Tumbuhkan semangat untuk menerapkan protokol tersebut, karena segalanya dimulai dari diri sendiri.
  2. Jangan Lupakan Kebersihan
    Pastikan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer secara berkala.
    Berikan penjelasan tentang kebiasaan menjaga kebersihan tangan guna mencegah penularan virus corona.
    Jika ada anggota keluarga yang bekerja di luar, pastikan pula agar mereka tetap memperhatikan kebersihan selama beraktivitas.
    Penggunaan masker sepanjang waktu, menjaga jarak, dan mencuci tangan berkala merupakan kunci pencegahan virus mematikan ini.
  3. Gunakan Masker Meski Hanya Keluar Sebentar
    Anak mungkin merasa tidak nyaman dengan penggunaan masker. Namun, masker adalah cara yang efektif untuk menurunkan risiko penularan penyakit, termasuk COVID-19.
    Jadi, pastikan anak dan anggota keluarga lainnya menggunakan masker saat keluar rumah, meski tempat yang dikunjungi letaknya berdekatan dan terlihat sepi dari kerumunan.
  4. Penuhi Kebutuhan Gizi Anak
    Gizi anak merupakan modal utama untuk memiliki daya tahan tubuh prima. Karena itu, jangan anggap sepele asupan makanan anak Anda.
    Pastikan ada asupan karbohidrat kompleks, seperti gandum atau beras merah. Jangan lupakan buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak.
    Selain itu, susu juga tidak boleh ketinggalan. Susu merupakan salah satu minuman kaya gizi yang dapat menjadi pilihan utama untuk membantu mengoptimalkan daya tahan tubuh anak sekaligus menunjang proses tumbuh kembangnya.