Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Bulan Ramadan tahun ini, dimaknai sebagai saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan keluarga, apalagi di masa pandemi yang mengharuskan semua anggota keluarga dirumah saja. Orangtua bisa mengenalkan konsep ibadah yang menyenangkan bagi anak-anaknya, terutama bagi anak yang baru saja belajar mengenai konsep puasa dan ibadah Ramadan. Selain konsep beribadah, kegiatan lain yang seru dan menyenangkan juga bisa diberikan pada anak, sambal menunggu waktu berbuka puasa. Nah apa saja yang bisa dilakukan bersama anak dirumah?

 

1. Buatlah jadwal kegiatan harian bersama anak. Hal ini penting dilakukan, karena anak-anak perlu mengetahui rutinitas yang akan dilakukan agar lebih terarah. Beberapa anak yang seringkali sulit diatur, umumnya karena orangtua kurang konsisten dalam menerapkan jadual harian. Masukkan aktivitas beribadah dan bermain dalam jadwal harian ini.

 

2. Bermain tebak-tebakan dengan anak sebagai salah satu kegiatan yang menyenangkan. Contohnya dengan menstimulasi anak untuk bisa menerka mengenai nama-nama surat pendek, huruf hijahiyah atau lagu-lagu islami. Hal ini selain merangsang kemampuan berpikir juga menambah wawasan keagamaan anak.

 

3. Mengajak anak menyiapkan hidangan pembuka. Selain mencoba resep baru bersama, sambil mengajaknya berkomunikasi, anak juga bisa diajarkan untuk menyiapkan dan menata peralatan makanan dimeja makan. Hal ini melatih kemampuan koordinasi, komunikasi, kreativitas dan kerjasama orangtua dan anak

 

4. Membaca buku bersama. Untuk anak yang belum bisa membaca, orangtua dapat membacakan buku cerita dengan beragam tema, mulai dari keagamaan atau pun yang terkait dengan nilai-nilai sosial. Sebaliknya jika anak sudah bisa membaca, berikan kesempatan padanya untuk membaca buku dan kemudian ajak anak untuk menceritakan kembali isi cerita.

 

5. Latihan keterampilan hidup yang sesuai dengan usianya. Walaupun sedang berpuasa, anak tetap perlu diajarkan mengenai kegiatan untuk mengembangkan keterampilannya, melalui aktivitas domestik yang menyenangkan, misalnya belajar menyapu sambil mendengarkan lagu-lagu yang bersemangat.

 

6. Bermain puzzle, lego, block atau permainan papan (game board) bersama dengan anggota keluarga sambil menunggu waktu berbuka. Selain mengasah keterampilan motorik halus, kemampuan komunikasi, kerja sama dan juga akan mendekatkan antar anggota keluarga

 

7. Lakukan aktivitas fisik yang ringan untuk mengisi waktu dan menjaga tubuh agar tetap bugar walaupun sedang beribadah puasa, misalnya saja yoga bersama anak atau mengajarkan relaksasi pernafasan.

 

8. Setelah beraktivitas beribadah bersama, luangkan waktu untuk mengevaluasi perasaan dan kegiataan anak setiap harinya. Hal ini akan membuat anak merasa diperhatikan kehadirannnya. Jangan lupa berikan apresiasi dengan kalimat pujian lisan ataupun non lisan untuk meningkatkan motivasi mengulang perbuatan positif.

Baca Juga