Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Tidak semua anak terlahir sebagai anak pemberani dan percaya diri. Ada sebagian dari anak-anak yang mudah merasa cemas, takut atau kurang berani dalam mencoba segala sesuatu. Peran orang tua dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk bisa menstimulasi anak agar tumbuh menjadi anak yang tenang dan lebih percaya diri. Berikut ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan orang tua untuk membantu anak:

 

Membangun Kepercayaan Dengan Anak

 Hal yang paling utama dibangun oleh orang tua dan anak adalah unsur kepercayaan.  Hubungan yang lekat antara orang tua dan anak sejak kecil adalah kondisi yang ideal untuk membentuk anak menjadi pribadi yang lebih tenang dan percaya diri. Ia paham bahwa ketika ia lapar, haus atau merasa kedinginan, ia meyakini bahwa akan ada orang tuanya yang akan menjamin ketersediaan kebutuhannya. Proses pembentukan kelekatan ini juga tidak instan. Jalinan hubungan yang akrab dengan anak, bagaimana orang tua menerima anak, memahami kebutuhan anak dan bersedia untuk mendengarkan anak.

Keterikatan ini tidak hanya penting bagi orang tua dan anak-anak untuk mengembangkan hubungan yang sehat. Bagaimana anak menghayati hubungan mereka dengan orang tua, emosi yang mereka rasakan terhadap orang tuanya, dan pengalaman yang dimiliki anak-anak dengan orang tuanya menjadi kerangka untuk hubungan yang akan berpengaruh di masa yang akan datang.

Bisa dibayangkan jika anak-anak tumbuh tanpa ikatan, kepercayaan, dan rasa aman. Mereka belajar bahwa orang lain tidak bisa dipercaya. Anak-anak dengan rasa tidak aman mengalami kecemasan perpisahan yang signifikan ketika orang tua pergi. Anak anak yang tumbuh tanpa rasa aman umumnya nanti akan menjadi orang dewasa yang kurang bisa mengekspresikan emosi dengan positif, menghindari hubungan yang akrab dengan orang lain dan biasanya juga takut akan penolakan. Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dan besar dari orang tua yang memiliki keterikatan dan dekat secara emosi dengan anak, umumnya akan tumbuh menjadi anak yang bahagia, dewasa yang sehat secara kejiwaan, memiliki harga diri yang tinggi dan mampu untuk mengekspresikan emosi dengan positif.

 

Pahami Bahwa Setiap Anak Itu Unik

Anak-anak memiliki temperamen, suasana hati, gaya emosional, dan kebutuhan yang berbeda. Mereka biasanya akan mengirimkan sinyal kepada orang tuanya baik dengan perilaku, perkataan atau reaksi emosi untuk mengingatkan orang tua bahwa mereka membutuhkan perhatian. Untuk itu orang tua diharapkan untuk lebih peka dan jeli terhadap kebutuhan setiap anak.  Diharapkan orang tua memiliki waktu berkualitas dengan setiap anak untuk menjalin kelekatan dan juga lebih memahami karakter setiap anak misalnya saja mengajaknya bermain bersama. Anak yang merasa dipahami umumnya akan merasa lebih aman secara psikologis.

 

Bersikap Konsisten

Pentingnya konsistensi akan membangun keterikatan dan kedekatan yang aman, karena anak meyakini bahwa orang tuanya selalu ada untuk mereka. Ketidakkonsistenan dalam pola mengasuh akan mengakibatkan ketidakteraturan yang akan mempengaruhi kondisi psikologisnya. Jika dirinya hidup dalam ketidakteraturan, biasanya mereka akan lebih mudah cemas karena tidak mampu memperkirakan apa yang akan terjadi kemudian. Sebaliknya, ketika anak-anak melihat orangtua bersikap konsisten dalam menampilkan emosi, perilaku, dan bereaksi terhadap mereka, anak merasa lebih nyaman dan aman sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang sehat.