Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Setiap keluarga memiliki cara mengasuh dan gaya yang berbeda dalam mendidik anak-anaknya. Setiap pendekatan pengasuhan yang dilakukan orangtua, akan berdampak bagi tumbuh kembang anak. Playful parenting adalah istilah pengasuhan yang diinisiasi oleh seorang psikolog dan penulis buku yang bernama Lawrence J. Cohen. Ia mendefinisikan playful parenting sebagai suatu konsep mengasuh dimana orangtua terlibat langsung dalam kegiatan bermain anak, fokus pada hubungan yang terjalin selama kegiatan bermain dan anak yang memimpin permainan.

Mengapa playful parenting disarankan?

Bermain adalah dunia anak. Dengan bermain anak mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan, sehingga ada proses belajar yang dialami oleh anak. Bermain juga dapat mengurangi ketegangan anak, mendorong munculnya hormone rasa senang sehingga anak dapat terbebas dari permasalahan sosial emosional. Selain bermain bersama orangtua juga akan melekatkan hubungan anak dan orangtunya. Kedekatan emosi yang terjalin, nantinya akan membuat anak merasa yakin dengan dirinya karena merasa ada yang selalu memberikan dukungan. Fakta tentang bermain juga berhubungan dengan proses pemulihan permasalahan psikologis seperti trauma, kecemasan, psikosomatis, gangguan konsentrasi, hubungan dengan teman sebaya dan lain sebagainya.

Bagaimana menjadi orangtua yang playful?

  1. Memahami dunia anak
    Orangtua yang playful memahami, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Orangtua paham bahwa tugas dan pekerjaan utama anak dimasa kanak-kanak mengeksplorasi dunianya dengan aktivitas bermain.

  2. Berikan kesempatan anak yang memimpin permainan
    Dalam aktivitas bermain, usahakan anak terlibat aktif dan senantiasa memimpin permainan. Bukan sebaliknya selalu diarahkan atau dipaksa oleh orangtua memainkan suatu alat permainan. Jika dalam aktivitas bermain anak merasa ada keharusan atau keterpaksaan serta ada tuntutan berlebihan, tentu anak merasa tidak bebas berekspresi atau menjelajah lingkungan. Orangtua playful menyadari hal ini, mau terlibat dalam aktivitas anak saat main tetapi sekaligus mengawasi anak.

  3. Paham akan kebutuhan anak
    Orangtua yang playful, paham akan kebutuhan anaknya. Ia mampu mendeteksi keadaan anak baik secara fisik dan psikologis. Ketika anak dalam keadaan kurang nyaman, orangtua playful akan memberikan atensi dan perhatian pada anak serta memberikan penguatan pada anak. Kebutuhan akan kesempatan bermain juga menjadi perhatian playful parent, sehingga ketika ia paham anak sedang kurang nyaman maka interaksi bermain menjadi sarana yang dimanfaatkan untuk melepaskan ketidaknyamannya tersebut.

  4. Melihat hal positif pada anak
    Orangtua yang playful mampu untuk melihat hal-hal positif dalam diri anak. Ia memanfaatkan sisi positif anak untuk mendorong munculnya perilaku baik lainnya. Orangtua playful sebisa mungkin menghindari hukuman, sebaliknya melakukan pendekatan dengan memberikan pilihan konsekuensi yang disepakati bersama anak.

  5. Gunakan bermain sebagai strategi mengasuh
    Ada kalanya rencana kegiatan anak sehari-hari tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Untuk mengatasinya gunakan bermain untuk menjaga dan membangkitan suasana hati yang positif. Bermain secara spontan misalnya berkejar-kejaran atau bermain perang bantal, umumnya hal tersebut akan memberikan energi yang positif pada anak.

  6. Bersikap humoris dan apa adanya
    Anak-anak sangat menyenangani hal-hal lucu dan menyenangkan. Buang jauh-jauh gengsi untuk melontarkan cerita yang lucu atau melakukan tindakan yang dapat memancing tawa anak-anak. Hal itu akan menciptakan rasa bahagia pada anak.

 

Nah, bagaimana, Moms? Menyenangkan ya menjadi orangtua yang playful dan penuh ide bermain bersama anak. Selamat mengasuh ya, Moms!