dr. Fiona Amelia, MPH (redaksi Klikdokter)

Anak mimisan dan terkulai lemah? Jangan panik. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut ini.

Mimisan sering ditemui pada anak berusia 2 hingga 10 tahun. Meski kelihatannya menakutkan, sesungguhnya, anak mimisan jarang disebabkan oleh sesuatu yang serius. Faktanya, dari seluruh kasus mimisan, hanya 6 persen yang membutuhkan pertolongan medis.

Mimisan pada anak

Kecenderungan anak mengalami mimisan biasanya tampak dalam riwayat keluarga. Tetapi, tak sedikit anak yang mengalaminya tanpa sebab yang jelas. Karena pembuluh-pembuluh darah kecil dalam hidung—apalagi pada anak—sangat rentan mengalami kerusakan atau perlukaan minor.

Mimisan biasanya muncul tiba-tiba, dan tampak sebagai keluarnya darah melalui salah satu lubang hidung. Bila anak mimisan di malam hari, darah dapat tertelan saat tertidur, kemudian akan dimuntahkan saat terbangun atau dikeluarkan saat buang air besar.

Pada sebagian besar anak yang mimisan, perdarahan akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 5–10 menit.

Penyebab anak mimisan

Pada anak, mimisan kerap disebabkan oleh hal-hal yang tampak sepele, seperti mengorek hidung atau akibat dari benda asing yang dimasukkan ke dalam hidung.

Mimisan juga lebih mungkin terjadi saat anak sedang mengalami pilek akibat infeksi. Biasanya, anak akan berusaha mengeluarkan ingusnya dengan keras. Hal ini dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung bagian depan (anterior).

Penyebab mimisan lainnya yakni suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin. Pada kondisi ini, hidung bagian dalam anak bisa menjadi lebih kering dan mudah terluka. Hal yang sama juga bisa terjadi bila anak memiliki rinitis alergi, yakni salah satu bentuk alergi yang membuat penderitanya kerap bersin di pagi hari.

Mimisan yang disebabkan oleh hal-hal di atas biasanya hanya terjadi sesekali dan berlangsung dalam waktu singkat. Kalaupun berulang, tidak dalam waktu yang berdekatan.

Bila mimisan sering berulang dan terjadi lebih dari 8–10 menit, Anda perlu mencurigai adanya penyakit kronis seperti fibrosis kistik atau gangguan pembekuan darah pada anak.

Cara menghentikan mimisan

Saat anak mimisan, hal pertama yang harus dilakukan yakni tetap tenang dan jangan panik. Sebab, anak mampu menangkap reaksi dan emosi Anda. Bila Anda panik, ia pun akan panik, gelisah, dan rewel. Kondisi ini bisa berbahaya, karena darah dapat masuk ke jalan napas dan menimbulkan sumbatan.

Atur napas, tenangkan diri, dan lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghentikan darah yang keluar dari hidung si Kecil.

Sambil duduk atau berdiri, posisikan tubuh anak sedikit condong ke depan. Jangan biarkan anak bersandar, karena akan membuat darah mengalir ke arah tenggorokan dan memicu refleks muntah.

Hindari menyumbat hidung dengan tisu, kain atau benda lainnya untuk menghentikan perdarahan.

Tekan kedua cuping hidung anak dengan jari Anda atau gunakan kompres dingin bila ada. Tekan selama 10 menit dan jangan sampai terlepas. Hindari keinginan untuk melihat apakah masih ada darah yang keluar selama melakukan penekanan, agar perdarahan betul-betul berhenti.

Selama Anda menekan hidungnya, minta anak bernapas melalui mulut. Bila ludah terlihat bercampur darah, sebaiknya dikeluarkan dan jangan ditelan, karena dapat menyebabkan mual dan tersedak.

Bila langkah-langkah di atas telah dilakukan dan setelah 10 menit masih terjadi perdarahan, tekan ulang kedua cuping hidung selama 10 menit. Bila kemudian perdarahan masih tetap terjadi, segera hubungi dokter atau bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.

Bagi Anda yang memiliki bayi atau anak berusia di bawah 2 tahun, segera temui dokter bila mimisan terjadi, terlebih bila anak tampak pucat, berkeringat atau tidak menunjukkan respon. Hal yang sama juga harus segera Anda lakukan bila mimisan terjadi akibat pukulan atau cedera pada kepala.

Pada dasarnya, sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan dapat berhenti sendiri setelah dilakukan pertolongan pertama. Namun, bila perdarahan cenderung hebat atau berulang pada kedua lubang hidung, maka diperlukan evaluasi lebih lanjut. Ada kemungkinan, anak mimisan perlu menemui dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT) yang ahli menangani kasus mimisan pada anak.