Oleh : dr. Dyah Novita Anggraini

Penyakit mata dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Jika tidak segera ditangani bisa membahayakan penglihatan anak.

Mata merupakan salah satu panca indra yang vital, jika ada penyakit yang menyerang mata tentunya akan mengganggu daya penglihatan terutama jika terjadi pada anak–anak.

Berikut terdapat beberapa penyakit mata yang sering menyerang anak yang perlu Anda waspadai:

Konjungtivitis
Ini adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu suatu membran bening yang menutupi bagian putih dan permukaan kelopak mata bagian dalam. Konjungtivitis terbagi menjadi beberapa jenis tergantung dari penyebabnya, seperti berikut:

  • Konjungtivitis bakteri
    Konjungtivitis jenis ini disebabkan infeksi bakteri seperti Staphylococcus, Streptococcus atau Haemophilus. Bakteri-bakteri ini dapat berasal dari kulit penderita itu sendiri, dari saluran pernapasan bagian atas, atau diperoleh dari orang lain yang menderita konjungtivitis. Pada anak, kondisi ini sering terjadi akibat paparan dari orang lain yang berada di sekitarnya. Gejalanya akan terlihat kedua mata yang lengket karena terdapat belek yang dapat bewarna kekuningan.

  • Konjungtivitis virus
    Konjungtivitis jenis ini disebabkan oleh virus adenovirus dan mudah menular dari penderitanya ke orang lain. Gejalanya akan terlihat kelopak mata membengkak, mata merah dan berair terkadang disertai gejala pilek pada anak.

  • Konjungtivitis alergi
    Konjungtivitis ini disebabkan faktor pemicu alergi –seperti tungau, debu, serbuk sari atau udara. Gejalanya terlihat anak sering mengucek mata karena gatal dan disertai mata kemerahan.

  • Konjungtivitas iritan
    Konjungtivitis ini disebabkan paparan bahan kimia yang tanpa sengaja mengenai mata dan menimbulkan reaksi. Gejalanya mata merah dan gatal.



Agar terhindar dari penyakit ini, Anda perlu rutin mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah bermain. Jika anak Anda memiliki salah satu dari gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata agar mendapatkan penanganan yang optimal.

Penyumbatan kelenjar air mata.
Kelainan penyumbatan kelenjar air mata dapat terjadi pada bayi baru lahir dengan gejala mata anak sering belekan.

Normalnya, sebelum anak mencapai usia tujuh bulan, saluran air mata dapat terbuka sempurna. Dengan demikian kotoran dan air mata dapat mengalir tanpa kendala. Untuk membantu membuka saluran air mata, Anda dapat membantunya dengan memijat area mata sebanyak tiga kali sehari menggunakan jari tangan yang sudah dibersihkan sebelumnya.

Pijatan ini dapat membantu membuka saluran air mata yang tersumbat. Jika pijatan rutin pada area mata tidak membantu, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kelainan Refraksi
Kelainan refraksi pada anak, seperti myopia –di mana anak tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh. Saat ini banyak anak yang menderita myopia karena sudah terpapar secara terus menerus layar gawai sejak usia dini.

Gejala yang dapat Anda lihat dari kelainan ini adalah anak sering menyipitkan matanya saat melihat objek dari jarak jauh.

Ambliopia
Ambliopia atau mata malas terjadi karena penurunan ketajaman penglihatan akibat dari rangsangan pada salah satu mata yang berkurang. Kondisi ini membuat anak akan memproses informasi visual dari satu mata yang dominan.

Gejalanya adalah kedua mata anak tidak bergerak bersamaan, anak cenderung memiringkan kepala untuk melihat sesuatu dan kelopak mata anak terlihat turun. Jika anak memiliki keluhan seperti ini, segeralah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menghindari kehilangan penglihatan mata anak secara permanen.

Strabismus atau mata juling
Mata juling dalam dunia kedokteran dinamakan strabismus, yaitu suatu kondisi di mana kedua mata tidak tertuju pada satu objek yang menjadi pusat perhatian secara bersamaan. Gejala yang dapat dilihat oleh Anda adalah mata tidak bergerak ke arah yang sama di saat bersamaan,salah satu mata akan menyipit atau menutup saat terpapar matahari.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab mata juling. Meski demikian, kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan faktor genetika dan risikonya meningkat pada kelahiran premature, penderita down syndrome dan pasien dengan riwayat cedera kepala.

Jika anak Anda memiliki gejala mata juling, segera periksakan ke dokter mata. Menunda pemeriksaan dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada anak Anda.

Banyak penyakit yang mengintai anak sejak kecil para orang tua perlu memerhatikan kesehatan mata mereka. Menjaga kesehatan mata anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Rutin memeriksakan mata anak Anda, setidaknya dua tahun sekali, agar penyakit mata dapat terdeteksi secara dini. Bila terdapat gangguan, maka dapat segera ditangani dengan optimal.
  • Memberikan asupan nutrisi untuk kesehatan mata anak dengan memperbanyak asupan sayur dan buah. Beberapa yang baik untuk kesehatan mata antara lain wortel, tomat, sayuran hijau yang kaya akan akan vitamin A, vitamin E dan lutein. Selain itu ikan salmon, ikan tuna, dan udang yang kaya akan omega-3 juga baik untuk kesehatan mata anak.

Demikianlah berbagai jenis penyakit mata yang sering menyerang anak. Sebagai orang tua, Anda perlu waspada jika anak mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas. Agar anak tetap terjaga kesehatan matanya, berikan ia asupan makanan bergizi dan jauhkan dari penggunaan gawai yang berlebihan.