Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Arus globalisasi semakin pesat, membuat gaya hidup berubah. Cara berkomunikasi pun juga menjadi dinamis. Termasuk gaya orang tua mengasuh anak juga berubah. Di Era digital saat ini, orang tua dituntut untuk menyesuaikan cara mendidik anak sehingga lebih mudah diterima oleh anak. Mengapa demikian? Karena anak-anak di zaman milenium, sejak lahir sudah mengenal perangkat digital dan berinteraksi dengan peralatan digital. Oleh Marc Prensky, anak-anak ini dikenal dengan istilah Digital Native (2001). Mereka sering pula disebut Gen-Z, I-Net, Net Generation atau Screen Agers. Mereka terbiasa oleh layar sentuh, gawai, telepon pintar, tablet dan internet.

 

Dengan karakteristik tersebut, tentu membuat anak-anak digital ini menjadi lebih canggih dibandingkan orang tuanya. Banyak sekali orang tua yang terkejut dengan perkembangan anaknya, baik secara positif ataupun negatif. Sebagian orang tua merasakan dampak positif dari teknologi pada anak antara lain pengetahuan semakin luas, anak pun mampu kembangkan daya kreasi dan imajinasi, memudahkan komunikasi dalam keluarga dan mengasah kemampuan analisa dan strategi berpikir terutama untuk permainan edukatif.

 Di sisi lain, ternyata banyak sekali dampak negatif yang harus diwaspadai orang tua antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tayangan dengan muatan pornografi yang tidak sesuai dengan usia dan kemampuan mental anak.
  • Cyberbullying atau munculnya intimidasi atau pelecehan pada anak yang dialami melalui media sosial.
  • Kekerasan dalam online games yang tidak terstruktur, sehingga menimbulkan pemahaman bahwa kekerasan adalah hal yang biasa dalam menyelesaikan masalah.
  • Rumors atau berita-berita yang menimbulkan ketakutan, seperti  kasus-kasus kriminalitas yang muncul pada tayangan-tayangan televisi yang membuat ketakutan pada anak.
  • Kecanduan atau ketagihan pada online games membuat anak menjadi malas berkegiatan, enggan untuk tidur dan makan.
  •  Penurunan prestasi belajar karena kehilangan konsentrasi, akibat kecanduan games dan kehilangan minat belajar.
  • Menyendiri atau menolak untuk berinteraksi di luar rumah karena lebih senang bermain-main dengan teman yang berada di dunia maya.
  • Kehilangan jati diri karena anak menjadi pengikut dari budaya luar atau asing, sehingga seringkali membuat mereka kurang menghargai   budaya lokal.
  • Anak menjadi korban dari Predator Online atau pelaku kejahatan seksual yang mengintai melalui sosial media anak.

 

Tips Menjadi Orang tua yang Cerdas di Era Digital

Jadilah orangtua yang mau belajar

      Tidak perlu menguasai teknologi canggih, namun perlu bersikap terbuka pada perkembangan teknologi dan memperbaharui diri dengan informasi terkini mengenai teknologi.

       Memonitor penggunaan gadget anak

Hal ini untuk menghindari anak dari kecanduan games atau internet. Monitor berapa lama waktu yang digunakan anak, jam berapa saja anak memanfaatkan waktu untuk belajar dan menggunakan perangkat teknologi, apa saja konten yang dilihat oleh anak menjadi penting untuk di kontrol orang tua.

Komunikasi terbuka dan efektif

Sikap kritis anak, perlu disikapi dengan kemampuan komunikasi orang tua yang tepat. Anak tidak diancam, melainkan diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Orang tua mendengarkan dan memberikan feedback. Contohnya, menginfokan mengenai apa itu pendidikan seksualitas dan juga etika dalam menggunakan teknologi.

Menjadikan teknologi sebagai sarana belajar anak

Orang tua menuntun anak untuk dapat memanfaatkan teknologi dengan tepat sebagai sarana belajar, menambah pengetahuan, berkreasi dan mengembangkan daya imajinasi.

Pelajari tentang media sosial

Orang tua perlu belajar mengenai ragam media sosial dan melakukan jelajah pada media sosial, sehingga orang tua dapat memberikan informasi yang tepat tentang pemanfaatan media sosial yang benar.

6.     Membuat aturan penggunaan gadget yang disepakati bersama

       Jadi teladan atau role model

     Orang tua perlu memberikan contoh pada anak mengenai keseimbangan penggunaan gawai dalam kehidupan. Yuk, jadi orang tua yang cerdas di era digital saat ini.