dr. Caessar Pronocitro, Sp.A (redaksi Klikdokter)

Sistem kekebalan tubuh anak masih belum sempurna. Karenanya, ia lebih rentan terserang penyakit saat musim hujan tiba.

Sudah menjadi kepercayaan turun-temurun, bahwa musim hujan datang bersama beragam penyakit. Tak heran, seluruh anggota keluarga diimbau untuk lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan selama musim hujan. Imbauan ini khususnya anak, karena mereka yang paling rentan terserang penyakit saat musim hujan tiba.

Namun, bagaimana pandangan medis mengenai hal tersebut? Apakah benar di musim hujan anak lebih mudah sakit? Jawabannya: tidak. Musim hujan tidak menyebabkan penyakit. Faktanya, sebagian besar penyakit yang terjadi saat musim hujan tiba disebabkan oleh virus.

Ada beberapa penjelasan terkait anggapan bahwa di musim hujan anak mudah terjangkit penyakit, yaitu:

·         Saat musim hujan, anak-anak maupun orang dewasa cenderung lebih banyak berada di dalam ruangan bersama-sama. Kepadatan di satu lokasi ini meningkatkan risiko transmisi virus dari satu orang ke orang lainnya.

·         Saat suhu dingin, udara cenderung memiliki kelembapan yang rendah atau bersifat kering. Hal tersebut membuat virus menjadi lebih mudah berpindah tempat.

·         Sistem kekebalan tubuh bekerja lebih lemah pada suhu dingin.

Berbagai faktor tersebut memberikan penjelasan mengapa pada musim hujan penyakit lebih mudah menjangkiti anak-anak.

Penyakit langganan musim hujan

Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menjangkiti anak saat musim hujan tiba:

·         Selesma

Saat anak mulai menunjukkan gejala demam yang disertai hidung tersumbat, batuk, dan nyeri saat menelan, bisa jadi ia terjangkit selesma. Penyakit ini disebabkan oleh virus, sifatnya ringan, dan akan sembuh sendiri.

Pada umumnya, seorang anak dapat mengalami selesma sebanyak 8 hingga 10 kali dalam setahun. Supaya lekas sembuh, anak membutuhkan istirahat dan pemberian cairan yang cukup. Selesma akan sembuh dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari.

·         Diare

Perubahan frekuensi dan konsistensi buang air besar adalah gejala diare yang sering dijumpai pada anak. Pada kasus ini, tinja menjadi cair dan anak bisa mengalami dehidrasi, apalagi jika disertai muntah. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat berakibat fatal jika tidak segera ditindak.

Penyebab diare yang paling sering adalah virus. Pemberian cairan selama terjangkit penyakit ini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

·         Demam berdarah

Penyakit ini juga disebabkan oleh virus, yakni virus dengue. Demam yang mendadak tinggi selama kurang lebih tiga hari, serta beberapa gejala –seperti nyeri otot, muntah-muntah, dan timbulnya bercak–bercak di kulit dapat menjadi penanda agar orangtua mulai waspada terhadap demam berdarah. Pemeriksaan dan penanganan oleh dokter akan menghindarkan anak dari gejala yang lebih berat atau berbahaya.

Berbagai penyakit di atas dapat dihindari apabila sistem kekebalan tubuh anak berada pada kondisi yang optimal. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, di antaranya:

·         Cukupi kebutuhan nutrisi anak

Nutrisi yang lengkap dapat dipenuhi dengan memberikan makanan yang bervariasi. Ini karena tidak ada satu makanan pun yang mengandung berbagai zat gizi secara lengkap. Maka, dibutuhkan kombinasi berbagai jenis makanan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak.

Beberapa nutrisi penting yang dapat menjaga daya tahan tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, serta mineral banyak terkandung dalam buah maupun sayuran.

·         Pastikan anak tidak kekurangan cairan

Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas cairan. Supaya fungsi-fungsi berbagai sistem tubuh berjalan baik, termasuk kekebalan tubuh, kebutuhan cairan dalam sehari harus selalu dipenuhi.

·         Mencukupi waktu istirahat

Penelitian menunjukkan, kurangnya jam istirahat (tidur) akan menurunkan jumlah sel daya tahan tubuh. Dengan kata lain, kurangnya istirahat membuat anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit.

·         Terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat

Terapkan gaya hidup bersih dan sehat, misalnya dengan membiasakan si Kecil untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika ada perokok di rumah, pastikan anak benar-benar terhindar dari paparan asap maupun residu yang ditinggalkannya.

Paparan asap atau partikel rokok akan merusak banyak sel-sel di tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Beragam penyakit memang lebih banyak dijumpai saat musim hujan. Infeksi selesma, diare, dan demam berdarah adalah sebagian di antaranya. Nah, supaya anak tidak terjangkit penyakit tersebut, Anda perlu memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan si Kecil terus terpenuhi, ia mendapatkan istirahat yang cukup serta menjalankan kebiasaan bersih dan sehat setiap saat.