Penulis: dr. Muhammad Isman Sandira, M.Kes.

Pandemi COVID-19 belumlah usai. Bahkan di Indonesia, penambahan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 semakin meningkat dari hari ke hari.

Semakin bertambahnya kasus COVID-19 membuat kita harus terus waspada agar tidak tertular penyakit tersebut. Namun, di tengah masih ganasnya penyebaran virus corona di Indonesia, pada hari-hari ke depan kita dihadapkan pada perubahan cuaca dari musim kemarau yang cenderung sangat panas ke musim hujan lebih lembap dan dingin.

Musim Hujan, Pandemi, dan Risikonya bagi Anak

Bagi beberapa orang, terutama anak-anak, datangnya musim hujan mungkin sangatlah menyenangkan. Bermain air hujan di luar rumah tentu seru dan membawa keceriaan tersendiri pada anak-anak. Namun, bersamaan dengan itu, datangnya musim hujan biasanya akan diikuti dengan munculnya berbagai penyakit tertentu.

Hal tersebut karena musim hujan merupakan kondisi yang sesuai untuk penyebab penyakit-penyakit itu tumbuh dan berkembang. Lalu, penyakit-penyakit apa saja yang dapat muncul ketika musim hujan datang? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
    ISPA merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan atas, yang biasanya dipicu oleh virus. Walaupun penyakit ini bisa menyerang sepanjang tahun, jumlah kasusnya meningkat dengan signifikan saat musim hujan tiba.
    Virus ini menular melalui udara dari orang lain yang terinfeksi (airbone). Gejala yang biasanya muncul adalah demam, bersin, batuk, nyeri menelan, dan lemah.
  2. Demam Tifoid
    Demam tifoid merupakan penyakit yang berbahaya yang sering menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thypii yang menular melalui air dan makanan yang terkontaminasi.
    Gejala yang dapat muncul adalah demam yang berkepanjangan, muntah, diare, kelemahan, hingga sakit kepala berat.
    Artikel Lainnya: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3348459/membiarkan-anak-bermain-hujan-hujanan-boleh-atau-tidak
  3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
    DBD adalah salah satu penyakit yang cukup banyak menyerang pada musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes agypti. Nyamuk ini dapat berkembang biak dengan baik pada awal atau akhir musim hujan.
    Gejalanya berupa demam, sakit kepala, lemas, hingga adanya tanda-tanda perdarahan. Pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi syok akibat keluarnya cairan dari pembuluh darah.
  4. Muntah dan Diare (Muntaber)
    Muntah dan diare sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang biasa muncul akibat adanya infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi itu dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, baik melalui makanan, minuman, atau permukaan tanah dan air.
    Jika anak Anda mengalami muntaber, pastikan bahwa asupan cairannya tercukupi untuk mencegah terjadinya dehidrasi hingga syok.
  5. Malaria
    Malaria merupakan penyakit berbahaya yang ditandai dengan demam, menggigil, dan keringat dingin. Biasanya malaria terjadi pada daerah-daerah endemis dan kasusnya semakin meningkat ketika memasuki musim penghujan.
    Seperti DBD, malaria disebabkan oleh parasit dan disebarkan oleh salah satu jenis nyamuk (anopheles).

Itulah beberapa penyakit yang dapat menyerang anak-anak pada musim hujan. Musim hujan kali ini tentu saja berbeda dengan musim-musim hujan sebelumnya karena selain berbagai penyakit di atas, kita juga masih diperhadapkan dengan wabah COVID-19.

Oleh karena itu, Anda harus betul-betul memperhatikan kondisi anak Anda agar terus sehat dan dapat terhindar dari berbagai penyakit tersebut.

Cara Menjaga Kesehatan Anak Selama Musim Hujan dan Pandemi

Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan anak di musim hujan, khususnya di masa pandemi virus corona:

Sebisa Mungkin untuk Tidak Keluar Rumah

Di masa seperti sekarang, tetaplah berada di rumah saja jika tidak ada keperluan yang betul-betul mendesak. Hal tersebut dapat menghindarkan anak Anda dari kontaminasi berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit.

Artikel Lainnya: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3348451/mengapa-tubuh-mudah-sakit-saat-musim-hujan

Jika Terpaksa, Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Jika memang Anda dan anak harus keluar rumah, maka pastikan untuk menjalankan protokol kesehatan. Gunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan tetap jaga jarak. Selain itu, Anda bisa memberikan losion antinyamuk untuk mencegah dari gigitan nyamuk pembawa virus atau parasit.

Selalu Jaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan

Bersihkan lingkungan dan rumah Anda. Hal itu sangatlah penting untuk mencegah pertumbuhan jentik-jentik nyamuk dan berkembangnya bakteri serta virus penyebab berbagai penyakit. Buanglah berbagai benda yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng sisa makanan dan minuman.

Tingkatkan Imunitas Anak dengan Menjaga Asupan Nutrisi

Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah dengan menjaga imunitas anak agar tetap sehat. Selain rutin berjemur di bawah matahari pagi dan terus aktif bergerak, jagalah asupan nutrisi seperti makan sayur, buah, dan berbagai sumber protein.

Konsumsi minuman juga harus diperhatikan. Salah satu jenis minuman yang dapat Anda berikan kepada anak untuk susu UHT. Mengapa? Karena susu UHT memiliki kandungan nutrisi yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak.

Susu kaya akan protein, kalsium, kolin, sphingomyelin, biotin, dan berbagai vitamin serta mineral lainnya. Kandungan-kandungan ini dapat membantu menjaga sistem daya tahan tubuh buah hati Anda.

Baca Juga:
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616040/memasuki-musim-hujan-waspada-depresi-musiman-ini
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3277403/6-kiat-bebas-diare-saat-musim-hujan
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3620720/perlukah-konsumsi-suplemen-di-musim-hujan

Musim hujan bisa mendatangkan berbagai penyakit, mulai dari ISPA hingga malaria. Tetaplah jaga kesehatan anak Anda dengan baik, salah satunya dengan memberikan asupan nutrisi seimbang.