dr. Caessar Pronocitro, Sp.A (redaksi Klikdokter)

Jangan biarkan demam berdarah merenggut kebahagiaan anak Anda. Cegah penyakit tersebut dengan melakukan hal ini.

Setiap tahun terjadi jutaan kasus demam berdarah di seluruh dunia. Penyakit tersebut memang sering ditemui di negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Walau sebagian besar penderitanya akan mengalami kesembuhan dalam waktu kurang lebih seminggu, namun pada beberapa kasus gejala yang terjadi dapat memburuk dan mengancam jiwa.

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, dari genus Flavivirus. Terdapat empat jenis (serotipe) dari virus ini, yang disebut DENV-1 hingga DENV-4. Apabila seseorang terinfeksi salah satu dari serotipe tersebut, maka akan terbentuk kekebalan yang bertahan seumur hidup. Namun, kekebalan terhadap satu serotipe tidak memberikan perlindungan terhadap serotipe-serotipe yang lain.

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Perpindahan penyakit dari satu orang ke orang lainnya membutuhkan gigitan nyamuk betina pada penderita yang telah memiliki virus dalam jumlah banyak. Fase ini berlangsung sejak dua hari sebelum munculnya demam hingga empat atau lima hari setelah demam dimulai.

Meningkatnya penularan dan kejadian demam berdarah terjadi saat musim hujan. Sebab di musim ini suhu dan kelembapan udara sangat mendukung bertambahnya populasi maupun usia nyamuk yang menjadi perantara virus.

Pada suhu tersebut pula, nyamuk betina mengisap darah lebih sering dengan tujuan memenuhi kebutuhan protein untuk produksi telur. Sebagai akibatnya, semakin banyak orang yang tergigit nyamuk sehingga penularan virus juga menjadi lebih luas. Faktor kepadatan populasi di suatu daerah berpengaruh besar dalam peningkatan kasus demam berdarah.

Mendeteksi demam berdarah pada anak

Seperti namanya, demam berdarah dengue memberikan gejala utama berupa demam tinggi yang terjadi mendadak, bisa mencapai 40Celcius, dan biasanya terjadi pada malam hari. Kondisi tersebut bertahan selama 3 hari, dan akan menurun pada hari ke-4 atau ke-5 (fase kritis). Kemudian, pada hari ke-6 dan 7, demam akan kembali naik.

Selain demam tinggi yang naik turun, demam berdarah dengue juga umumnya datang bersama dengan gejala lainnya, yaitu:

·         Nyeri kepala

·         Nyeri otot, tulang, atau sendi

·         Mual

·         Muntah

·         Nyeri di belakang mata

·         Munculnya bintik-bintik merah di kulit

Pada sebagian kasus lain, gejala yang lebih berat sangat mungkin terjadi. Nyeri perut yang hebat, muntah terus-menerus, perdarahan pada hidung atau gusi, sesak napas adalah beberapa gejala yang patut diwaspadai.

Melindungi anak dari demam berdarah

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi anak dari demam berdarah? Badan Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa pengendalian populasi nyamuk yang menjadi perantara infeksi adalah langkah yang paling penting dalam pencegahan penyakit ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

·      Menguras dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi penampungan air, seperti bak mandi, ember, dan wadah air yang terbuka.

·     Menutup rapat tempat penampungan air, seperti drum, toren air, kendi, dan sebagainya agar tidak menjadi sarang nyamuk.

·     Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Lebih daripada itu, terdapat aktivitas-aktivitas pencegahan lain yang perlu dilakukan. Mulai dari menaburkan bubuk larvisida atau abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menggunakan antinyamuk di rumah, memasang kelambu di ruang tidur, mencukupi cahaya dan ventilasi di dalam rumah, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian karena dapat menjadi tempat istirahat nyamuk.

Perlu Anda tahu, nyamuk perantara virus dengue aktif mengisap darah di siang dan malam hari saat lampu dinyalakan. Maka, untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya tersebut, oleskan losion pengusir nyamuk khusus anak pada kulitnya. Selain itu, pastikan pula anak Anda mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang sebagai bentuk perlindungan tambahan dari nyamuk penyebab demam berdarah.

Hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah menjaga agar sistem kekebalan tubuh anak tetap optimal. Dalam hal ini, penting untuk mencukupi kebutuhan gizi anak setiap hari. Pasokan gizi yang lengkap terdapat dalam menu makanan yang sehat, bergizi seimbang, dan bervariasi.

Tak hanya itu, anak juga wajib memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Cairan yang cukup akan menjaga fungsi-fungsi tubuh berjalan baik, termasuk sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan cairan dapat terpenuhi dari berbagai jenis minuman, seperti air putih, susu, jus buah, ataupun sup.

Di musim hujan, angka kejadian demam berdarah memang mengalami peningkatan. Populasi nyamuk yang bertambah menjadi faktor penyebaran virus dengue yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Namun, dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan tubuh dengan saksama, anak, Anda, dan anggota keluarga lainnya bisa terhindar dari penyakit demam berdarah.