dr. Reza Fahlevi (Redaksi klikdokter.com)

 

Buah hati Anda yang masih balita sering mengalami biang keringat? Ini dia penyebab dan cara terbaik untuk mengatasinya.

 

Biang keringat adalah salah satu masalah kulit yang sering terjadi pada anak, termasuk balita. Meski tidak berbahaya, kondisi ini biasanya bikin orang tua khawatir karena mengganggu penampilan kulit si Kecil.

 

Dalam medis, biang keringat dikenal dengan istilah miliaria. Kondisi ini biasanya terjadi pada kulit lapisan luar, berupa bintik-bintik kecil yang tersebar cukup luas dan umumnya menimbulkan rasa gatal. Sesuai dengan namanya, biang keringat terjadi karena pecahnya kelenjar keringat dibawah lapisan kulit anak. 

 

Berdasarkan gejala yang timbul, biang keringat terbagi menjadi empat jenis: 

  • Miliaria kirtalina, dengan bentuk bintik-bintik jernih
  • Miliaria rubra, dengan bentuk bintik-bintik merah dan terasa gatal
  • Miliaria profunda, dengan bentuk bintik lebih besar dan dalam
  • Miliaria pustulosa, dengan bentuk bintik merah disertai kekuningan di ujungnya

 

Penyebab biang keringat pada balita

Balita sangat sering mengalami biang keringat karena kelenjar keringat yang terdapat pada kulitnya lebih rapuh sehingga mudah pecah. Adapun faktor lain yang memengaruhi terjadinya biang keringat pada balita, yaitu:

  • Kondisi lembap

Pada kondisi lembap, kulit balita akan memproduksi keringat lebih banyak. Alhasil, kondisi ini meningkatkan kemungkinan pecahnya kelenjar keringat di kulit, yang ujungnya menimbulkan bintik-bintik biang keringat. 

  • Iklim panas

Sama halnya dengan kondisi lembap, kondisi iklim dan lingkungan yang panas juga dapat membuat balita mengeluarkan keringat yang berujung pada biang keringat. Itulah mengapa, biang keringat lebih sering dialami oleh balita yang tinggal di negara tropis.

  • Paparan sinar matahari berlebih

Paparan sinar matahari memang baik untuk tubuh balita, karena merupakan sumber vitamin D untuk menunjang perkembangan tulang dan gigi. Akan tetapi, paparan sinar matahari yang berlebih juga dapat memicu produksi keringat dikulit dan berpotensi menyebabkan munculnya biang keringat.

  • Sumbatan pada kulit

Pakaian yang sangat tebal dan tidak menyerap keringat dan balutan plester maupun kassa pada kulit balita dapat menyebabkan kulit tidak mendapat sirkulasi udara yang baik. Alhasil, area yang tertutup tersebut lebih mungkin untuk ‘dihinggapi’ oleh biang keringat.

  • Kebersihan yang tidak terjaga

Kulit yang kotor juga merupakan faktor risiko munculnya biang keringat. Karena, kotoran pada kulit dapat menyebabkan sumbatan pori-pori sehingga aliran keringat terganggu. Tidak hanya itu, kulit yang kotor juga mengandung bakteri jahat yang dapat mencetuskan biang keringat pada kulit balita.

 

Mengatasi biang keringat pada balita

Secara umum, tidak ada cara khusus untuk mengatasi biang keringat pada balita. Sebab, gangguan kulit yang satu ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

 

Namun, untuk mempercepat proses ‘penyembuhan’ dan mencegah biang keringat berulang, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Menjaga kelembapan ruangan dan membuat suhu ruangan agar tetap sejuk.
  • Pakaikan buah hati Anda pakaian yang longgar, tipis dan bisa menyerap keringat dengan baik.
  • Hindari paparan sinar matahari berlebih, apalagi saat kondisi terik.
  • Jika perlu, gunakan bedak atau losion khusus secara berkala. Hindari penggunaan terlalu sering karena dapat menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit si Kecil.

Jika biang keringat tidak kunjung hilang, terdapat luka yang besar akibat garukan atau kulit malah semakin merah, sebaiknya Anda membawa si Kecil berobat ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Kemunculan gejala tersebut merupakan tanda dari adanya komplikasi sekunder pada kulit akibat adanya infeksi bakteri.

Baca Juga