dr. Muhammad Isman, M.Kes

 

Sebagian besar kasus virus Corona terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang pada usia anak-anak dan remaja. Walau begitu, anak-anak tetap dapat terinfeksi sehingga orang tua tetap perlu waspada guna mencegah tertularnya anak terhadap virus ini. 

 

Virus Corona, atau Covid-19, pertama kali dilaporkan tahun 2019 di Kota Wuhan, Cina. Sekarang virus ini telah menyebar di lebih dari 34 negara dan menginfeksi tidak kurang dari 80.000 jiwa. Berdasarkan laporan investigasi di Cina, kebanyakan kasus Covid-19 terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang pada usia anak-anak dan remaja. Hal tersebut cukup unik mengingat anak-anak dikenal sangat rentan terhadap infeksi virus.

 

Walaupun jarang, anak-anak tetap dapat terinfeksi Covid-19. Beberapa kasus telah ditemukan seperti di Cina dan Italia. Karena itu, orang tua tetap harus waspada untuk mencegah terjangkitnya anak terhadap virus ini.

 

Apa itu coronavirus?

Coronavirus merupakan keluarga virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari flu hingga lebih parah lagi seperti pneumonia. Beberapa jenis coronavirus yang diketahui selama ini adalah Middle East respiratory syndrome (MERS-CoV) dan severe acute respiratory syndrome (SARS-CoV), lalu yang terbaru, coronavirus disease-19 (Covid-19). 

 

Covid-19 diyakini dapat menular antara hewan-manusia dan manusia-manusia melalui udara (droplet). Namun berbeda dengan jenis virus Corona sebelumnya, Covid-19 menyebar begitu cepat. 

 

Mengapa anak-anak jarang terinfeksi Covid-19?

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab kurangnya kasus Covid-19 pada anak-anak. Namun berbagai teori dikemukakan oleh para ahli. Menurut mereka, daya tahan tubuh anak lebih kuat untuk menghadapi virus. Kalaupun terinfeksi, hanya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan orang dewasa.

 

Sebenarnya kondisi ini juga pernah terjadi ketika kasus SARS mewabah di Cina tahun 200, di mana jumlah anak-anak yang terinfeksi SARS relatif lebih sedikit. 

 

Apa saja gejala-gejala jika anak terinfeksi Covid-19?

Umumnya anak-anak menunjukkan gejala yang ringan dan jarang terjadi komplikasi yang parah. Gejala awal biasanya timbul dalam 2 minggu setelah seseorang terinfeksi Covid-19. Beberapa keluhan yang dapat muncul adalah:

  • Dimulai dari demam ringan yang semakin lama suhunya semakin tinggi.
  • Batuk dan pilek, yang semakin lama semakin parah.
  • Gangguan sistem pencernaan seperti muntah dan diare.

Walaupun jarang, gangguan pernapasan yang parah dapat terjadi pada anak-anak yang telah memiliki gangguan kesehatan sebelumnya.

 

Bagaimana cara-cara pencegahan Covid-19?

Sampaikan pada buah hati Anda untuk membatasi interaksi dengan orang-orang yang menunjukkan gejala telah terinfeksi virus, dan orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke Cina dalam 14 hari terakhir. Hal tersebut dilakukan karena penyebaran virus ini melalui kontak antar manusia. 

 

Ajaklah juga anak untuk menerapkan kebiasaan sehat agar daya tahan tubuhnya tetap fit. Misalnya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga secara teratur, dan istirahat yang cukup. 

 

Penggunaan masker hanya membantu mencegah penyebaran Covid-19 dari mereka yang telah terinfeksi. Jadi, jika Anda sehat-sehat saja, Anda tidak perlu menggunakan masker biasa ketika berada di keramaian. Sebab hingga saat ini, tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa penggunaan masker pada orang sehat dapat mencegah mereka terinfeksi penyakit melalui udara.

 

Jangan lupa juga untuk mengimbau anak untuk melakukan gaya hidup bersih, seperti:

  • Rutin mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Lakukan selama 20 detik tiap kali cuci tangan. 
  • Hindari menyentuh wajah ketika tangan dalam keadaan kotor.
  • Tutup mulut menggunakan sapu tangan atau tisu saat batuk atau bersin.
  • Jaga jarak dengan orang-orang yang terkena penyakit flu.

 

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk Covid-19. Para peneliti masih berusaha keras untuk membuat vaksin virus ini, agar segera dapat digunakan untuk mencegah anak-anak terinfeksi virus Corona.

 

Jika anak Anda mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai virus Corona, ditambah memiliki riwayat berinteraksi dengan orang yang terinfeksi Covid-19 atau riwayat bepergian di negara-negara endemis Covid-19, segera melapor ke dinas kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Baca Juga