Mengapa kesabaran penting? Kesabaran merupakan satu karakter yang perlu dikembangkan dalam diri anak karena hal ini akan membuat anak lebih bahagia. Anak yang tidak sabar akan merasa frustrasi ketika akan mengikat tali sepatunya, anak yang tidak sabar akan marah-marah ketika ia tidak bisa mengerjakan tugas-tugasnya. Sedangkan anak yang sabar  tidak mudah stres, lebih mampu mengambil keputusan, serta dapat mengembangkan empati terhadap orang lain.

Bagaimana agar anak memiliki kesabaran?

  • Ayah dan bunda sendiri harus sabar. Contoh kesabaran di sekeliling anak akan membuatnya belajar, bahwa kesabaran merupakan hal yang baik. Ketika jalanan macet, kemudian kita menekan klakson berkali-kali menunjukkan sikap kita yang kurang sabar, dan hal itu akan ditiru anak. Mengantri di kasir, kemudian kita menunjukkan wajah sebal akan dirasakan menyebalkan pula oleh anak.
  • Cobalah untuk mendengarkan anak, semua keluhan-keluhannya dan kebutuhan-kebutuhannya. Apabila kita sabar dalam mendengarkan dia, tidak memotong ketika dia berbicara, tidak menilainya ketika berbicara, maka dia tahu bahwa ia juga harus dapat sabar dalam mendengarkan orang lain. Sabarlah terhadap anak. Jangan memburu-burunya ketika ia melakukan sesuatu dan jangan marah ketika anak membuat kesalahan. Jangan menggunakan bahasa yang kasar. Dengan cara ini maka anak tahu bahwa proses merupakan hal yang penting dan untuk dapat melakukan proses dengan baik, maka ia harus sabar.
  • Ajaklah anak melakukan sedikit aktivitas ketika ia merasa bosan menunggu.  Siapkanlah selalu kertas dan pensil di dalam tasnya, atau buku kecil untuk dibacanya. Ketika menunggu di dokter misalnya dan anak merasa bosan, ajak anak untuk bermain teka-teki atau melakukan kegiatan menggambar, bernyanyi atau mengajaknya memikirkan sesuatu.
  • Ketika anak meminta sesuatu, janganlah dengan mudah memberikannya. Ia dapat berpikir bahwa menunggu bukanlah sesuatu yang  penting, karena ia selalu langsung mendapatkan apa yang diinginkannya.
  • Biasakan anak melakukan segala sesuatu dengan jadwal, sehingga ia terbiasa untuk menunggu. Sebagai contoh, menonton televisi pada jam-jam tertentu, demikian pula makan dan mandi. Dengan cara demikian, maka ia akan menunggu apabila waktunya belum tiba.
  • Ajaklah anak melakukan kegiatan konstruktif, yaitu permainan yang membuat anak harus ‘membangun sesuatu’ seperti bermain balok-balok. Dalam permainan ini, anak diajarkan untuk mendapatkan hasil ia harus sabar dalam prosesnya.
  • Jangan lupa untuk memuji, bila anak berhasil menunjukkan kesabaran. Dengan pujian anak tahu perilaku apa yang diharapkan darinya.

Selain itu, banyak  kegiatan sehari-hari yang dapat melatih kesabaran anak, misalnya:

  • Membuat kue. Dengan membuat kue bersama-sama ia melalui prosesnya, dari mempersiapkan bahan, mengolahnya, membakarnya di oven, sampai kemudian dapat memakannya. Dengan kegiatan semacam ini anak belajar untuk sabar memperoleh hasil akhir.
  • Merapihkan rumah, dan melibatkan dia untuk pekerjaan sederhana seperti melap meja-meja dan kita mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain. Setelah pekerjaan selesai, kemudian mengajak anak untuk ‘menikmati’ hasil yang dicapainya.