Jika orang dewasa membutuhkan waktu untuk bisa memahami jaga jarak sosial, pembatasan sosial dan kebiasan baru, bayangkan apa yang dirasakan anak-anak. Mereka mungkin kurang memahami mengapa tidak diizinkan bermain bersama teman atau mengapa tidak berangkat ke sekolah, sehingga perlu ada penjelasan akan pentingnya menjaga jarak sosial.

Bicaralah dengannya tentang bagaimana menjaga jarak dari orang lain sampai risiko tertular COVID-19 terkendali. Untuk anak-anak yang lebih besar, memperlihatkan grafik "ratakan kurva" dapat membantu mereka memahami pentingnya menjauhkan sosial. Jelaskan bahwa ini adalah saat yang kritis, bahkan kita tidak tahu butuh berapa lama lagi untuk mengurangi jumlah orang yang terinfeksi. Oleh karenanya kita harus mengikuti pedoman para ahli kesehatan untuk melakukan bagian kita.

Sedangkan pada anak-anak yang lebih muda, beberapa ahli mengatakan untuk menghindari memberi mereka terlalu banyak detail tentang sains di balik jarak sosial. Dr. Melissa Brown dari Pusat Medis Universitas Pittsburg berpesan agar orangtua tetap sederhana dan positif, dengan cara tidak perlu memberi penjelasan detil mengenai situasi saat ini.

Orangtua diharap dapat menciptakan cara-cara kreatif untuk tetap bisa membantu mengajarkan anak dengan mudah, mengenai menjaga jarak melalui aktivitas bermain, seperti contoh berikut:

1. Bermain Hula Hoop

Di sini, orangtua bisa memberi contoh kepada anak bahwa hula hoop merupakan lingkaran di sekitar yang harus dijaga jaraknya dengan orang lain. Ini akan lebih memudahkan anak untuk memperkirakan jarak yang harus dijaga.

2. Bercerita dengan menggunakan puppets atau boneka

Anak akan lebih mudah memahami situasi yang terjadi melalui aktivitas bercerita, salah satunya memanfaatkan boneka untuk memberikan contoh mengenai bagaimana menjaga jarak fisik dan mengapa anak perlu melakukannya.

3. Bermain dengan kotak ubin lantai

Permainan ini dilakukan dengan mengikuti setiap gerak-gerik Orangtua. Mama Papa dapat mengajarkan anak untuk mengikutinya dengan menjaga jarak. Contohnya, Mama mengajarkan anak untuk jaga jarak berdasarkan kotak ubin lantai (minimal 1 meter), duduk pada ujung sisi sofa, atau duduk berjauhan dan berlawanan sisi pada meja. Saat berada di luar rumah, ajarkan anak untuk mengikuti jejak Mama Papa dengan menjaga jarak juga, sehingga nanti ia akan terbiasa.

4. Bermain Lompat Tali

Permainan ini bisa dilakukan untuk anak yang sudah lebih besar. Saat menggunakan lompat tali diperlukan jarak antara lingkungan sekeliling anak agar tali tidak tersangkut. Jarak yang perlu dijaga saat lompat tali dapat dijadikan sebagai contoh untuk menjaga jarak dengan orang sekitar bagi anak.

5. Aktivitas dancing

Ajak anak untuk melakukan gerakan dengan tarian atau gerakan bebas lainnya. Saat bergerak bebas, orangtua dapat mengajarkan anak untuk merentangkan tangan dan menjaga jaraknya dengan sekitar agar tidak terkena tangan. Bantulah anak untuk mengerti bahwa aturan yang sama digunakan saat keluar dari rumah.

6. Bermain role play

Bermain peran juga bisa dimanfaatkan untuk mengajari anak tentang menjaga jarak. Misalnya berperan sebagai kasir swalayan dan pembeli. Orangtua dapat memberikan penjelasan mengenai jarak aman yang bisa dimengerti anak saat berada ditempat umum, contohnya saat berbelanja.