Rasa marah merupakan perilaku agresif yang bisa saja dirasakan oleh anak-anak, tidak hanya orang dewasa didalam kehidupannya. Untuk mengurangi rasa marah pada anak, kita sebagai orang tua perlu mengajari anak untuk mengelola kemarahan. Terdapat 6 cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu menangani anak ketika merasa marah, yaitu :

1. Jadikan diri Anda menjadi model ketenangan bagi anak

Hal tersebut berarti, Anda diminta untuk memberikan contoh yang baik bagi anak, karena anak akan meniru perilaku orang disekitarnya termasuk orang tuanya. Misalnya, tunjukan sikap tenang ketika Anda merasa ingin marah terlebih jika ada anak disekitar kita.

2. Keluar dan tenangkan diri

Jika anak mengarahkan kemarahannya kepada kita, orang tua harus pandai-pandai mengendalikan diri, karena kemarahan dapat menular. Dan hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membuat peraturan dirumah untuk memecahkan permasalahan saat telah tenang dan terkendali. Hal ininharus dilakukan secara konsisten untuk memperkuat aturan tersebut. Jika anak marah, maka berikan pengertian seperti “Bunda atau Ayah perlu waktu sebentar ya. Nanti jika sudah tenang kita bicarakan lagi”. Sejak itu, anak akan mengerti orang tuanya akan membicarakan masalah jika dia dalam keadaan tenang.

3. Mengembangkan kosakata yang menyangkut perasaan

Anak-anak yang menunjukan kemarahannya sering kali karena mereka tidak tahu cara mengekspresikan kemarahan mereka. Oleh karena itu, menendang, berteriak, memukul, melempar barang, dan hal lainnya yang mereka lakukan. Adapun hal yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak agar dapat mengekspresikan emosinya yaitu dengan membuat poster berisi gambar dan kata-kata mengenai perasaan seperti senang, sedih, marah, kesal, dll. Ketika anak marah, gunakan kosakata tersebut sehingga anak dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata.

4. Buat poster menenangkan

Bicarakan dengan anak mengenai perilaku “pengganti” marah yang lebih bisa diterima. Seperti: berjlan pergi, membayangkan tempat yang damai, berlari, memukul bantal, menggambar, berbicara dengan seseorang, menyanyi, dll. Setelah anak memilih teknik yang menenangkan, dorong anak untuk menggunakan teknik tersebut setiap kali ia mulai marah.

5. Kembangkan kesadaran peringatan diri

Ajarkan anak mengenai ciri-ciri spesifik ketika merasa marah, seperti berbicara lebih keras, pipi memerah, mengepalkan tangan, jantung berdebar, muut mongering dan nafas yang lebihc epat dari biasanya. Begitu anak terlihat marah dan menunjukan sikap seperti itu, maka orang tua dapat memperingati atau menanyakan kedaaan diri nya “sepertinya kamu mulai lepas kendali”, “tanganmu mengepal, apakah kamu merasa marah?”. Hal tersebut dapat membantu anak-anak mengenali ciri-ciri kemarahannya dan hal ini mampu menenangkan diri mereka.

6. Ajarkan strategi pengendalian amarah

Strategi ini disebut dengan “3 + 10”. Beritahu anak bagaimana menggunakan formula tersebut, seperti “jika tubuhmu mengeluarkan tanda-tanda kemarahan maka lakukanlah 2 hal, pertama ambil 3 kali nafas dalam-dalam dari perut,, tahan nafas tersebut dan keluarkanlah secara perlahan, yang kedua, hitunglah perlahan sampai 10 dalam kepala”. Mengajarkan anak mengelola emosi sendiri dtentu baik utnuk kesejahteraan dirinya. Oleh karena itu, sangat penting memahami emosi aoa yang sedang dirasakan oleh anak.

Referensi: Dr. Michele Borba. (2013). 6 Ways to Help Kids Handle Anger. Micheleborba.com