Dr. Reza Fahlevi (redaksi Klikdokter)

 

Biasanya, batuk disebabkan oleh virus dan dapat disembuhkan tanpa obat. Bagaimana cara mengatasi batuk pada anak tanpa obat?

Batuk adalah salah satu gejala penyakit yang sering dialami anak. Karena dapat disebabkan oleh berbagai hal, penanganan batuk sangat tergantung pada pemicu dan penyebabnya.

Batuk yang berlangsung selama 1–2 minggu disebut sebagai batuk akut. Ini merupakan jenis batuk yang paling sering terjadi pada anak-anak. Biasanya, batuk ini disebabkan oleh virus dan dapat disembuhkan tanpa obat. Bagaimana caranya?

Penyebab batuk pada anak

Batuk terjadi karena adanya rangsangan reseptor batuk. Berbagai kelainan yang terjadi pada saluran napas, telinga, dan saluran cerna bisa menimbulkan batuk.

Batuk secara umum dibagi dalam dua kelompok. Pertama, batuk yang bersifat akut, yakni batuk yang kurang dari 2 minggu. Biasanya batuk akut disebabkan oleh kondisi infeksi, terutama peradangan pada saluran pernapasan atas.  

Jenis yang kedua, batuk kronik di mana batuk berlangsung lebih dari 2 atau 3 minggu. Pada anak sering juga disebut dengan istilah batuk kronik berulang, yaitu batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu atau lebih dari 3 kali episode dalam satu bulan. 

Batuk kronik berulang memiliki berbagai penyebab yang mendasari. Mulai dari penyakit TB, asma, sinusitis, pertusis, bronkiektasis, dan tumor paru.

Cara mengatasi batuk pada anak tanpa obat

Jika anak Anda mengalami batuk yang bersifat akut dengan gejala khas saluran napas atas –seperti pilek, hidung tersumbat, dan demam– maka kemungkinan besar anak Anda mengalami infeksi saluran napas atas.

Nah, infeksi saluran napas atas pada anak paling sering disebabkan oleh virus yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1–2 minggu tanpa pengobatan. Bagaimana cara mempercepat proses penyembuhan batuk akibat infeksi virus? Berikut beberapa tips yang dapat Anda coba di rumah:

  • Berikan tetes hidung

Cairan saline bermanfaat untuk mengencerkan dahak atau ingus anak Anda sehingga saluran napas tidak tertutup lendir yang muncul saat ia batuk-pilek.  Anak pun akan lebih nyaman tidur, beraktivitas, dan makan. Gunakan tetes hidung saline 2 hingga 3 kali sehari.

  • Berikan cairan yang cukup

Cairan yang cukup sangat penting untuk mengencerkan dahak dan ingus pada anak. Itulah sebabnya, anak yang mengalami batuk/ pilek, perlu minum lebih banyak dari biasanya. Berikan pula makanan yang mengandung banyak air –seperti sup, soto, atau laksa. Makanan yang mengandung banyak air akan meningkatkan asupan cairan anak.

  • Berikan buah yang mengandung anti-oksidan tinggi

Buah-buahan berwarna merah-kekuningan mengandung kadar antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Antioksidan dapat membantu penyembuhan batuk dan pilek pada anak. Selain itu, berikan madu pada anak di atas 1 tahun. Madu juga dapat membantu meringankan batuk dan mempercepat proses penyembuhan.

  • Berikan pelega napas

Jika anak mengalami hidung tersumbat, berikan minyak mentol, minyak kayu putih, atau minyak telon. Minyak-minyak tersebut dapat membantu membuat anak lebih nyaman bernapas.

  • Tinggikan kepala anak saat tidur

Saat batuk/ pilek, biasanya anak sulit tidur karena sumbatan pada saluran napas. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengangkat kepala anak dan menaruh bantal ekstra atau gulungan kain di bawah kepala dan leher. Dengan demikian anak dapat bernapas lebih mudah saat tidur.

Akan tetapi, Anda harus tetap mengawasinya. Jika usia anak kurang dari 3 bulan, sebaiknya tetap periksakan ke dokter. Begitu juga bila Anda melihat napasnya sesak/ cepat, batuk menggonggong, ada nyeri telinga, dan ada bercak putih pada tenggorokan. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter apabila anak demam yang sangat tinggi atau demam menetap.

Bagaimana cara mencegah batuk pada anak?

Menjaga kebersihan diri, kebersihan makanan, dan lingkungan rumah sangat penting untuk mencegah penyakit infeksi pada anak, termasuk infeksi saluran napas atas yang menyebabkan batuk.

Selain itu, biasakan anak menggunakan masker saat keluar rumah untuk mencegah paparan polusi maupun virus di udara yang dapat menyebabkan batuk. Jika ada anggota keluarga yang sedang batuk, maka orang tersebut juga harus menggunakan masker. Pencahayaan serta sirkulasi udara yang baik dalam rumah juga penting untuk mencegah batuk pada anak.

Batuk pada anak tak selalu memerlukan obat-obatan. Pada beberapa kasus, batuk bisa disembuhkan tanpa harus mengonsumsi obat. Tapi ingat, bila batuk anak tak kunjung sembuh dalam beberapa hari, segera periksakan ke dokter. Selain itu, tetap jaga asupan makanan anak yang sehat dan seimbang agar daya tahan tubuhnya baik.