Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Ketika diminta memilih mana yang lebih diutamakan, pembentukan karakter atau kemampuan, apa yang ada dalam pikiran Anda? Mungkin sebagian akan mendahulukan pembentukan karakter, namun ada juga yang merasa lebih penting menstimulasi kemampuan anak. Tetapi, banyak juga yang memilih menyeimbangkan kedua aspek tersebut untuk mendorong perkembangan yang optimal.  Ya benar, kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena keduanya sama-sama sangat dibutuhkan bagi optimalisasi perkembangan psikologis anak.

 

Karakter merupakan watak seseorang untuk berpikir, merasakan, dan bertindak untuk membantu dirinya sendiri, orang lain dan sekitarnya. Karakter tiap anak berbeda-beda, tergantung bagaimana lingkungan terdekatnya menstimulasi perkembangannya. Semakin banyak contoh baik yang dipelajari anak, semakin kuat pembentukan karakter positif anak. Sebaliknya pun sama, jika lingkungan kurang peduli dan minim stimulasi anak pun dapat berkembang menjadi pribadi yang lemah dan mungkin saja negatif. Sementara itu, kemampuan berkaitan dengan keterampilan yang dimiliki anak, yang merupakan hasil proses pembelajaran non-formal, informal atau formal dan digunakan untuk mencapai suatu tujuan contohnya saja kemampuan untuk mengendalikan diri, daya konsentrasi, ketelitian, atau aspek lain yang membutuhkan keterampilan. Seringkali kemampuan ini dianggap suatu karakter, karena berkembang secara berdampingan. Jika anak terampil dalam suatu aspek, sangat mungkin sekali hal tersebut akan menjadi bagian dari karakter kuat yang dimiliki anak.

 

Jadi, seperti apa karakter yang penting bagi anak?

 

Tentunya karakter yang positif dan sesuai dengan norma yang berlaku di mana ia berada. Anak diharapkan dapat berperilaku baik di segala macam situasi sosial dengan tujuan untuk mengembangkan pribadi yang mengerti nilai-nilai hidup dan dapat menentukan mana yang baik dan benar. Diharapkan untuk menjadi pribadi yang peduli, sayang, baik, empati, berani, adil, jujur, percaya, mempunyai integritas dan dapat menjadi pemimpin, tekun dalam membangun dan mencapai tujuan, mempunyai rasa hormat, tanggung jawab dan dapat bekerja sama dalam kelompok.

 Untuk menstimulasinya dibutuhkan dukungan dan pendampingan yang konsisten, terutama dari orangtuanya sebagai pendidik utamanya. Anak akan melakukan dan mengerjakan apa yang sering ia lihat. Kebiasaan apa yang dilakukan orangtua, umumnya ia akan pandai meniru.

Bagaimana cara untuk mengembangkan karakter yang kuat dan kemampuan yang unggul pada anak:

-       Ajarkan anak untuk berbagi dengan teman sebayanya, berbagi dengan mereka yang kurang mampu, dan ajarkan tentang mencintai. Misalnya, mengajak anak ke panti asuhan atau saat ulang tahun di sekolah, anak juga diajarkan berbagi kebahagiaan dengan teman sekolahnya secara sederhana.

-       Mengajarkan anak kata-kata “ajaib” sedari kecil. Seperti mengucapkan terima kasih saat diberikan sesuatu, meminta maaf bila melakukan kesalahan dan memperlakukan semua orang sama serta tidak memandang orang melalui status dan penampakannya. Selain itu, mengatakan kata tolong jika ingin meminta bantuan.

-       Ajarkan anak untuk jujur dalam kondisi apapun, termasuk saat mereka harus berhadapan dengan orang banyak. Ajarkan ia untuk memilih mana teman yang baik mana yang tidak, mana lingkungan yang positif dan lingkungan yang perlu dihindari.

-       Perbanyak aktivitas positif untuk pengembangan kemampuan sekaligus membentuk karakter, misalnya dengan berolahraga, selain menjadi sehat anak pun belajar mengenai sportivitas.

-       Berikan apresiasi apabila anak melakukan hal yang positif dan tegur mereka bila melakukan sesuatu hal yang tidak baik.

Selamat mencoba ya, Moms!