Hal lain yang juga menjadi pemicu anak menjadi pembohong adalah takut akan ancaman, misalnya saat ia dimarahi orangtuanya. Secara psikologis, berbohong berperan sebagai sistem pertahanan diri seseorang ketika dirinya merasa ada ancaman. Orangtua perlu mewaspadai perilakunya karena bila perilaku berbohong tidak dihentikan, anak bisa menjadi pembohong yang kompulsif (senang berbohong secara berulang). 

Bagaimana cara menyikapi anak yang berbohong? 

  • Hentikan memberikan label “pembohong” pada anak 
    Hal ini bukannya akan menyelesaikan masalah, tetapi sebaliknya akan membuat anak merasa tertekan dan mempercayai dirinya sebagai pembohong. 
  • Stimulasi si kecil dengan mendongeng
    Mendongeng sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan penilaian sosial anak. Carilah buku-buku bacaan menarik yang memiliki tema kejujuran dan memintanya menarik kesimpulan dari buku bacaan tersebut.
  • Selektif dalam memilih tayangan TV
    Anak sangat mudah sekali melakukan imitasi pada hal-hal yang ia lihat atau dengar, salah satunya adalah tayangan TV. Maka selektiflah dalam memiliki program yang akan dilihat oleh anak, sehingga dapat meminimalisir pengaruh buruk pada perilakunya. 
  • Tenangkan diri dan anak
    Sangat wajar jika orangtua bersikap reaktif ketika mengetahui si kecil berbohong, namun sikap yang demikian justru akan membuat anak makin takut untuk bersikap terbuka. Katakan padanya bahwa Ibu tidak akan marah bila ia mau berbicara jujur apa adanya. 
  • Hargai kejujurannya 
    Jika si kecil sudah bersikap terbuka, maka orangtua harus memberikan penghargaan pada keberaniannya untuk berbicara apa adanya. Berikan pujian, dekapan atau ciuman sehingga ia merasa bahwa jujur itu menyenangkan.
  • Menjadi teladan 
    Salah satu kunci keberhasilan penanaman nilai moral kejujuran terkait pula dengan keteladanan orangtua. Seberapa sering orangtua menunjukkan sikap sportif dan jujur, bicara apa adanya. 

Anak tentu akan meniru perilaku yang sama pula, apalagi jika hal tersebut ia contoh dari orangtua yang teladan.

Nah, apakah Moms sudah melakukan sikap seperti poin di atas?