Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Kegiatan membaca yang dilakukan orangtua dan anak sejak dini, akan meningkatkan bonding antara keduanya. Bonusnya, si kecil bisa saja memiliki motivasi yang kuat untuk membaca dan mencintai buku. Kebiasaan membacakan cerita pada anak juga akan membuat relasi semakin positif. Jangan khawatir jika dia lebih suka membuka halaman daripada mengikuti ceritanya. 

 

Nah, bagaimana untuk memulai mengenalkan si kecil dengan kegiatan membaca buku? 

 

0-6 Bulan

Bayi tidak membutuhkan buku, karena seorang bayi yang baru lahir hampir tidak bisa mengangkat kepalanya dan penglihatannya kabur, yang keduanya mencegahnya untuk fokus pada halaman. Dia juga tidak bisa melihat warna sampai sekitar 4 bulan. Karena visinya masih berkembang, maka carilah buku-buku dengan visual kontras tinggi seperti warna-warna primer yang berani, pola hitam-putih (garis-garis, cek, atau bintik-bintik) dan bentuk geometris. 

Bayi tertarik pada ilustrasi yang berwarna cerah dan tidak berantakan. 

Pada fase baru lahir, hanya paparan suara orang tuanya yang menarik perhatian bayi dan merangsang pertumbuhan intelektual dan kognitif. Suara, irama, prosa berulang bisa sangat menarik bagi bayi, maka bisa saja orangtua mulai membacakan sebaris cerita untuk bayi.

 

6-12 Bulan

Bayi mulai fokus pada halaman di depannya. Pilih buku sederhana yang hanya memiliki satu gambar benda sehari-hari seperti apel atau truk) dan beberapa kata per halaman. Orangtua juga bisa memperhatikan bahwa pada usia ini, anak-anak lebih mementingkan kualitas fisik buku daripada ceritanya. Pilih buku dengan sentuhan dan nuansa tertentu, dan buku aktivitas seperti buku dengan flap lift, tombol musik, atau pop-up - sempurna untuk dijelajahi oleh jari-jari mungil bayi. Dorong kegiatan seperti membalik halaman yang akan membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan menjadikan anak peserta aktif dalam cerita.  Di fase ini juga lakukan kegiatan seperti bernyanyi dengan tepuk tangan dan memainkan mainan. Manfaatkan kesempatan ini untuk memeluk, bergumam di telinga bayi, atau mencium bagian belakang lehernya.

 

12-18 Bulan

Ini adalah usia ketika anak-anak sudah mulai bisa menghargai membaca. Buku-buku konsep menjadi lebih bermakna, dengan ide-ide perbandigan seperti naik / turun, besar / kecil, dan atas / bawah. Di usia ini, anak-anak belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.

Selain itu, jumlah kata yang dapat dipahami anak-anak telah meningkat sehingga membaca menjadi lebih timbal balik saat Anda mendorong keterampilan bahasa mereka. Anda bisa bertanya, "Di mana bolanya?" dan ketika mereka menunjuk ke sana, katakan, "Ya, itu bola merah." Selain itu, coba untuk membaca cerita berulang kali dengan ekpsresi wajah yang menarik anak.

 

18-24 Bulan

Di usia ini, si kecil yang sedang mengembangan aspek “kemandirian”, biasanya akan mulai membawa buku-buku mereka di sekitar rumah dan mulai "membaca" dengan suara keras untuk diri mereka sendiri dan mainan mereka. Bahkan seolah-olah mereka paham akan apa yang dibacanya.  Di usia ini anak menjadi peserta yang lebih aktif dalam proses memilih buku. Pilihlah buku dengan kalimat pendek dan bergambar menarik. 

 

3-5 tahun 

Anak sudah bisa diberikan pilihan mengenai buku apa yang mereka inginkan, misalnya mengajaknya ke toko buku, dan memintanya memilih bukunya. Berikan referensi sambil melakukan dialog dengan anak. Pastikan tema-teman kehidupan sehari-hari dimiliki oleh anak. Biasanya anak yang berminat pada buku, menunjukkan keinginan untuk mengenal huruf lebih dini dan belajar merangkai kata. 

 

Baca Juga