dr. Andika Widyatama (Redaksi Klikdokter)

Jangan tunggu sampai anak Anda mengalami reaksi alergi. Yuk, simak cara mendeteksi alergi pada anak!

Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dari sistem imunitas tubuh. Di mana, sistem imunitas bereaksi secara berlebihan ketika tubuh terpapar suatu zat dari luar yang seharusnya tidak berbahaya bagi tubuh.

Zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi disebut dengan istilah alergen. Terdapat beberapa jenis zat yang sering menjadi alergen, di antaranya tungai debu, serbuk sari, sengatan serangga, hingga makanan ataupun obat tertentu.

Anak-anak adalah kelompok usia yang paling rentan mengalami alergi. Reaksi alergi yang dialami setiap anak dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, dari ringan hingga reaksi anafilaksis yang dapat mengancam nyawa.

Reaksi anafilaksis ditandai dengan penurunan tekanan darah secara drastis, sesak napas, dan penurunan kesadaran. Kondisi tersebut tentu saja dapat membuat setiap orang tua khawatir.

Cara mendeteksi alergi

Prinsip utama penanganan alergi adalah dengan menghindari pencetusnya sebelum timbul reaksi alergi. Namun, tentu saja sebelum dapat mencegah reaksi alergi, Anda harus mengetahui terlebih dahulu pencetus alergi pada anak.

Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda memiliki alergi? Caranya adalah dengan mengenali gejala-gejalanya, yang beberapa di antaranya adalah:

  • Ruam pada kulit Biasanya ruam pada kulit akan terasa gatal dan muncul ketika terpapar alergen. Misalnya yang muncul setelah anak mengonsumsi jenis makanan yang belum pernah Ia konsumsi sebelumnya. Hal tersebut di atas patut dicurigai sebagai gejala alergi. Ruam sendiri bisa muncul di pipi, lipat siku, atau lipat lutut.
  • Batuk dan pilek Batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh patut dicurigai sebagai gejala alergi. Umumnya, gejala batuk dan pilek lebih berat pada saat pagi hari. Bisa pula disertai gejala mata merah dan gatal yang akan membuat anak menggosok-gosok matanya.
  • Sesak napas Sesak napas juga sering menjadi salah satu gejala alergi. Biasanya, sesak napas bisa disertai dengan suara napas “ngik”. Kondisi ini juga berhubungan dengan gejala penyakit asma.
  • Nyeri perut Keluhan nyeri perut atau kram perut yang dirasakan anak setelah mengonsumsi makanan jenis baru, dapat pula dicurigai sebagai gejala alergi. Ada kalanya keluhan dapat disertai gejala diare. Gejala-gejala alergi tersebut umumnya ditemui pada anak yang alergi susu sapi.

Jika anak memiliki gejala-gejala di atas yang berlangsung dalam beberapa minggu, sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ke dokter, apalagi jika anak memiliki orang tua yang punya riwayat alergi.

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, dibutuhkan pemeriksaan penunjang berupa tes alergi untuk menentukan diagnosis alergi pada anak. Beberapa tes alergi yang dapat dilakukan di antaranya uji kulit, pemeriksaan antibodi IgE dalam darah, dan uji provokasi tergantung dari gejala alergi yang dialami oleh anak.

Pertolongan pertama saat terjadi reaksi alergi pada anak

Ketika reaksi alergi sudah terlanjur terjadi, maka perlu diberi penanganan segera. Pertolongan pertama pada anak yang mengalami alergi adalah dengan memberikan obat anti alergi seperti antihistamin. Selain itu, beberapa jenis obat juga diperlukan untuk meredakan gejala yang muncul pada reaksi alergi, misalnya obat dekongestan dan tetes mata.

Pastikan selalu menyimpan cadangan obat-obatan tersebut untuk anak yang memiliki riwayat alergi. Untuk reaksi alergi yang berat hingga muncul reaksi anafilaksis, diperlukan pertolongan medis segera dengan pemberian obat epinefrin yang disuntikan. Pertolongan pada reaksi alergi yang berat tidak boleh terlambat karena berisiko memperburuk kondisi hingga menyebabkan kematian.

Mengenali kondisi alergi pada anak sangatlah penting. Mulai dari alergen yang mencetuskan hingga pengobatan yang dibutuhkan. Dengan begitu, reaksi alergi dapat diantisipasi sebelumnya.

Namun, alangkah lebih baik bila setiap orang tua benar-benar bisa mengupayakan pencegahan agar reaksi alergi tidak muncul. Selain itu, orang tua juga harus tetap tenang dalam memberikan pertolongan kepada anak yang mengalami reaksi alergi.