dr. Muhammad Isman, M.Kes

 

Tifus adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonela. Penyakit ini masih menjadi ancaman di negara-negara berkembang seperti Indonesia, akibat sanitasi yang buruk. Penyakit tifus tidak pandang bulu dalam mengincar korbannya. Bahkan, anak Anda yang masih belum tahu banyak tentang dunianya pun bisa menjadi incaran penyakit ini. Si Kecil bisa terkena tipes jika ia mengonsumsi makanan yang terkontaminasi atau berkontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi. 

Saat bakteri salmonela masuk ke dalam tubuh anak, kuman tersebut dengan cepat memperbanyak diri dan menyusup masuk ke pembuluh darah. Tubuh akan memberikan respons dengan meningkatkan suhu (demam). Gejala-gejala lain bisa muncul dalam 1 hingga 2 minggu setelah bakteri masuk ke tubuh anak,

Tanpa terapi yang sesuai, gejala tifus akan menetap selama satu bulan bahkan lebih.  Hal ini bisa sangat mengganggu fungsi tubuh anak secara keseluruhan, bahkan dapat pula menyebabkan kematian.

Mengenal Tanda dan Gejala Penyakit Tifus

Gejala penyakit tifus dapat ringan hingga berat, tergantung faktor usia, kekebalan tubuh saat terinfeksi, dan riwayat vaksinasi. Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda awal dari penyakit tipes:

  • Demam tinggi yang dapat mencapai suhu 40 derajat Celsius
  • Badan lemas dan lesu
  • Konstipasi (sembelit) dan/atau diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut dan hilangnya rasa lapar
  • Nyeri tenggorokan

Ketika tifus tidak ditangani dengan baik, gejalanya akan menjadi semakin buruk dan menyebabkan komplikasi berupa penurunan berat badan, perut bengkak atau kembung, atau munculnya ruam kemerahan di bagian dada bawah dan perut atas. 

Pada beberapa kasus, tipes yang tidak ditangani dengan baik juga bisa menyebabkan usus bocor, radang pada otot jantung, pneumonia, radang pankreas, infeksi ginjal dan saluran kemih, serta masalah-masalah psikiatrik.

Mengingat adanya hal tersebut, setiap orang tua sebaiknya waspada dan melindungi si Kecil dari penyakit tifus dengan mengenal kebiasaan-kebiasaan yang bisa menjadi penyebab penyakit ini.

Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Penyakit Tifus

Beberapa kebiasan pada anak yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit tifus, antara lain:

  • BAK dan BAB sembarangan

Seorang anak yang terinfeksi ataupun yang telah sembuh dari tipes tetap dapat menyebarkan bakteri salmonela melalui feses dan urinnya. Sehingga, kebiasaan buang air besar dan kecil sembarangan —yang masih ada di negara-negara berkembang seperti di Indonesia— dapat menularkan penyakit ini ke orang lain.

  • Jajan Sembarangan

Baik di sekolah maupun di sekitar rumah, penjual jajanan pinggir jalan sangat mudah ditemukan. Harga murah dan rasanya yang cukup enak membuat anak sering jajan di tempat tersebut. Sayangnya, kebanyakan jajanan tersebut kurang bersih dan makanannya pun kurang baik bagi kesehatan. Jika anak mengonsumsi makanan yang seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan terkena penyakit tifus di kemudian hari.

  • Malas Mencuci Tangan 

Sebagian anak tidak begitu peduli dengan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Padahal, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala merupakan pilar kesehatan yang bisa melindungi anak dari penyakit, termasuk tipes.

  • Saling Bertukar Makanan 

Kebiasaan berbagi makanan di kalangan anak-anak tidak melulu menjadi perilaku positif. Pasalnya, jika salah satu di antara anak tersebut telah terinfeksi tifus, saling berbagi makanan akan menjadi jalan untuk penyebaran penyakit terkait.

  • Bermain di Tempat yang Kotor

Bermain adalah dunianya anak-anak. Mereka dapat bermain di mana saja, baik di rumah, di sekolah, di taman bermain, hingga di kali atau sungai. Akan tetapi, tempat-tempat mereka bermain masih rawan terkontaminasi berbagai kuman berbahaya, termasuk salah satunya bakteri salmonela penyebab tipes. 

Itulah berbagai kebiasaan anak yang dapat menyebabkan mereka terinfeksi penyakit tifus. Untuk menghindarkan anak dari penyakit ini, kewaspadaan orang tua harus ditingkatkan. 

Berbagai tindakan pencegahan seperti menjaga kebersihan anak, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi telah dimasak dengan baik, dan mengajarkan mencuci tangan sebelum makan mesti digalakkan sejak dini. 

Apabila Anda menemukan indikasi adanya gejala tipes pada anak, jangan tunda untuk segera membawanya berobat ke dokter. Semakin dini diberikan penanganan yang tepat, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh seperti sedia kala.

Baca Juga