Penulis: Dr. Dyah Novita Anggraini

Datangnya musim hujan membuat kita semua harus menjaga daya tahan tubuh, tak terkecuali untuk anak. Saat musim hujan, biasanya kerap muncul berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas.

Musim hujan dapat menyebabkan penyakit di saluran pernapasan bagian atas, gejalanya seperti flu, pilek, atau batuk. Namun, tak hanya itu, gangguan hipotermia juga bisa muncul di musim ini.

Anda perlu mewaspadai gangguan hipotermia pada anak. Yuk, kenali lebih jauh mengenai kondisi ini!

Mengenal Gangguan Hipotermia pada Anak

Hipotermia adalah suatu gangguan dengan kondisi suhu tubuh turun akibat cuaca dingin.

Hal ini terjadi saat tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan menghasilkan panas. Hipotermia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Hipotermia ringan: terjadi pada kondisi awal dengan rentang suhu 32-35 derajat Celsius.
  • Hipotermia sedang: rentang suhu 27-32 derajat Celsius.
  • Hipotermia berat: merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut dengan segera.

Udara dingin yang terus-menerus dapat menyebabkan gangguan hipotermia pada anak. Suhu tubuh anak normalnya berada di antara 36,5 - 37,5 derajat Celsius.

Jika suhu bayi turun di bawah 36,5 derajat Celsius, maka bayi dicurigai mengalami gangguan hipotermia.

Suhu tubuh yang rendah di bawah 36,5 derajat Celsius menyebabkan penggunaan oksigen meningkat sebanyak 10 persen.

Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk menghangatkan tubuh, terutama pada anak dan bayi yang mudah kehilangan panas di dalam tubuhnya.

Gangguan hipotermia pada anak bisa berbahaya apabila tidak segera ditangani. Anda perlu mengetahui tanda-tanda anak mengalami hipotermia, antara lain:

  • Anak terlihat lemas dan lesu.
  • Kulit anak terlihat pucat.
  • Ujung-ujung jari terasa dingin.
  • Nafsu makan anak berkurang.
  • Anak terlihat sulit bernapas.
  • Penurunan kesadaran.

Cara Mengatasi Hipotermia pada Anak

Apabila anak Anda mengalami gangguan hipotermia, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan:

  1. Bila pakaian anak basah, segera ganti dengan pakaian baru.
  2. Pindahkan anak ke area yang lebih hangat.
  3. Selimuti anak agar terasa nyaman.
  4. Kontak kulit-ke-kulit (skin-to-skin) anak dengan orang tua dapat dilakukan, karena suhu tubuh orang tua dapat mentransfer panas tubuh.
  5. Segera ukur suhu tubuh anak.
  6. Asupan nutrisi anak perlu terpenuhi dalam bentuk makanan. Anda bisa berikan sup ayam hangat dengan sayuran disertai kentang rebus atau nasi.
  7. Berikan minuman hangat, contohnya susu. Selain dapat menghangatkan tubuh, susu hangat juga mengandung komposisi nutrisi vitamin dan mineral yang diperlukan anak dalam masa pertumbuhan.

Apabila anak terlihat ada penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Pada kondisi lingkungan yang dingin dan berangin, awasi kondisi anak. Gunakan pakaian berlapis untuk anak dan segera cari bantuan bila sudah terlihat tanda-tanda hipotermia dengan gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.

Jaga daya tahan tubuh anak selama musim hujan dengan pola makan bergizi seimbang.