Penulis: dr. Sara Elise Wijono

Anak Anda sering sesak napas saat beraktivitas atau sering mengeluh lelah? Hati-hati, bisa saja ia terkena hipertensi pulmonal.

 

Istilah hipertensi sudah dikenal dan dipahami secara luas. Tapi mungkin Anda tidak terlalu akrab dengan istilah hipertensi pulmonal. Padahal, penyakit yang menyerang paru-paru ini bisa berisiko mematikan pada anak-anak.

 

Secara sederhana, hipertensi pulmonal dapat diartikan sebagai tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru-paru, terutama pada arteri paru-paru. Jadi, bila terdapat peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru-paru, maka bisa timbul hipertensi pulmonal.

 

Akibatnya, bagian kanan dari jantung –yang fungsi utamanya memompa darah dari jantung ke paru-paru, harus bekerja lebih berat. Keadaan ini dapat menyebabkan pembesaran jantung. Bahkan, lama-kelamaan bisa menyebabkan gagal jantung.

 

Penyebab hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal merupakan kondisi yang bisa ditemukan pada anak maupun orang dewasa. Pada anak, keadaan ini paling umum disebabkan oleh penyakit jantung atau paru-paru.

 

Kondisi ini juga berhubungan dengan perkembangan paru pada janin, yang bisa dipengaruhi faktor-faktor sejak kehamilan maupun segera setelah lahir. Selain itu, bisa juga karena penyakit keturunan atau sebab yang tidak diketahui (idiopatik).

 

Beberapa faktor risiko yang diketahui dapat menimbulkan kondisi hipertensi pulmonal, antara lain adalah:

 

  • Penyakit pada jantung

Ø  Penyakit jantung bawaan. Misalnya kelainan katup atau jantung bocor.

Ø  Gagal jantung kiri, yang menyebabkan peningkatan tekanan pada paru-paru. Misalnya disebabkan oleh penyempitan (stenosis) katup mitral pada jantung atau pembuluh vena paru.

 

  • Penyakit pada paru-paru. Misalnya penyakit paru kronik pada bayi baru lahir yang lebih umum ditemui pada bayi prematur (bronchopulmonary dysplasia), paru-paru kecil (hypoplasia paru), dan sebagainya.

 

  • Adanya pembekuan darah pada pembuluh darah paru (emboli paru). Namun, kasus ini jarang ditemui pada anak.

 

  • Penyakit-penyakit tertentu. Misalnya anemia bulan sabit (sickle cell disease), kanker, serta penyakit hati dan ginjal. Selain itu, bisa juga disebabkan penyakit jaringan ikat dan penyakit keturunan atau genetik, meski hal ini jarang terjadi.

 

Sayangnya, gejala hipertensi pulmonal sering kali tidak spesifik dan menyerupai gejala kondisi lainnya yang umum ditemui pada anak-anak. Akibatnya, kondisi hipertensi pulmonal sering tidak diketahui, terutama pada masa-masa awal.

 

Contohnya, keluhan paling umum pada anak dengan kondisi tersebut adalah sesak napas saat beraktivitas, serta kelelahan yang makin lama semakin sering dan berat. Selain itu, bisa juga muncul gejala seperti pusing, pingsan, nyeri dada, bengkak pada kaki, atau kebiruan pada bibir.

 

Pada bayi, gejala hipertensi pulmonal lebih tidak khas lagi. Contohnya, nafsu makan yang buruk, gagal tumbuh, rewel, atau terlalu banyak berkeringat.

 

Mengatasi hipertensi pulmonal

Apabila penyebab hipertensi pulmonal telah diketahui, maka mengatasi penyebab tersebut dapat memperbaiki kondisi anak. Misalnya pada kasus kelainan jantung bawaan. Maka dapat dilakukan pembedahan untuk mengoreksinya, sehingga kondisi hipertensi pulmonal bisa membaik.

 

Selain itu, ada beberapa pilihan terapi lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki keadaan anak dengan hipertensi pulmonal, antara lain adalah:

 

  • Oksigen.
  • Obat untuk membantu mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh, seperti diuretik.
  • Obat untuk mengencerkan darah dan membantu memperlancar peredaran darah, seperti anti-koagulan.
  • Obat untuk membantu relaksasi pembuluh darah, sehingga mengurangi tekanan, seperti calcium channel blocker.
  • Obat untuk membantu kerja jantung, seperti digoxin.

 

Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, hipertensi pulmonal dapat mematikan pada anak. Pada beberapa kasus, dibutuhkan juga transplantasi paru atau jantung untuk membantu mengatasi tekanan darah yang meningkat pada pembuluh paru-paru.

 

Untungnya, jika bisa ditangani dengan tepat sejak dini, kemungkinan membaiknya kondisi hipertensi pulmonal pun semakin tinggi. Dengan lebih mengenali penyebab dan gejalanya, maka memilih tindakan yang tepat untuk mengatasi penyakit yang menyerang paru-paru anak ini pun dapat lebih mudah.

 

[MS/ RH]

 

 

Baca Juga