Hal yang paling mengganggu pikiran seorang ibu bekerja adalah rasa bersalah karena harus meninggalkan keluarga untuk bekerja. Rasa bersalah ini bisa mempengaruhi kinerja ibu di pekerjaannya & peran ibu saat di rumah bersama keluarganya.

Ibu bekerja perlu untuk menghindarkan diri dari rasa bersalah karena merasa kurang memiliki waktu. Perasaan ini adalah emosi yang wajar, karena dengan merasa bersalah seseorang berusaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik dan benar. Apalagi jika kita berada dalam budaya atau lingkungan yang masih beranggapan ibu bekerja sebagai hal yang kurang tepat, maka makin berkecamuk perasaan negatif tersebut. Bila terus menerus merasa bersalah, maka akan berdampak pada dinamika dalam keluarga dan juga produktifitas bekerja.

Untuk menyiasati waktu yang terbatas, ada lho beberapa tips praktis yang bisa dilakukan oleh ibu:

  1. Sediakan waktu 10-15 menit sehari secara konsisten untuk bermain dan berkomunikasi bersama anak. Lupakan sejenak pekerjaan kantor, arahkan perhatian dan pikiran pada hubungan yang positif ibu dan anak. Misalnya saja di pagi hari sebelum anak berangkat ke sekolah atau malam hari sebelum tidur, ibu mengajak anak bermain tebak-tebakan atau bercerita.
  2. Akhir pekan, jadwalkan aktivitas yang berkualitas dengan keluarga, contohnya saja bersepeda di pagi hari, memasak bersama, berkemah atau berkunjung ke museum.
  3. Perbanyak sentuhan, memuji dan memberikan perhatian pada hal-hal sederhana. Sentuhan yang lembut pada anak akan meningkatkan hormon endorphin sehingga anak pun akan merasa nyaman. Pujian diberikan pada anak untuk meningkatkan motivasi internal, sementara perhatian sederhana membuat anak merasa tetap dihargai keberadaannya oleh ibu.

Percayalah, suatu hari nanti ketika anak-anak anda bertumbuh dan berkembang menjadi dewasa, ia akan mengenang ibunya sebagai sosok yang luar biasa. Mereka akan berkata, “Terima kasih, ibu”