Oleh: dr. Reza Fahlevi

 

Khawatir anak terpapar cacar monyet yang baru-baru ini muncul di Singapura? Simak hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk pencegahannya.

 

Penyakit cacar monyet akhir-akhir ini kerap menjadi pembahasan dalam dunia kesehatan. Pasalnya, beberapa waktu lalu ditemukan kasus penyakit ini di Singapura. Hal tersebut juga sempat membuat masyarakat Indonesia khawatir dengan cacar monyet, termasuk para orang tua yang khawatir anaknya terpapar penyakit tersebut.

 

Ditambah lagi, sempat beredar hoaks yang menyatakan bahwa ada kasus penyakit cacar monyet di Indonesia. Hal yang tentunya bisa membuat orang tua semakin khawatir terhadap kondisi si Kecil. Lantas, apa saja hal yang wajib Anda ketahui tentang cacar monyet pada anak? Simak ulasannya di bawah ini.

 

Apa itu cacar monyet?

Kasus cacar monyet, atau yang dikenal sebagai monkeypox, pertama kali ditemukan di salah satu negara Afrika, yaitu Republik Demokratik Kongo, pada tahun 1970. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus yang menyebabkan timbulnya cacar monyet ini paling banyak hidup pada hewan-hewan primata. Itulah yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet.

Cacar monyet merupakan penyakit akibat infeksi virus variola pada tubuh yang menyebar melalui kontak langsung dengan manusia atau hewan pembawa virus. Pada fase awal, akan muncul beberapa gejala umum, seperti:

-        Demam selama lima hari

-        Nafsu makan menurun

-        Munculnya pembesaran kelenjar getah bening

Setelah gejala-gejala umum di atas, selanjutnya akan muncul gejala ruam kulit. Ruam kulit tersebut biasanya muncul dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam tersebut berbentuk bentol-bentol pada kulit dan berisi nanah dengan ukuran yang bervariasi. Bentol-bentol ini kemudian akan pecah dan sebagian akan menimbulkan bekas.

 

Cacar monyet pada anak

Bagi para orang tua, berikut adalah beberapa hal yang wajib diketahui mengenai cacar monyet pada anak:

1.     Cacar monyet pada anak biasanya lebih berat

Dibandingkan dengan orang dewasa, daya tahan tubuh si Kecil lebih rendah. Akibatnya, si Kecil dapat lebih mudah mengidap cacar monyet atau mengalami gejala yang lebih berat jika sampai mengidap penyakit ini.

Selain itu, kematian akibat cacar monyet juga lebih sering terjadi pada anak dan orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang rendah. Maka dari itu, perkuat daya tahan tubuh si Kecil dengan asupan yang sesuai.

 

2.     Penyebaran penyakit tidak hanya dari monyet

Walaupun cacar monyet pertama kali ditemukan di monyet pada 1958, tapi ternyata monyet bukanlah satu-satunya sumber penularan penyakit ini.

Penyakit cacar monyet juga dapat ditularkan oleh beberapa spesies lain seperti hewan primata selain monyet, anjing padang rumput, tikus, tupai, serta oleh manusia yang tertular penyakit ini. Oleh sebab itu, salah satu cara pencegahan adalah membatasi kontak dengan hewan-hewan tersebut.

 

Pencegahan cacar monyet pada anak

Namun, para orang tua tidak perlu panik. Penyebaran cacar monyet, khususnya pada si Kecil, bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari atau dicegah. Berikut adalah beberapa penjelasannya:

 

1.     Cacar monyet dapat dicegah

Membatasi kontak dengan hewan-hewan yang berpotensi menularkan cacar monyet merupakan upaya yang utama. Namun ada beberapa cara lain yang juga penting dilakukan sebagai upaya pencegahannya.

Beberapa cara pencegahan tersebut meliputi rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan luar rumah dan berkontak dengan hewan, serta menjaga pola hidup bersih.

Bagaimana dengan vaksin? Sayangnya, hingga saat ini belum ada vaksin spesifik untuk mencegah cacar monyet.

 

2.     Cacar monyet dapat sembuh sendiri

Penyakit cacar monyet sebenarnya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri, namun membutuhkan waktu hingga 2-3 minggu sampai penyakitnya benar-benar sembuh.

Tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini. Perawatan hanya meliputi pemberian cairan dan nutrisi yang baik, serta mengatasi keluhan penderita seperti pemberian obat anti demam untuk mengatasi gejala.

Adapun jika terjadi kasus yang fatal atau kematian, biasanya disebabkan oleh komplikasi dari penyakit ini. Namun, kematian akibat penyakit cacar monyet jarang terjadi.

 

3.     Cacar monyet belum menyebar ke Indonesia

Hingga saat ini, penyakit cacar monyet belum ditemukan di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak perlu terlalu panik dengan penyakit ini. Meski demikian, tetap perlu waspada dan melakukan upaya pencegahan seperti yang telah dipaparkan di atas.

 

Mengetahui seluk-beluk dan gejala cacar monyet, serta pencegahannya adalah kunci dalam menghindarkan si Kecil dari penyakit tersebut. Selain itu, selalu berpeganglah pada informasi yang valid agar Anda tidak panik terhadap hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Terakhir, selalu pastikan daya tahan tubuh si Kecil selalu berada dalam kondisi optimal dengan memberinya asupan yang tepat setiap hari.