dr. Reza Fahlevi

 

 

 

Tumor otak sering terlambat ditangani. Padahal, kondisi itu memiliki gejala yang bisa dideteksi sejak dini.

 

Tumor otak, penyakit mengerikan yang bisa terjadi pada siapa saja. Buah hati Anda yang bahkan belum banyak melangkahkan kaki di dunia ini juga bisa menjadi salah satu targetnya. 

 

Faktanya, tumor otak adalah suatu kondisi tumor yang cukup sering terjadi pada anak. Terjadinya kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kelainan genetik. 

 

 

Deteksi dini gejala tumor otak pada anak

 

Tumor otak digolongkan sebagai penyakit yang sulit dideteksi. Pasalnya, penyakit ini memberikan gejala tidak spesifik, yang juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

 

Beberapa gejala yang dihubungkan dengan penyakit tumor otak, di antaranya:

 

  • Sakit kepala

 

Tidak melulu terjadi akibat infeksi, sakit kepala ternyata juga bisa menjadi gejala awal tumor otak. 

Sakit kepala akibat tumor otak biasanya disertai dengan keluhan lain, seperti nyeri hebat, perasaan mual atau ingin mutah, sulit beraktivitas dan terjadi berulang selama lebih dari dua minggu. 

 

  • Pandangan kabur

 

Tumor otak bisa menyebabkan pandangan kabur atau menurunnya fungsi penglihatan secara signifikan. Karena itu, apabila si Kecil mengalami gangguan penglihatan tanpa sebab yang jelas, cobalah untuk membawanya periksa ke dokter spesialis mata. 

 

Jika dokter tidak menemukan adanya gangguan pada mata anak, bisa jadi pandangan kabur yang dialami si Kecil disebabkan oleh keberadaan tumor di otaknya.

 

  • Gangguan keseimbangan

 

Mudah terjatuh atau terlihat sempoyongan pada anak yang terbiasa berjalan atau berlari bisa menjadi tanda dari adanya gangguan keseimbangan. Nah, munculnya tumor di bagian otak dapat menjadi penyebab dari munculnya gangguan keseimbangan.

 

  • Kelemahan anggota tubuh

 

Kemunculan tumor di otak bisa membuat organ vital tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengatur segala fungsi yang dimiliki tubuh. Tidak jauh berbeda dengan stroke, adanya tumor otak juga bisa menyebabkan kelemahan pada salah satu atau kedua sisi tubuh.

 

  • Perubahan sikap yang ekstrem

 

Perubahan perilaku secara ekstrem pada anak yang tadinya bertingkah baik dan kalem dapat menandakan ada yang ‘aneh’ dengan kondisi otaknya. Kemungkinan, keanehan di otak yang menyebabkan perubahan 180 derajat pada perilaku anak disebabkan oleh kemunculan tumor.

 

Pada kasus tumor otak, anak yang tadinya terlihat baik biasanya akan menjadi lebih mudah marah, berhalusinasi dan melakukan hal-hal aneh yang tidak pernah terpikir sebelumnya.

 

  • Kejang berulang

 

Anak yang mengalami kejang berulang tanpa disertai demam dapat menandakan bahwa dirinya mengalami tumor otak. 

 

Pada beberapa kasus, kejang akibat tumor otak juga bisa disertai dengan gejala-gejala lain, seperti sakit kepala hebat, mual, muntah, dan tidak kunjung membaik meski telah diobati. 

 

Pada tahap lanjut, kemunculan tumor di otak bisa membuat anak mudah kehilangan kesadaran. Karenanya, sebelum gejala yang terakhir ini muncul, Anda mesti jeli memerhatikan ada/tidaknya gejala awal tumor otak pada anak.

 

Jika menemukan satu atau lebih gejala-gejala tersebut pada anak, jangan tunda untuk segera membawanya berobat ke dokter. Saat pemeriksaan, anak mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan MRI dan CT-scan kepala.

 

Nantinya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anak positif mengalami tumor otak, dokter mungkin akan melakukan pembedahan guna mengangkat sel tumor. Setelah itu, radioterapi atau kemoterapi juga bisa dilakukan untuk memberantas sel tumor yang mungkin mengganas dan mengancam keselamatan.

 

Tumor otak adalah kondisi berbahaya yang bisa dengan mudah merenggut nyawa penderitanya. Karena penyakit ini lebih sering terjadi pada anak, Anda sebagai orang tua wajib waspada akan segala kemungkinan yang ada. 

 

Jika mendapati bahwa anak mengalami gejala yang berkaitan dengan tumor otak, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan untuk sembuh akan semakin tinggi.

 

 

Baca Juga