dr. Sepriani Timurtini Limbong

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun dapat alami gangguan penglihatan seperti mata minus dan silinder.

Gangguan penglihatan kerap diidentikkan dengan usia tua. Nyatanya, masalah ini juga dapat terjadi pada usia anak. Bahkan, data menyebutkan satu dari empat anak mengalami gangguan penglihatan. Dari beragamgangguan penglihatan pada anak, mata minus dan silinder adalah yang paling sering dijumpai.

 

Mata minus dan silinder

Mata minus atau miopia adalah kondisi dimana seseorang sulit melihat jauh karena itu sering juga disebut dengan rabun jauh. Penyebab dari kondisi ini antara lain adalah kelengkungan kornea (bagian depat mata) yang lebih pendek atau sumbu bola mata yang terlalu panjang sehingga bayangan benda jatuh di depan retina.

 

Hal tersebut menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda yang jauh atau disebut rabun jauh. Kondisi ini umumnya ditangani dengan memberikan kacamata berlensa negatif (minus). Hal itu pula yang membuat kelainan ini disebut mata minus.

 

Sementara itu, mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi dimana bidang kornea mata tidak sama antara sisi horizontal dan vertikal. Hal ini menyebabkan pandangan menjadi tidak jelas dan membuat penderitanya sulit melihat garis-garis lurus.

Selain masalah pada kornea, mata silinder juga dapat disebabkan oleh gangguan pada lensa, faktor keturunan, riwayat kornea tergores, dan riwayat operasi mata. Gangguan ini sering terjadi bersamaan dengan mata minus.

Apa sajakah gejala mata minus dan silinder pada anak yang bisa Anda amati? Berikut beberapa di antaranya:

  • Mata tegang dan lelah. Saat dipaksa untuk fokus melihat benda yang jauh agar terlihat jelas, mata si Kecil dapat tegang dan kelelahan. Ini bisa menjadi gejala mata minus. Anak yang mengalami mata minus akan tampak sering memicingkan mata saat melihat objek yang jauh.
  • Anak pusing atau sakit kepala. Penderita mata minus yang terus memaksa mata agar dapat melihat dengan jelas bisa memicu sakit kepala.
  • Anak tidak spesifik mengeluh sulit melihat jauh atau dekat, dan hanya mengeluh penglihatannya tampak buram atau kabur. Kalau ini terjadi, bisa jadi dia mengalami mata silinder (astigmatisme).

Anak yang mengalami mata silinder juga bisa mengeluh mengenai sulitnya mereka fokus pada tulisan yang dibaca. Anak-anak ini bisa juga mengalami sakit kepala, kelelahan, dan ketegangan pada mata.

 

Waspadai juga gangguan mata ini

Selain mata minus dan silinder, kelainan mata yang dapat juga terjadi pada anak adalah mata plus atau hipermetropia, katarak, serta glaukoma. Anak yang menderita hipermetropia akan kesulitan untuk melihat benda yang dekat sehingga sering disebut rabun dekat. 

Hal ini dapat terjadi akibat kornea yang terlalu pipih atau sumbu mata terlalu pendek. Hipermetropia banyak terjadi pada anak, tapi seiring bertambahnya usia umumnya gejala ini akan berkurang. Rabun dekat dapat diatasi dengan pemberian kacamata berlensa positif (plus) karena itu sering disebut mata plus. 

Gangguan lainnya adalah katarak atau kekeruhan lensa. Meski banyak terjadi pada orang tua, katarak pada bayi dan balita dapat terjadi. Tanda yang dapat Anda perhatikan adalah adanya warna abu-abu atau putih pada bagian pupil anak. Tanda lainnya adalah kurangnya respons mata terhadap benda bergerak di depannya.

Selanjutnya, bayi juga dapat mengalami glaukoma, yaitu peningkatan tekanan pada bola mata. Glaukoma menimbulkan gejala seperti mata yang membesar di luar normal, mata berawan atau kornea mengeruh, serta sensitivitas cahaya.

Pencegahan gangguan penglihatan

Kabar baiknya, gangguan penglihatan pada anak dapat dicegah dengan menjaga kesehatan matanya. Sediakan makanan yang kaya akan nutrisi khususnya vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc, dan omega-3 yang baik untuk kesehatan mata. 

Misalnya, ikan, makanan laut, telur, serta aneka buah dan sayuran. Hindari paparan gawai atau televisi terlalu sering pada mata anak karena dapat menyebabkan mata kering, lelah, dan berakhir pada gangguan mata lainnya. Tak kalah penting, periksa kesehatan mata anaksecara rutin ke dokter untuk memantau adakelainan atau tidak. 

Mata minus dansilinder merupakan dua diantara beberapa gangguan penglihatan yang dapat terjadi pada anak. Untuk menghindarinya, Anda harus memastikan nutrisi Si Kecil terpenuhi, miliki pola hidup yang aman untuk mata, serta rutin memeriksakan kesehatan mata untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin. 

Baca Juga