Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Anak-anak seringkali sulit untuk mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Kebanyakan mereka menunjukkan dengan perilaku seperti menangis, merengek, memukul, marah, menarik diri dan sebagainya. Hal-hal tersebut sebenarnya bukan cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan. Sehingga dibutuhkan media lain untuk bisa membantu anak memulihkan diri dari masalah psikologis yang dialaminya. 

Salah satu metode yang efektif adalah terapi bermain, yaitu suatu metode konseling untuk anak usia 4-16 tahun dengan menggunakan pendekatan bermain sebagai bentuk berkomunikasi dan cara menolong anak dari permasalahan yang dialaminya. 

 

Mengapa terapi bermain?

Terapi ini efektif diterapkan pada anak, karena bermain adalah bahasanya anak-anak, dunianya anak-anak. Untuk bisa memahami anak, orang dewasa perlu mengenal dunia anak, yaitu bermain. 

Kegiatan bermain dapat digunakan untuk memahami anak, membangun hubungan dengan anak. Misal, anak yang berusia dini dengan keterbatasan kemampuan komunikasi, dapat ditangani dengan kegiatan bermain. Atau ketika anak sedang merasa cemas, membiarkan ia bermain dapat membuat rasa cemas berkurang. Pada akhirnya memang semua anak membutuhkan bermain, karena bermain adalah media belajar dan berproses yang akan menguntungkan mereka di kehidupan nyata. 

Terapi bermain didasarkan pada aktivitas bermain. Sehingga melalui kegiatan bermain, fungsi dari terapi itu sendiri adalah membantu anak-anak untuk mengatasi persoalan emosi, perilaku, sosial, belajar, dan gangguan mental lainnya. Dalam sesi terapi, anak yang memerlukan bantuan dalam mengatasi masalah kesehatan mental akan dibebaskan untuk berekspresi dan menyalurkan emosinya dengan cara yang dia rasa baik dan tepat, menggunakan alat-alat permainan yang ada di ruangan dalam situasi yang aman dan nyaman. Media yang digunakan pada sesi terapi bermain cukup beragam jenisnya mulai dari pasir, tanah liat, musik, dongeng, bermain konstruksi, menari dan bergerak, serta beberapa metode bermain lainnya yang dapat digunakan anak selama sesi.

Siapa saja yang butuh terapi bermain?

Anak yang mengalami kehilangan orangtua atau berduka, perceraian, motivasi menurun, masalah perilaku, kecemasan, gangguan sosial, trauma, perundungan dan lain sebagainya, dapat dibantu dengan terapi bermain. Selama sesi terapi bermain, terapis akan membebaskan anak memilih alat permainan apapun yang ingin dimainkan, itu yang dinamakan child centered. Ketika anak merasa diterima oleh terapis, maka anak tersebut akan membebaskan diri dari segala tekanan. 

Contohnya anak yang prestasi belajarnya menurun karena mungkin saja, orangtua terlalu banyak menekan dan membatasi. Nah, di sesi terapi bermain, anak tersebut diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi diri, melepaskan ketegangannya, menemukan cara menyelesiakan permainan dengan caranya sendiri. Karena proses itulah, anak merasa kembali percaya diri dan yakin sebenarnya ia mampu dan bisa.

Biasanya terapis juga akan memberi konseling pada orangtua, agar perkembangan mentalnya semakin baik. Catatan penting dalam setiap sesi terapi bermain dengan anak adalah, anak merasa diterima tanpa merasa takut salah atau dinilai. Sehingga proses pemulihan secara psikologis perlahan akan efektif membantu anak. 

Baca Juga