Penulis: dr. Alvin Nursalim, Sp.PD

Sembelit pada anak adalah masalah yang umum dijumpai. Akan tetapi, perubahan pola hidup selama pandemi rupanya bisa juga memperburuk keadaan ini.

Bagaimana bisa pandemi virus corona memengaruhi risiko sembelit pada anak? Apa pula yang orang tua perlu lakukan demi menjaga kesehatan saluran cerna anak? Simak ulasannya di sini.

Risiko Sembelit pada Anak Selama di Rumah Saja

Selama pandemi virus corona melanda, semua orang dianjurkan untuk tetap berada di rumah saja.

Aktivitas harian yang biasanya dilakukan anak, seperti sekolah, jalan-jalan, dan bermain di luar, pun berubah drastis.

Berada di rumah saja mau tak mau membuat aktivitas fisik berkurang, waktu tidur dan makan cenderung tidak teratur.

Anak juga bisa alami stres karena terlalu lama berada di rumah. Situasi tersebut pada akhirnya dapat berujung anak alami sembelit.

Sebenarnya, kebanyakan sembelit pada anak bersifat fungsional, artinya tidak ada kondisi medis yang menyebabkannya.

Penyebab sembelit pada anak tersebut biasanya terkait dengan perubahan pola makan, termasuk kurangnya serat atau cairan yang tidak mencukupi.

Walaupun anak tidak beraktivitas di luar rumah, tetap pastikan asupan cairan dan serat yang cukup untuk mencegah konstipasi.

Terkadang sembelit berhubungan dengan perilaku anak. Jika seorang anak menolak untuk buang air besar, bisa jadi dirinya menghindari buang air besar yang keras. Jadi mencari akar masalah diperlukan.

Dengan pemberian makanan tinggi serat dan cukup cairan, maka pola buang air besar dapat menjadi lebih baik.

Walaupun umumnya tidak ada penyebab serius, sembelit juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit seperti intoleransi gluten, hipotiroidisme atau kelainan pada serabut saraf saluran cerna.

Jadi pada kasus sembelit yang kronik, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mencegah Anak saat Pandemi

Tentu tak ingin sembelit menyambangi buah hati Anda. Nah, ada beberapa cara mencegah sembelit pada anak, yaitu:

  • Tawarkan anak Anda makanan berserat tinggi. Pola makan yang kaya serat dapat membantu tubuh anak membentuk feses yang lembut.
    Sajikan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, sereal, dan juga roti dari gandum utuh.
    Selain makanan tinggi serat, pemberian snack berupa susu dapat Anda lakukan. Rasanya yang lezat dan nutrisinya yang lengkap dapat menjadi pilihan pemenuhan nutrisi harian si kecil.
  • Dorong si kecil untuk minum banyak cairan. Air putih sering kali dilupakan, padahal cairan ini penting untuk membentuk konsistensi feses yang baik dan mencegah dehidrasi.
  • Mendorong aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang teratur membantu menstimulasi fungsi usus yang normal. Jadi, ajak anak bermain di rumah untuk membuatnya tetap aktif bergerak.
  • Ciptakan rutinitas toilet. Sisihkan waktu beberapa saat setelah makan secara teratur agar si kecil dapat menggunakan toilet. Kebiasaan ini dapat membantu anak Anda membentuk pola buang air besar.

Jadi, banyak cara yang dapat ditempuh untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak. Dengan pola hidup yang tepat, anak dapat tetap sehat dan bebas dari sembelit selama masa pandemi.