Oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedscHons (Redaksi Klikdokter)

 

 

Anak mana yang tidak suka makanan manis seperti cokelat, permen, atau es krim? Jangan biarkan ia sampai kecanduan, agar pertumbuhannya tetap optimal.

 

Sebagian besar kudapan yang ditujukan untuk anak dijual dengan kandungan gula yang cukup tinggi. Bila anak sering mengonsumsinya, lama-kelamaan ia bisa kecanduan makanan manis. Akibatnya, anak bisa memiliki beberapa risiko gangguan kesehatan.

 

Efek anak kecanduan makanan manis

Parahnya lagi, kecanduan makanan manis bisa seperti kecanduan obat tertentu. Bila anak tak mendapatkannya, ia bisa tantrum atau bahkan tak mau makan sebelum keinginannya akan makanan manis dipenuhi.

 

Sebagai orangtua, Anda tentu khawatir jika anak mengalami hal tersebut. Gejala kecanduan makanan manis lainnya adalah kesulitan menahan untuk mengonsumsi makanan manis selama 1-2 hari.
 
Efek kecanduan makanan manis ini bisa berupa perubahan suasana hati seperti anak menjadi mudah marah, tantrum, atau perubahan tingkat aktivitas. Anak Anda dapat menjadi lebih aktif atau lesu, tidak seperti hari-hari dari biasanya.
 
Bila memang si Kecil mengalaminya, coba ingat lagi bagaimana pola makan dan asupannya. Bisa jadi, karena alasan “tak tega”, Anda pun terbiasa membiarkannya mengonsumsi makanan manis hingga ia mengalami kecanduan. 

 

Tips mencegah anak kecanduan makanan manis

Sebelum anak menunjukkan tanda-tanda kecanduan makanan manis, mulailah lakukan upaya untuk mencegahnya. Sebab bila dibiarkan begitu saja, kebiasaan ini bisa menempel hingga anak tumbuh dewasa, sehingga ia pun rentan terkena obesitas.

 

Berikut ini adalah hal yang bisa Anda lakukan agar anak tidak kecanduan makanan manis:

 

1.    Berikan menu sarapan sehat

Ajari anak memulai hari dengan sarapan sehat yang mencakup protein dan karbohidrat kompleks untuk menggantikan gula. Bila ia ingin sesuatu yang manis, Anda dapat menyajikan buah potong atau jus buah yang jelas lebih sehat.

 

2.    Hindari makanan olahan

Makanan olahan seperti nugget atau burger memang praktis dan rasanya nikmat dimakan sebagai menu kudapan. Tak heran, banyak anak yang menyukainya. Namun, biasakan untuk menyediakan camilan sehat dan ganti menu makanan olahan tersebut dengan kacang-kacangan atau salad.

 

Agar anak bersemangat untuk melahapnya, buat tampilannya semenarik mungkin, misalnya dengan menggabungkan sayur dan buah menjadi bentuk hewan atau tokoh kartun kesayangannya.

 

3.    Hilangkan kebiasaan mengonsumsi minuman manis

Mulailah menerapkan kebiasaan minum air putih, baik di rumah atau saat bepergian. Dengan memberi contoh yang baik pada anak, maka ia akan terbiasa dengan hal tersebut.

 

4.    Berikan edukasi bahaya akan makanan manis

Memberi pengertian pada anak akan bahaya makanan manis akan membuatnya lebih mudah menerima batasan akan makanan tersebut ketimbang Anda hanya melarangnya terus-menerus.

 

Jelaskan juga bahwa makanan yang sehat akan membuatnya merasa lebih baik, sehingga ia bisa bebas bermain dengan teman-temannya.

 

5.    Sediakan pilihan makanan manis yang sehat

Berikut ini adalah deretan makanan manis yang masih aman untuk dikonsumsi anak-anak selain buah, sehingga Anda bisa memberikannya pada buah hati sebagai variasi menu:

 

·      Sereal. Sereal kaya akan serat yang baik untuk pencernaan dan mampu memberikan energi untuk si Kecil. Sementara kandungan vitamin E, vitamin B, zink dan kalium yang tinggi di dalamnya juga akan mengoptimalkan fungsi kerja otak anak.

 

·      Agar-agar. Agar-agar bisa menjadi salah satu camilan yang baik untuk anak, karena kandungan seratnya amat baik untuk kelancaran sistem pencernaan.

 

Tak ada salahnya Anda membuat sendiri agar-agar dari bahan-bahan yang lebih sehat. Membeli agar-agar dalam kemasan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan yang tidak baik untuk kesehatan anak.

 

·      Yoghurt. Salah satu produk olahan susu sapi yang diolah dengan cara fermentasi ini juga sangat baik bagi pencernaan anak. Protein dan vitamin B pada yoghurt juga sangat penting dalam mendukung pertumbuhan enzim dan jaringan otak.

 

Tidak hanya itu, yoghurt juga mengandung vitamin D yang penting untuk perkembangan otot dan saraf tubuh anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Agar tetap aman, pilih yoghurt rendah lemak untuk menghindari asupan gula berlebih pada anak.

 

Dengan mengupayakan berbagai cara di atas, anak Anda akan terbiasa dengan mengonsumsi makanan sehat. Sehingga ketika dewasa nanti ia pun tidak kesulitan untuk menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat.

 

Anjuran konsumsi gula pada anak

Sebisa mungkin, kontrol asupan gula anak Anda dengan mengetahui batasan maksimal konsumsi gula sesuai usianya. Berikut ini adalah angka yang dianjurkan oleh para ahli gizi:

 

·      Anak-anak antara 2-18 tahun: kurang dari 6 sendok teh gula per hari, yakni sekitar 25 gram gula atau 100 kalori.
·      Anak-anak dan remaja: tidak lebih dari 8 ons setiap minggu atau sekitar 240 ml.
·      Anak-anak di bawah usia 2 tahun: tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman manis.

 

Dengan mengikuti anjuran tersebut, anak Anda akan terhindar dari berbagai risiko gangguan kesehatan seperti obesitas atau kegemukan.

 

Kecanduan makanan manis pada anak bisa berbahaya karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan juga psikologisnya. Bila sudah demikian, tumbuh kembangnya pun akan terganggu. Oleh sebab itu, lakukan berbagai tips diatas untuk menghindari anak Anda dari kecanduan makanan manis.

 

 

Sumber:

https://www.verywellfamily.com/is-too-much-sugar-harmful-to-kids-22337

https://globalnews.ca/news/2898066/how-much-sugar-are-your-kids-eating-take-a-look-at-3-new-sugar-limit-guidelines/