Demam merupakan salah satu gejala yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Seorang anak dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuh mereka mencapai lebih dari 37.5 derajat Celsius.

Umumnya demam disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau virus di dalam tubuh anak. Demam biasanya disertai dengan berbagai gejala lain, seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri telinga, campak, dan lainnya.

Pada dasarnya, demam merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Karena dengan naiknya suhu tubuh, dapat membantu membunuh kuman-kuman tersebut atau menghambat pergerakan mereka. Karena itu, Anda tak perlu terlalu khawatir ketika anak mengalami demam.

Namun, pada beberapa kasus, demam dapat menyebabkan komplikasi yang cukup berat pada anak. Salah satu yang biasa ditemukan adalah munculnya kejang saat demam tinggi. Kondisi itu disebut sebagai penyakit kejang demam.

Waspada Kejang Demam

Kejang demam merupakan kondisi kejang yang terjadi saat anak demam. Selama kejang, tubuh anak akan menjadi kaku, hilang kesadaran, dan tangan serta kakinya akan berkedut. Kadang-kadang, tanpa sadar mereka juga buang air kecil.

Kejang demam dapat terjadi pada anak usia 3 bulan hingga 6 tahun, walaupun paling sering muncul pada rentang usia 12-18 bulan. Jadi, kejang yang terjadi di bawah atau di atas rentang usia tersebut, biasanya bukan merupakan kejang demam, melainkan penyakit lainnya. Terdapat dua jenis kejang demam, yaitu:

  • Kejang Demam Simple
    Jenis kejang demam yang paling banyak terjadi. Kejang biasanya hanya berlangsung satu sampai dua menit. Namun, kadang juga dapat mencapai 15 menit.
  • Kejang Demam Complex
    Merupakan jenis kejang demam yang jarang terjadi. Kejangnya berlangsung hingga lebih dari 15 menit, dan dapat terjadi dua kali kejang dalam 24 jam. Atau, bisa juga hanya satu atau dua bagian tubuh anak yang mengalami kejang.

Penyebab kejang demam masih belum diketahui dengan pasti. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya kejang demam adalah genetik. Artinya, seorang anak lebih berisiko mengalami kejang demam ketika memiliki riwayat penyakit kejang demam pada keluarganya.

Lalu, ketika mereka mengalami kejang demam untuk pertama kalinya, risiko mereka untuk terkena serangan kejang saat demam berikutnya menjadi lebih tinggi.

Beberapa jenis infeksi yang menyebabkan demam juga diduga berkaitan dengan kejang demam. Infeksi yang dimaksud adalah cacar air, virus influenza, radang tenggorokan, hingga radang pada telinga tengah. Selain itu, walaupun jarang, kejang demam juga dapat terjadi setelah vaksinasi.

Kejang demam simple tidak menyebabkan kerusakan pada otak sehingga tidak memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar. Namun, jika kondisi itu terus berulang seperti pada kejang demam kompleks, anak Anda dapat mengalami kerusakan otak. Dan efeknya adalah mereka akan kesulitan dalam belajar di masa depan.

Cara Mengatasi Kejang Demam pada Anak

Jika anak Anda mengalami kejang, posisikan mereka pada posisi pemulihan atau recovery position. Sandarkan anak pada satu sisi (pada permukaan yang lembut), dengan wajah mereka dibalikkan ke arah miring. Posisi tersebut akan mencegah mereka mengalami aspirasi yang dapat menutup jalan napas.

Apabila anak Anda mengalami kejang untuk pertama kalinya atau kejang lebih dari lima menit, segeralah bawa mereka ke rumah sakit terdekat. Jelaskan kepada dokter bagimana kondisi anak Anda, berapa lama kejangnya, dan bagian tubuh mana yang mengalami kejang.

Cegah Kejang Demam pada Anak dengan Tingkatkan Imunitasnya

Pemberian obat penurun panas memang akan menurunkan panas dan menyegarkan badan anak Anda, tetapi tidak dapat mencegah terjadinya kejang demam. Begitu juga dengan pemberian rutin obat antikejang, hal ini tidak direkomendasikan kecuali anak Anda mengalami kejang berulang.

Maka dari itu, langkah terbaik untuk mencegah terjadinya kejang adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.

Mengapa? Karena dengan memiliki sistem pertahanan tubuh yang baik, anak bisa terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan demam.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, tentunya peran asupan bergizi sangatlah besar. Masukkanlah sayuran dan buah-buahan setiap harinya ke dalam menu makan anak. Tak lupa, Anda juga bisa memberikan susu Ultra Mimi Kids kepada anak. Susu Ultra Mimi Kids merupakan minuman susu segar alami yang berkualitas tinggi. Dengan kandungan vitamin dan kalsium, susu ini sangat mudah diserap oleh tubuh dan baik dalam menunjang sistem pertahanan tubuh si Kecil.

Tak hanya itu, kandungan fosfor dalam susu Ultra Mimi Kids dapat menunjang tumbuh kembang anak, memperkuat tulang dan gigi, mendukung pertumbuhan sel, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan begitu, mengonsumsi susu ini dapat membantu mencegah si Kecil mengalami berbagai infeksi.

Susu Ultra Mimi Kids tersedia dalam empat rasa, yakni full cream, cokelat, stroberi, dan vanila yang sangat disukai anak-anak.

Baca Juga

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637277/susu-murni-vs-susu-uht-mana-lebih-baik-untuk-anak
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3580617/manfaat-susu-uht-bagi-kesehatan-anak
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3583253/kapan-anak-boleh-mulai-minum-susu-uht

Itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai kejang demam pada anak. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[RS]

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/#:~:text=Information%3A,infections%20like%20coughs%20and%20colds.
https://www.nhs.uk/conditions/febrile-seizures/#:~:text=Home-,Febrile%20seizures,if%20it's%20their%20first%20seizure. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/brain-nerves-and-spinal-cord/febrile-seizures