dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc

Bronkitis merupakan salah satu kondisi saluran pernapasan yang dapat dialami oleh anak. Apa saja strategi pencegahannya?

Bronkitis umum terjadi pada anak-anak. Jika anak mengalami batuk berdahak yang tak kunjung sembuh selama beberapa minggu, bisa jadi ia terkena bronkitis. Apa itu bronkitis?

Bronkitis adalah peradangan yang terjadi di bronkus, yakni pipa saluran udara berukuran sedang hingga berat yang terdapat pada paru-paru. Gejala umum bronkitis adalah batuk berdahak, yang dapat disertai sesak napas atau demam. Berdasarkan lama berlangsungnya gejala, bronkitis dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni akut (10 hingga 14 hari) dan kronis (setidaknya 3 bulan).

Lalu, bagaimana anak dapat mengalami bronkitis? Pada bronkitis akut, faktor penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Karena infeksi virus biasanya mereda dengan sendirinya, gejala bronkitis akut dapat mulai mereda sekitar 2 minggu setelah timbulnya keluhan.

Sebaliknya, bronkitis kronik pada anak sering kali berkaitan dengan asma, fibrosis kistik, terhirup benda asing, atau paparan terhadap zat yang menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Penting juga untuk diingat bahwa tidak semua keluhan batuk pada anak disebabkan oleh bronkitis.

Bagaimana cara mencegah agar anak tidak mengalami bronkitis? Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Didik anak untuk mencuci tangan secara rutin
    Mencuci tangan dapat dilakukan pada momen-momen tertentu, seperti sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh objek tertentu, serta sebelum dan setelah bermain.

    Cara cuci tangan yang baik adalah di bawah air mengalir selama setidaknya 40 sampai 60 detik dengan menggunakan sabun. Selain itu, Anda juga dapat membekali anak dengan hand sanitizer yang mengandung minimal 60 persen alkohol.

  2. Memperhatikan nutrisi dengan baik
    Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang akan mendukung pembentukan sistem daya tahan tubuh yang baik. Pastikan anak Anda mengonsumsi buah, sayur, susu, ikan, daging, dan sebagainya secara bervariasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineralnya.

  3. Ajak anak untuk berolahraga
    Berolahraga tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa. Dengan mengajak anak melakukan aktivitas fisik secara rutin, hal ini juga dapat mendukung sistem daya tahan tubuh mereka sehingga tidak mudah sakit. Tak hanya itu, teratur berolahraga juga akan mendukung pertumbuhan otot dan tulang agar semakin optimal, serta menghindarkan anak dari berat badan berlebih atau obesitas.

  4. Hindari paparan terhadap alergen (hal-hal yang berpotensi mencetuskan reaksi alergi)
    Jika anak Anda memiliki riwayat alergi, sangat penting untuk menghindari paparan terhadap alergen. Salah satu alergen yang paling sering menimbulkan reaksi alergi adalah tungau debu rumah. Oleh sebab itu, pastikan bahwa lingkungan sekitar anak bebas dari debu, termasuk tempat bermain dan kamar tidur anak.

 

Apabila anak mengalami keluhan pada saluran pernapasan dengan tanda dan gejala menyerupai bronkitis, apakah langkah selanjutnya yang perlu diambil? Pertama-tama, ajaklah anak ke dokter agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dengan demikian, dokter dapat mendiagnosis kemungkinan penyebab serta jenis penanganan yang sesuai. Durasi penyembuhan dari bronkitis umumnya bergantung dari faktor yang menyebabkannya. Semoga bermanfaat, ya!

SEO/Tags: Bronkitis, Anak, Bronkitis pada Anak