Oleh: dr. Dyah Novita Anggraini

Jangan biarkan alergi mengganggu proses tumbuh kembang anak secara diam-diam. Yuk ketahui cara mendeteksinya.

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suatu zat tertentu (alergen), yang bagi orang lain tidak menimbulkan masalah. Keadaan ini dapat terjadi pada segala usia, khususnya anak.

Pada kasus alergi, histamin yang terbentuk akibat adanya paparan alergen akan menimbulkan sejumlah reaksi pada tubuh. Mulai dari kulit, mata, hidung, paru-paru hingga saluran cerna.

Mendeteksi Tipe Alergi pada Anak

Alergi terbagi menjadi dua jenis:

  • Alergi tipe cepat
    Pada kasus ini, reaksi alergi muncul dalam hitungan tak kurang dari 2 jam setelah tubuh terpapar alergen.

  • Alergi tipe lambat
    Pada alergi tipe lambat, reaksi biasanya baru muncul 2 atau 3 hari kemudian.


Untuk mendeteksi adanya alergi pada anak, berikut beberapa hal yang bisa Anda jadikan patokan:

  1. Alergi kulit
    Jika anak Anda terpapar alergen tertentu dan mengalami gejala kulit tampak kering, bersisik, timbul ruam merah, gatal atau bentol, Anda patut curiga kalau ia mengalami alergi kulit.

  2. Alergi debu
    Pada anak yang alergi debu, paparan alergen tersebut akan menimbulkan keluhan berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung keluar air dan terasa gatal, mata merah serta batuk-batuk.

  3. Alergi makanan
    Setelah makan, jika anak mengalami gejala muntah, nyeri perut, gatal-gatal di kulit, atau bahkan sesak napas, bisa jadi dirinya mengidap alergi makanan. Beberapa jenis makanan yang sering menyebabkan alergi, misalnya seafood, susu, telur atau kacang-kacangan.

  4. Alergi cuaca
    Gejala alergi cuaca akan muncul saat anak berada dalam kondisi cuaca panas ataupun dingin. Gejala yang muncul pada kasus ini mirip dengan yang terjadi pada alergi kulit dan debu.

  5. Alergi obat
    Gejala alergi obat akan muncul setelah anak mengonsumsi obat tertentu. Jenis obat yang sering menimbulkan alergi adalah antibiotik atau analgetik. Gejala yang muncul berupa ruam merah atau bentol di kulit, mata gatal dan berair atau bahkan bengkak, serta sesak napas.

  6. Alergi kontak
    Reaksi alergi bisa muncul saat anak terpapar suatu alergen secara langsung. Pada kasus ini, gejala yang dapat muncul dapat berupa ruam merah, rasa panas di kulit, dan bintik kemerahan di bagian tubuh yang terpapar alergen.

Reaksi atau gejala alergi yang satu dengan lainnya sangat mirip, meski pemicunya berbeda. Oleh karena itu, untuk mendeteksi jenis alergi yang dialami oleh anak secara pasti, berkonsultasilah dengan dokter secara langsung. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui penyebab pasti alergi pada anak, sekaligus memahami tindakan atau pengobatan yang tepat untuk mencegah kondisinya semakin buruk.