Penulis: Dyah Novita Anggraini

Anak-anak mudah terserang diare saat musim hujan. Sebab, hujan membuat feses dan kotoran yang ada di dalam tanah terbawa aliran air.

Hal ini membuat sumber air di sekitarnya mudah terkontaminasi bakteri yang terkandung di dalam feses.

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar. Dari yang normalnya hanya satu kali sehari, anak yang mengalami diare bisa BAB sampai tiga kali dalam sehari.

Diare juga ditandai dengan perubahan konsistensi feses yang menjadi lebih cair, kadang disertai bau asam, dan warna feses berwarna hijau.

Selama diare berlangsung, tubuh anak akan kehilangan cairan dan elektrolit penting. Usus juga kehilangan kemampuan untuk menyerap cairan dan elektrolit yang masuk ke dalam tubuh.

Perlu diketahui, anak bisa mengalami diare akibat infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi jamur, atau infeksi parasit.

Selain sering BAB dan fesesnya menjadi lebih cair, anak yang sedang diare juga dapat mengalami beberapa gejala berikut:

  • Demam
  • Nyeri perut.
  • Mual atau muntah.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri atau linu di otot.

Cara Mencegah Anak Terkena Diare saat Musim Hujan

Musim hujan tidak dapat dihindari, namun diare yang sering muncul menyerang anak masih bisa untuk dicegah. Berikut cara mencegah diare pada anak:

  1. Rutin Cuci tangan
    Mencuci tangan secara rutin dapat mencegah terjadinya penyakit diare pada anak. Ajarkan si kecil mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
    Waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah saat sebelum makan, setelah bermain di luar rumah, dan setelah menggunakan toilet.
  2. Cuci Sayur dan Buah Sebelum Dikonsumsi
    Musim hujan membuat sayuran dan buah mudah terkontaminasi virus, bakteri, ataupun parasit.
    Oleh karena itu, sebaiknya cuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi agar kuman penyebab diare atau penyakit lainnya tidak mudah menempel lalu masuk ke tubuh anak.
  3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi yang Sehat dan bergizi
    Pemenuhan nutrisi yang sehat dan bergizi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.
    Orang tua harus memastikan anak mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak, sayuran, dan buah yang cukup.
    Anda juga bisa memberikan susu yang kaya akan nutrisi vitamin dan mineral tambahan. Nutrisi dari susu sejatinya penting dan sangat diperlukan untuk mencegah anak dari kondisi diare.
    Pilihlah susu yang memiliki kandungan vitamin, mineral, kolin, AA-DHA, asam linoleat, fosfor, dan kalsium.
  4. Menjaga Kebersihan Tubuh
    Untuk menurunkan risiko terpapar kuman penyebab diare pada anak, pastikan si kecil mandi minimal 2 kali dalam sehari.
    Membersihkan tubuh dengan cara mandi, wajib dilakukan setelah anak bermain di luar rumah. Frekuensi mandi bisa dilakukan lebih dari dua kali ketika anak terlihat kotor setelah main di luar.
  5. Jangan Biarkan Anak Bermain Genangan Air
    Saat musim hujan, jangan biarkan anak-anak bermain genangan air di luar rumah. Sebab, genangan air berisi kumpulan kuman-kuman penyebab penyakit, termasuk diare.
    Beri pengertian kepada anak bahwa genangan air tersebut dapat menyebabkan penyakit. Lakukan aktivitas bermain di dalam rumah yang lebih aman.

Cara-cara di atas dapat membantu mencegah diare pada anak saat musim hujan. Apabila anak mengalami salah satu gejala diare di atas, berikan si kecil banyak air minum untuk mencegahnya dehidrasi.

Karena pada umumnya, penderita diare mudah mengalami kehilangan cairan yang menyebabkan ia terkena dehidrasi.

Apabila si kecil terlihat lemas, periksakan langsung ke dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang optimal.