Penulis: dr. Atika (Redaksi Klikdokter.com)

 

Penyakit epilepsi pada anak menyebabkan penderitanya mengalami kejang secara berulang. Dapatkah penyakit ini sembuh dengan mengonsumsi obat tertentu?

Epilepsi atau biasa disebut ayan merupakan gangguan pada otak yang ditandai dengan kejang berulang pada tubuh. Penyakit ini dapat dialami oleh semua usia, termasuk anak-anak. Bahayanya, epilepsi pada anak berisiko mengganggu proses tumbuh kembang anak. Tapi sesungguhnya, dapatkan epilepsi sembuh dengan menggunakan obat?

 

Epilepsi pada anak

Gangguan otak yang terjadi pada anak menyebabkan aktivitas sel-sel otak anak menjadi abnormal. Selain menimbulkan kejang, epilepsi juga ditandai dengan munculnya perilaku aneh, dirasakannya sensasi yang berbeda, bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

Memang, gejala epilepsi yang dialami tiap orang belum tentu sama. Jenis epilepsi yang dialami akan menentukan jenis gejala yang muncul.

Terdapat jenis epilepsi yang kambuh dengan gejala sederhana, misalnya anak tiba-tiba tampak melamun atau memiliki pandangan kosong selama beberapa detik ketika terjadi kejang. Sementara itu, pada sebagian besar kasus menunjukkan gejala kejang yang menyebabkan lengan dan kaki anak menegang atau menggelinjang.

Diagnosis epilepsi ini tidak bisa diputuskan hanya berdasarkan kejang yang terjadi sekali. Terlebih lagi pada anak-anak dibawah usia 5 tahun, terdapat kondisi yang disebut dengan kejang demam dan kerap disalah artikan sebagai epilepsi. Padahal, penyakit epilepsi tidak berkaitan dengan peningkatan suhu tubuh.

Selain itu, berbeda dengan epilepsi, kondisi kejang demam dapat sembuh sempurna dan tidak perlu mengalami kejang saat usia anak tumbuh dewasa.

Namun, bila anak telah mengalami kejang sebanyak 2 kali tanpa penyebab yang jelas seperti demam atau keluhan kesehatan lainnya, bisa dikatakan bahwa anak Anda mengalami epilepsi.

 

Kenali tanda dan gejala epilepsi pada anak

Agar tumbuh kembang anak dapat berjalan secara optimal, sebisa mungkin periksa kondisi kesehatannya secara rutin. Bila menemukan berbagai gejala epilepsi berikut ini, ibu harus cepat tanggap untuk menangani kondisi si Kecil.

 

Tanda dan gejala epilepsi adalah sebagai berikut:

  • Sering mengalami kebingungan sesaat.
  • Serangan sering datang secara mendadak, misalnya memandang sesuatu dengan tatapan kosong.
  • Lengan dan kaki kejang serta tidak terkontrol.
  • Pingsan secara tiba-tiba dan tanpa sebab.
  • Munculnya gejala psikologis berupa rasa takut yang muncul secara tiba-tiba, cemas, hingga perilaku aneh yang tidak dapat dijelaskan.

Berbagai gejala di atas bisa terjadi karena dipengaruhi berbagai hal. Banyak faktor yang diperkirakan menjadi penyebab timbulnya epilepsi. Penyebab yang diketahui seperti memiliki riwayat penderita epilepsi dalam keluarga, pernah mengalami benturan pada kepala, infeksi di jaringan otak dan sekitarnya, cedera saat melewati jalan lahir, serta mengalami penyakit gangguan perkembangan seperti autisme dan neurofibromatosis.

 

Risikonya terhadap tumbuh kembang anak

Diagnosis epilepsi pada anak tentunya akan memukul hati orang tua. Kejang yang kerap terjadi dapat menghambat aktivitas sehari-hari si Kecil. Selain itu, kejang yang terjadi terlalu sering juga dapat menghambat fungsi otak, sehingga pertumbuhan dan perkembangan otak anak berisiko terganggu.

Keamanan anak saat terjadi kejang tentunya juga menjadi perhatian orang tua. Jangan sampai anak mengalami kejang saat dalam kondisi yang sulit atau berbahaya, contohnya saat sedang berada di tempat umum atau sedang menyeberang jalan.

 

Pengobatan untuk penyakit epilepsi

Meski penyakit ini cukup berbahaya, sebagai orang tua Anda tak boleh putus asa. Pengobatan epilepsi saat ini sudah mengalami inovasi dan pembaruan.

Tidak melulu menggunakan obat, saat ini sudah ada terapi tambahan berupa operasi epilepsi untuk menangani gangguan ini. Dengan demikian, pasien dapat mengontrol kemungkinan terjadinya kejang.

Pada kasus tertentu, anak dengan epilepsi diharuskan mengonsumsi obat seumur hidup agar terhindar dari kejang. Seiring bertambahnya usia, frekuensi kejang tersebut pun akan berkurang.

Pada pengobatan dengan konsumsi obat, bila respons terhadap penggunan obat sangat baik, maka dosis obat dapat diturunkan secara perlahan oleh dokter. Kepastian kesembuhan anak dari penyakit ini sebenarnya cukup sulit untuk diprediksi, meski telah mengonsumsi obat. Hal yang perlu diingat, Anda harus tetap optimis merawat si Kecil.

Jadi, epilepsi pada anak memang tidak bisa disembuhkan hanya dengan konsumsi obat. Manfaat yang diperoleh dari obat tersebut adalah mengurangi frekuensi kejang pada anak. Sebagai orang tua, dampingi selalu si Kecil dan pastikan ia menjalani proses pengobatannya dengan rutin.