Apa yang terlintas ketika seorang anak diajak ke ruangan dokter untuk memeriksakan dirinya pada saat ia sakit? Biasanya mereka akan tidak tenang, ketakutan terutama pada jarum suntik! Jangankan pada si kecil, mungkin sebagian orang dewasa juga masih banyak yang trauma dan takut bila dihadapkan dengan jarum suntik. Tahukah Anda bahwa sampai dengan usia 2 tahun, seorang bayi Indonesia rata-rata sudah mendapatkan suntikan sebanyak 20 kali. Entah itu untuk imunisasi atau karena sakit. Terlebih lagi bila si kecil pernah menderita penyakit yang cukup serius sehingga mereka lebih sering menerima suntikan. Jadi tidak heran bila banyak anak kecil yang tidak suka dengan jarum suntik. Tapi apabila si kecil memang harus menerima suntikan dari si dokter, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan trauma atau rasa takut karena jarum suntik.

Pada balita memang pemahaman bahasanya masih kurang lancar, ada baiknya Anda sebagai orang tua memberikan ketenangan ketika ia akan disuntik. Misalnya dengan bercerita film kesukaannya agar ia terlihat senang dan tidak tegang, sambil memegang tangannya dengan lembut. Sehingga ia lebih tenang ketika menerima jarum suntik. Biasanya semakin tegang, suntikan akan terasa lebih sakit. Atau Anda juga bisa menceritakan kisah lucu yang membuat ia tampak tenang dan riang.

Moms, seperti yang kita ketahui selain untuk keperluan imunisasi, suntikan diberikan ketika si kecil sedang menderita sakit misalnya alergi, asma, diabetes atau penyakit serius lainnya. Melihat si kecil menjerit dan ketakutan ketika sedang disuntik pasti membuat kita tidak tega ya Moms. Biar si kecil tidak sering sakit-sakitan sebaiknya perhatikan asupan gizi yang mereka konsumsi. Selain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak, memberikan mereka susu cair segar 3 kali sehari juga sangat baik untuk menjaga kesehatan si kecil.