dr. Muhammad Isman Sandira, M.Kes

Hanya dalam waktu singkat, pandemi COVID-19 telah mengubah begitu banyak hal dalam hidup kita. Mulai dari cara bekerja, cara berinteraksi dengan orang lain, hingga cara kita memproteksi diri ketika berada di luar rumah. Semua hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dari tertularnya penyakit ini.

Selain orang dewasa, anak-anak juga merasakan dampak yang signifikan dari wabah ini, terutama dalam hal bagaimana mereka melakukan proses belajar. Sebagai gantinya, proses belajar dilakukan dengan metode daring, melalui berbagai aplikasi di smartphone dan laptop.

Kebijakan itu tentu saja dapat menghilangkan kekhawatiran orang tua dari tertularnya anak-anak mereka dari virus corona. Namun, masalah lain juga dapat muncul. Apa itu?

Waspada Gangguan Kesehatan Mata pada Anak Selama Belajar di Rumah

Belajar dengan metode online mengharuskan siswa untuk menatap layar ponsel dan laptop lebih sering dari biasanya. Hal itu dapat berdampak buruk pada mata anak Anda.

Pasalnya, terlalu lama melihat layar ponsel dan laptop dapat menyebabkan penglihatan kabur, rasa kering, gatal, dan iritasi. Kondisi itu dikenal sebagai sindrom penglihatan komputer atau computer vision syndrome(CVS).

Selain gejala-gejala pada mata, beberapa tanda lain yang dapat muncul akibat CVS adalah:

  • ●  Sulit untuk fokus

  • ●  Tegang pada leher belakang dan bahu

  • ●  Sakit kepala

  • ●  Rasa lemas

  • ●  Melihat layar laptop atau ponsel seolah bergerak

    Gejala CVS ini akan terus dirasakan selama anak Anda masih sering menatap layar gadget dalam waktu yang lama. Sayangnya, kegiatan tersebut harus terus dilakukan untuk mendukung proses belajar mereka di masa pandemi ini. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya CVS?

    Cara Mengatasi CVS

    Beberapa tindakan sederhana dapat Anda lakukan untuk mencegah munculnya CVS pada anak, yaitu:

  1. Kurangi Kesilauan
    Anda dapat mengurangi pencahayaan pada layar laptop atau mengatur pencahayaan di sekitar ruang belajar anak untuk mencegah munculnya rasa silau.

  2. Atur Jarak Laptop ke Mata Anak

    Mengatur jarak laptop dengan mata dapat membantu mengurangi risiko terjadinya CVS. Jarak terbaik adalah antar 50-71 cm dengan posisi laptop berada di bawah mata anak.

  3. Berikan Waktu Istirahat pada Mata

    Anda bisa mengajarkan aturan 20-20-20. Jadi, setiap 20 menit alihkan pandangan dari layar, lihat sebuah benda yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter), selama 20 detik. Sering-sering berkedip juga penting untuk menjaga kelembapan mata.

Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Konsumsi Ini

Selain berbagai hal di atas, terdapat berbagai jenis kandungan makanan yang sangat baik untuk kesehatan mata anak. Berbagai kandungan makanan tersebut adalah:

  1. Vitamin A

    Vitamin A adalah vitamin yang paling berpengaruh terhadap kesehatan mata. Vitamin ini melindungi mata dari proses degradasi makular dan katarak. Beberapa makanan yang kaya akan vitamin A adalah wortel, kuning telur, dan kangkung.

  2. Vitamin C

    Vitamin C merupakan antioksidan terbaik bagi tubuh. Vitamin ini penting untuk mata karena dapat membantu mempertahankan kolagen yang banyak pada kornea.

    Rutin mengonsumsi vitamin C dapat membantu mencegah pembentukan katarak dan degradasi makular. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan, seperti jeruk, lemon, dan anggur.

  3. Vitamin E

    Anak mengalami gangguan produksi air mata? Mungkin saja ia sedang kekurangan vitamin E. Berikanlah sumber makanan vitamin E seperti telur dan minyak sayur.

  4. Lutein

    Lutein banyak ditemukan di retina dan diketahui merupakan antioksidan yang sangat penting bagi mata. Letein juga dapat mencegah terjadinya penurunan penglihatan karena pertambahan usia. Kol, brokoli, jagung, dan kangkung adalah contoh makanan yang kaya akan lutein

5. Omega-3

Omega-3 diketahui dapat meningkatkan kualitas air mata dan mengatasi terjadinya peradangan pada mata. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa omega-3 merupakan suplemen terbaik untuk mengatasi gejala mata kering.

Anak dapat memperoleh omega-3 dari berbagai jenis ikan, seperti salmon, sarden, dan tuna. Telur khusus omega-3 juga dapat Anda berikan untuk anak.

6. Zink

Zink membantu vitamin A untuk membentuk pigmen melanin yang berfungsi untuk melindungi mata anak. Retina juga mengandung sejumlah zink. Oleh karena itu, mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan zink, seperti daging merah, udang, dan kacang-kacangan sangat penting untuk kesehatan mata.

Itulah berbagai jenis kandungan makanan yang dapat Anda berikan kepada anak, demi menjaga kesehatan matanya selama menjalani proses belajar di rumah.

 

Baca Juga