Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Good Cop, Bad Cop. Pernah dengar atau membaca istilah itu? Ya, itu adalah ungkapan yang seringkali muncul dalam masyarakat yang terkait dengan pengasuhan anak. Salah satu orang tua menjadi Polisi Baik, yang lain menjadi Polisi Jahat. Ayah bersikap keras, ibu bersikap lembut atau sebaliknya. Ada yang beranggapan pola ini baik untuk diterapkan dalam keluarga, agar anak akan lebih mudah menurut jika orang tua demikian. Padahal, orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang akan memberikan pengaruh besar pada perkembangan kepribadian anak di masa yang akan datang. Tetapi bagaimana jika anak diasuh dengan ‘standar ganda’? Ayah mengasuh dengan pendekatan yang keras, sedangkan ibu penuh kelembutan? Adakah pengaruhnya pada anak?

 

 Ayah dan ibu sangat dianjurkan untuk menerapkan pola asuh yang sejalan, karena pola pengasuhan yang berbeda antara ayah dan ibu dapat menyebabkan munculnya masalah-masalah perilaku pada anak, antara lain :

1.      Anak menjadi bingung akan tuntutan yang dihadapkan padanya.

2.      Ia akan mencari upaya untuk bisa mencari perhatian sebagai bentuk protes terhadap tuntutan yang berbeda.

3.      Motivasi berprestasi yang rendah, karena di satu sisi ia harus menunjukkan performa yang baik namun di sisi lain ia kurang mendapatkan dukungan dari kedua orang tua yang berbeda pola pengasuhan.

4.      Anak memiliki kecenderungan untuk lebih memihak pada satu orang tua, terutama yang selalu melindunginya. Sementara pada salah satu orang tua, ia cenderung menghindari atau bahkan takut.

5.      Anak merasa bersalah, karena bisa saja menjadi pemicu pertengkaran orang tuanya karena perbedaan pola asuh tersebut.

 

6.      Anak menjadi tertekan atau stress dengan dinamika pengasuhan orang tuanya yang berbeda dan tidak sejalan.

      Melihat dampak beda pola asuh yang signifikan pada anak, maka orang tua harus lebih bijaksana dalam mendidik dan mengasuh secara bersama-sama. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua dalam mengasuh anak:

1.      Mencoba membangun komunikasi yang efektif antara ayah dan ibu, yang ditandai dengan saling mendengarkan keinginan masing-masing.

 

2.      Berdiskusi dan bersepakat bersama mengenai perencanaan pengasuhan, misalnya nilai-nilai penting yang akan diterapkan dalam keluarga, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak dalam rangka pengasuhan.

 

3.      Mencari solusi bersama bila menemukan masalah pada perkembangan anak.

 

4.      Libatkan anak dalam membuat aturan keluarga, mendengarkan kebutuhan dan keinginannya serta mengarahkan anak.

 

5.      Jika salah satu orang tua sedang menegur atau menasihati anak yang melakuan kesalahan, sebaiknya pasangan tetap tenang dan mendengarkan. Jangan bersikap emosional dan memberikan intervensi, karena akan menimbulkan kebingungan pada anak. Ambillah kesempatan ketika pasangan telah selesai menegur.

 

6.      Jelaskan kepada anak mengenai kebiasaan ayah dan ibu yang berbeda, namun dalam mendidik anak, keduanya memiliki kesepakatan bersama.

 

7.      Hindari membuat image sebagai Good Cop atau Bad Cop. Selain merasa bingung, anak akan memiliki kecenderungan memihak pada salah satu orang tua.

 

8.      Hindari berdebat dihadapan anak terkait dengan cara mengasuh dan mendidik anak, karena akan membuatnya merasa bersalah dengan keadaan tersebut dan membuat anak merasa ‘kehilangan” figure orang tua.