Penulis : dr. Karin Wiradarma (redaksi Klikdokter.com)

Anak yang picky eater dapat kekurangan nutrisi, termasuk mineral penting.

Picky eater adalah masalah terkait pola makan yang sering terjadi pada anak, terutama balita. Di masa-masa ini, anak menjadi pemilih dan acap kali menolak makanan yang disodorkan kepadanya. Anak cenderung mengonsumsi makanan tertentu yang disukainya.

Menurut suatu studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics, lebih dari 20 persen anak usia balita adalah picky eater. Sekitar 18 persen dari mereka diklasifikasikan sebagai picky eater derajat sedang dan sisanya picky eater derajat berat.

Karena cenderung pemilih dalam hal mengonsumsi makanan, anak yang picky eater sangat berisiko mengalami kurang gizi. Menurut berbagai penelitian, anak picky eater mengonsumsi kalori lebih rendah. Ia juga berisiko dua kali lipat untuk memiliki berat badan yang kurang.

Lebih parahnya lagi, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa anak picky eater berisiko mengalami kekurangan mineral, yaitu kalsium, zat besi, dan zink. Padahal, makanan kaya kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Kalsium itu sendiri banyak terdapat pada susu dan berbagai produk turunannya seperti keju, mentega, krim, dan yoghurt.

Anak yang tidak suka daging merah dan hati juga berisiko mengalami kekurangan zat besi. Anak yang kekurangan zat besi dapat mengalami gejala mudah lelah, sulit berkonsentrasi di sekolah, dan mudah sakit. Selain itu anak juga berisiko mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam pelajaran.

Di samping kalsium dan zat besi, ada pula zink yang sangat penting untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Jika kekurangan zink, maka anak berisiko memiliki tubuh yang pendek dan mudah sakit. Sama seperti zat besi, sumber utama zink adalah daging.

Meski anak memiliki kecenderungan picky eater, Anda tetap perlu menyajikan asupan makanan yang bervariasi untuk si Kecil. Sediakan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam menu harian anak. Komposisi zat gizi yang seimbang tentu makin mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Sumber :

https://www.sciencedaily.com/releases/2015/08/150803083343.htm http://pickyeating.com.sg/pickyeaters/consequences https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2943861/ http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0195666315003438