Penulis: Dr. Dyah Novita Anggraini

Pandemi COVID-19 sampai saat ini masih berlangsung. Asupan nutrisi terutama untuk anak merupakan salah satu hal penting untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Secara umum, asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh terdiri dari:

  • Nutrisi makro: zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar untuk membantu menjalankan fungsi tubuh agar normal. Contoh asupan nutrisi makro yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.
  • Nutrisi mikro: zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun diperlukan dalam membantu menjalankan metabolisme dan fungsi tubuh, serta membantu menjaga daya tahan tubuh. Contoh asupan nutrisi mikro ialah vitamin dan mineral.

Rekomendasi asupan vitamin dan mineral untuk anak menurut WHO adalah sebagai berikut:

  • Vitamin A: pemberian suplementasi vitamin A sebesar 100.000 U untuk bayi usia 6-11 bulan, dan vitamin A 200.000 U tiap 4-6 bulan untuk anak usia 12-59 bulan.
  • Vitamin D: rekomendasi pemberian suplementasi vitamin D sebanyak 400 IU untuk bayi ASI eksklusif, bayi yang minum susu formula <1 liter dalam sehari, serta anak-anak dan remaja.
  • Zat besi: usia 7-11 bulan sebanyak 7 mg, usia 1-3 tahun sebanyak 8 mg, usia 4-6 tahun sebanyak 9 mg, usia 7-9 tahun sebanyak 10 mg, dan di atas 10 tahun dengan dosis 13 mg.
  • Zinc: usia 7-11 bulan sebanyak 3 mg, usia 1-3 tahun sebanyak 4 mg, usia 4-6 tahun sebanyak 5 mg, usia 7-9 tahun sebanyak 11 mg, dan di atas 10 tahun dengan dosis 14 mg.
  • Kalsium: usia 0-6 bulan sebanyak 200 mg, usia 7-11 sebanyak 250 mg, usia 1-3 tahun sebanyak 650 mg, usia 4-9 tahun sebanyak 1.000 mg, dan di atas 10 tahun sebanyak 1.200 mg.
  • Iodium: usia 0-6 bulan sebanyak 90 mcg, usia 7-12 bulan sebanyak 120 mcg, dan di atas 12 tahun sebanyak 150 mcg.

Bahaya Kekurangan Mineral pada Anak

Kekurangan mineral pada tubuh dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Berikut beberapa dampak kekurangan mineral pada tubuh anak:

  • Gangguan anemia dengan gejala lemas, lesu, lelah, dan kulit terlihat pucat akibat kekurangan zat besi.
  • Pembengkakan di area leher disertai detak jantung meningkat akibat kekurangan iodium.
  • Gangguan otot, tulang, dan kerusakan gigi akibat kekurangan kalsium.
  • Kekebalan tubuh menurun, diare, dan penurunan berat badan akibat kekurangan zinc.

Beberapa gangguan kesehatan akibat kekurangan mineral tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk penurunan daya tahan tubuh.

Terlebih saat pandemi seperti sekarang, daya tahan tubuh yang baik sangat diperlukan untuk membantu mencegah paparan virus corona dan kuman penyebab penyakit lainnya.

Cara Penuhi Kebutuhan Mineral Anak Selama Pandemi

Agar anak tidak mengalami kekurangan asupan mineral di masa pandemi, berikut tips untuk memenuhi kebutuhan mineral anak:

  1. Berikan Asupan Makanan Sehat Bergizi
    Makanan merupakan sumber mineral terbaik untuk memenuhi kebutuhan harian anak. Pastikan pilihan makanan anak dalam menu harian sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya.
  2. Berikan Suplemen Mineral
    Anak yang berat badannya menurun, pola makannya tidak teratur, atau memiliki penyakit yang berisiko kekurangan mineral boleh diberikan suplemen mineral tambahan yang dosisnya sesuai usia anak.
  3. Asupan Susu
    Pilihlah susu yang memiliki kandungan vitamin, mineral, kolin, AA, DHA, asam linoleat, fosfor, dan kalsium untuk menunjang tumbuh kembang anak. serta membantu menjaga daya tahan tubuhnya.

Apabila anak Anda memiliki salah satu tanda kekurangan mineral, segera konsultasi lebih lanjut ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan diberikan penanganan yang optimal.