Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Keberadaan kakek dan nenek tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Apalagi di masa kini, kebanyakan orangtua muda membutuhkan dukungan dari kakek nenek, terutama secara psikologis. Kasih sayang yang diberikan kakek nenek kepada cucu dapat melengkapi pemenuhan perhatian dari orangtua, terutama bila orangtua bekerja. Anak-anak yang tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga besar yang penuh kasih sayang, akan membuat anak merasa aman dan nyaman sehingga akan berdampak positif pada kejiwaannya di masa yang akan datang.

Namun demikian, ada kalanya keberadaan kakek nenek dalam kehidupan si kecil membawa konflik antara orangtua dengan kakek neneknya. Contohnya saja mengenai masalah aturan yang tidak seragam antara orangtua dan kakek nenek. Aturan yang telah dibuat dan disepakati orangtua, kemudian dilanggar oleh kakek nenek dengan beberapa alasan tanpa persetujuan orangtua. Kakek nenek merasa memiliki hak untuk mendidik dengan caranya sendiri, sementara orangtua merasa kakek nenek telah melanggar ranah pribadi aturan keluarga kecilnya. Apa jadinya bila hubungan ini terus menerus terjadi? Si kecil tentu berada pada lingkungan yang memiliki standar ganda dan menjadi kebingungan aturan mana yang harus diikuti, apakah mengikuti aturan orangtuanya atau kakek neneknya?

Pola asuh yang tidak konsisten ini akan memicu masalah perilaku dan emosi pada anak. Kemandiriannya menjadi kurang optimal. Bayangkan bila orangtua mencoba mengajari si kecil disiplin dan kemandirian tanpa harus tergantung pada orang lain secara terus menerus, tetapi kakek nenek bersikap bertolak belakang dan justru sering memanjakan si kecil. Sebenarnya maksud dan tujuan kakek nenek dalam hal pengasuhan sama baiknya dengan apa yang diinginkan orangtua. Hanya saja, karena perbedaan generasi, tentu ada hal-hal yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan cucunya di masa kini.

Bagaimana menjalin harmonisasi antara orangtua dan kakek nenek dalam mengasuh si kecil bersama, simak beberapa tips berikut ini :

  1. Memahami dan menerima bahwa ketika si kecil dititipkan kepada kakek nenek maka akan ada perbedaan gaya mengasuh dengan orangtua.
  2. Komunikasi adalah kunci hubungan harmonis antara orangtua dan kakek nenek. Bicarakan mengenai apa yang orangtua inginkan mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, utarakan harapan pada kakek nenek dalam menerapkan pola asuh pada si kecil.
  3. Mendengarkan dan menghargai pendapat kakek dan nenek mengenai cara pandang dan aturan yang ingin diterapkan kepada si kecil. Mungkin saja maksud dan tujuannya baik, namun jika ada perbedaan cobalah untuk memberikan penjelaskan dengan kalimat yang positif misalnya, “Terima kasih Bapak dan Ibu sudah sangat perhatian pada anakku, tetapi untuk aturan tentang asupan makanannya sudah kami sepakati untuk kesehatan fisiknya”
  4. Mengajak serta kakek nenek dalam kegiatan performa si kecil, misalnya saat si kecil pentas seni akan membuat kakek nenek merasa kehadirannya dihargai dan keakraban pun akan terus terjalin.
  5. Mengajak kakek nenek pada kegiatan seminar parenting untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman mengenai mengasuh cucu di zaman sekarang, yang tentunya sudah tidak lagi sama dengan saat mereka mengasuh anak-anaknya di masa lalu.

 

Semoga tips ini dapat membantu mengatasi perbedaan pola asuh serta menjaga keharmonisan antara keluarga Moms, si kecil dan kakek neneknya.