dr. Muhammad Isman, M.Kes

 

Selulitis pada anak adalah infeksi kulit yang tak boleh disepelekan. Kondisi ini disebabkan oleh serangan bakteri. Meski bukan penyakit yang dapat menular, selulitis tetap perlu ditangani dengan tepat. 

Selulitis pada anak adalah infeksi kulit yang tak boleh diremehkan. Kondisi ini dapat terjadi di hampir semua bagian tubuh. Jika tak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa sangat mengganggu aktivitas anak. Untuk itu, penting bagi tiap orang tua untuk mengenal selulitis dan cara penanganannya yang tepat.  

Apa itu selulitis?

Selulitis merupakan peradangan pada kulit dan jaringan di bawahnya (subkutan) yang biasanya bersifat akut. 

Penyakit ini mulai menyebar saat bakteri menyerang kulit anak. Setiap luka terbuka, bahkan luka yang sangat kecil sekalipun, dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam kulit anak. Terdapat dua jenis bakteri yang paling sering menyebabkan selulitis, yaitu bakteri Streptococcus dan Staphylococcus aureus. 

Beberapa kondisi pada anak dapat mempermudah terjadinya selulitis, seperti:

● Adanya cedera pada kulit, baik cedera ringan (seperti gigitan serangga dan luka tergores) maupun luka yang besar.

● Adanya peradangan kulit, seperti eksem atau yang disebabkan oleh terapi radiasi.

● Adanya infeksi kulit, baik disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun jamur.

● Adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh pada anak, seperti HIV/AIDS atau kanker.

 

Bagaimana gejala-gejala selulitis?

Selulitis pada anak dapat menimbulkan gejala-gejala, seperti:

Kemerahan

Bengkak

Kulit terasa hangat

Nyeri

Saat area peradangan mulai meluas, anak biasanya akan merasakan demam dan keringat dingin. Pembesaran saluran limfa juga kadang-kadang dapat muncul di dekat area terjadinya selulitis. 

Anda harus segera membawa anak ke dokter jika mereka juga mengalami gejala-gejala berikut: 

  • Selulitis terjadi pada kulit wajah anak.
  • Anak mengidap penyakit kronis, seperti diabetes tipe I atau memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh.
  • Anak menderita gigitan hewan.
  • Area yang radang menyebar dengan sangat cepat atau anak merasakan nyeri yang hebat.

Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik minum pada anak Anda. Dalam dua atau tiga hari setelah meminum antibiotik, gejala-gejala selulitis harusnya mulai berkurang dan mengalami perbaikan. Namun, jika peradangan atau infeksinya tidak kunjung membaik, Anda disarankan untuk kembali ke klinik ataupun rumah sakit. Perawatan di rumah sakit kadang perlu dilakukan bila anak Anda mengalami selulitis yang berat. 

Bagaimana cara mengatasi selulitis pada anak?

Anda dapat membantu meringankan dan mempercepat penyembuhan selulitis pada anak. Beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan di rumah adalah:

1. Tinggikan area tubuh yang terinfeksi lebih dari posisi jantung.

Misalnya jika yang terkena infeksi adalah bagian kaki, maka gunakan bantal untuk mengganjal kaki anak sehingga posisinya lebih tinggi dari posisi jantung anak. Hal ini bertujuan untuk menurunkan bengkak dan rasa nyeri yang dirasakan oleh buah hati Anda.

2. Rutin membersihkan luka anak.

Anda bisa menggunakan sabun dan larutan antiseptik untuk membersihkan luka anak, sehingga membantu mempercepat penyembuhan. 

3. Pastikan anak minum antibiotik sesuai anjuran dokter.

Mengonsumsi antibiotik secara sembarangan justru akan membuat selulitis anak bertambah parah. Jika terjadi nyeri hebat, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri pada buah hati Anda.  

Bagaimana cara mencegah selulitis pada anak?

Walaupun tidak mudah, beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan agar buah hati Anda tidak terinfeksi selulitis, seperti: 

1. Ingatkan anak untuk tidak menggaruk area gigitan serangga/cedera. Risiko terjadinya selulitis akan meningkat jika anak Anda menggaruk atau mengganggu daerah yang mengalami luka atau memar. 

2. Lindungi kulit anak dari terjadinya luka ketika mereka sedang bermain atau berolahraga. Anda dapat menyiapkan peralatan pengaman seperti helm, pengaman lutut, dan pengaman siku saat anak bermain sepeda. Jangan pula membiarkan anak bermain di luar rumah tanpa menggunakan pakaian untuk melindungi kulitnya.

3. Segera bersihkan luka atau memar anak dengan larutan antiseptik dan perhatikan adanya tanda-tanda infeksi. Karena itu, selalu siapkan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di rumah sebagai bentuk kesiapsiagaan di saat buah hati Anda terluka. 

4. Ingatkan anak untuk rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, sebelum makan, dan setelah bermain di luar rumah.

Selulitis pada anak dapat teratasi dengan baik. Yang terpenting, luka anak rutin dibersihkan dan anak meminum obat sesuai dengan anjuran dokter. Dengan begitu, selulitis yang dialami oleh Anda bisa cepat sembuh. 

 

Baca Juga