dr. Fiona Amelia, MPH (redaksi Klikdokter)

Saat anak demam, perhatikan munculnya tanda-tanda berikut. Bila si Kecil mengalaminya, artinya ia membutuhkan pertolongan dokter.

Sebagian besar demam yang terjadi pada anak dapat diatasi di rumah. Namun, orang tua tetap perlu tahu kapan anak yang demam harus dibawa ke dokter. Dengan pengetahuan yang cukup, sebagai orang tua Anda dapat tanggap terhadap demam yang dialami anak, sehingga penanganan dini pun dapat dilakukan.

Seputar demam pada anak

Demam adalah terjadinya peningkatan suhu tubuh di atas normal. Anak bisa dikatakan mengalami demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celsius atau lebih.

Para pakar mengatakan bahwa demam merupakan cara tubuh untuk melawan penyakit. Sebab, peningkatan suhu tubuh diperlukan agar sel-sel kekebalan tubuh dapat bekerja secara optimal.

Karena itu, demam bukanlah suatu penyakit. Kondisi ini lebih tepat dikatakan sebagai tanda dari adanya serangan terhadap suatu penyakit. Pada anak, penyebab demam yang tersering adalah infeksi pada saluran napas atau saluran cerna, baik oleh virus maupun bakteri.

Kapan harus ke dokter?

Perlu diketahui bahwa demam yang tinggi belum tentu disebabkan oleh penyakit yang serius. Kecuali, demam yang terjadi sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 41 derajat celsius. Jadi, bila si Kecil demam, tetaplah tenang dan buat anak senyaman mungkin agar tetap mau makan, minum dan beraktivitas.

Sebagai pertolongan pertama, Anda dapat melakukan kompres air hangat dan perbanyak konsumsi air putih untuk menurunkan demam. Bila anak tak mau makan, jangan dipaksa. Karena demam memicu pengeluaran zat-zat kimia yang menimbulkan rasa mual dan menurunkan nafsu makan.

Bila demam sangat mengganggu dan lebih dari 38 derajat celsius, Anda boleh berikan si Kecil obat penurun panas seperti parasetamol. Tapi ingat, obat ini hanya menurunkan suhu tubuh agar anak merasa nyaman dan bukan untuk mengatasi penyakit yang menyebabkan demam.

Oleh sebab itu, Anda harus tetap waspada akan tanda dan gejala dari penyakit yang sesungguhnya meski demam sudah turun. Secara umum, anak yang demam harus dibawa ke dokter bila:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan meski demam ringan saja.
  • Demam menetap lebih dari 72 jam pada anak usia 3 bulan sampai 3 tahun.
  • Demam tinggi di atas 39 derajat celsius pada anak usia 3 bulan sampai 3 tahun.
  • Semua anak dengan suhu di atas 40 derajat celsius.
  • Demam disertai nyeri tenggorokan atau telinga yang hebat, ruam-ruam pada kulit, dan muntah atau diare berulang.
  • Anak yang demam memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, anemia sel sabit, kanker, lupus, dan gangguan pada ginjal.

Selain kondisi di atas, bila demam disertai tanda-tanda bahaya berikut, sesegera mungkin bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat terdekat:

  • Tampak sangat sakit, tidak mampu makan dan minum, sering mengantuk dan rewel.
  • Demam disertai kejang, kaku leher, atau nyeri kepala hebat.
  • Nafas cepat atau terasa sesak.
  • Terdapat nyeri perut hebat atau muntah-muntah.
  • Bibir, lidah dan kuku tampak kebiruan.
  • Ubun-ubun terlihat membonjol atau cekung.
  • Frekuensi buang air kecil jarang atau sangat berkurang dari biasanya.

Meski sebagian besar bukan disebabkan oleh sesuatu yang serius, demam pada anak tidak boleh dianggap sepele. Untuk mencegah demam berulang, berikan anak asupan sehat dan bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya, sehingga ia tak mudah terserang penyakit yang menyebabkan munculnya demam.

Bila pertolongan pertama telah dilakukan namun anak masih masih mengalami demam, artinya masih ada yang tidak beres di dalam tubuhnya. Jadi, bila muncul tanda-tanda bahaya yang menyertai demam, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.